---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

Mainan Adik

 


Pengenalan

Jonatan, atau yang biasa dipanggil Jo, berusia 24 tahun dan sudah kuliah. Tubuhnya sempurna berkat rajin gym. Dada bidang, pantat bulat montok, otot biceps dan triceps terpahat jelas, serta perut sixpack yang menonjol tapi tidak berlebihan.

Kulitnya putih bening dan mulus, hampir tak ditumbuhi bulu. Wajahnya tampan khas keturunan Cina, manis dengan alis tebal, mata sipit, bibir pink seksi, dan bulu mata lentik. Meski wajahnya kurang macho, posturnya tinggi dan gagah.

Farel, adik tirinya yang berusia 14 tahun, masih SMP. Keturunan Arab, tampan dengan tubuh proporsional meski tidak terlalu berotot. Bulu tubuhnya cukup lebat, alis tebal, kumis tipis mulai tumbuh, dan bulu kemaluannya lebih lebat dibanding Jo. Hormonnya sedang meluap-luap. Ukuran kontolnya saat tegang mencapai 21 cm, lebih besar dari milik Jo yang hanya 18 cm.

Orang tua mereka menikah saat Jo masih SMA dan Farel saat itu masih SD. Sejak itu mereka menjadi saudara tiri. Mereka tinggal di desa yang cukup maju, di mana ayah Jo dan ibu Farel adalah juragan kebun. Kedua anak itu tumbuh tanpa kekurangan. Jo anak yang rajin dan agak pemalu, sementara Farel ekstrovert, ceria, dan selalu penuh rasa penasaran. Hubungan mereka dekat, tak ada masalah besar.

Farel sering memperhatikan tubuh abangnya yang menarik. Kadang ia sengaja pegang-pegang otot Jo sambil mengagumi bentuknya. Tapi hanya sebatas kekaguman biasa. Sejak SD, Farel sudah tertarik hal-hal dewasa. Ia sering coli di WC atau kamarnya. HP-nya penuh koleksi bokep, bahkan kadang nonton bareng teman-teman.

Jo, meski introvert dan sangat sayang adiknya, punya sisi gelap yang tak diketahui siapa pun. Tubuhnya sangat sensitif. Sentuhan kecil saja bisa membangkitkan gairahnya. Ia mulai coli saat SMA dan frekuensinya semakin sering.

Jo suka tidur telanjang di kamar terkunci. Fetishnya adalah nudist dan exhibitionist. Ia sering coli di tempat terbuka seperti kebun, belakang rumah, taman, atau WC sekolah tanpa menutup pintu. Semua dilakukan dengan sangat hati-hati, tak pernah ketahuan.

Ketika Jo kuliah dan pindah ke kota, perpisahan itu terasa berat. Farel sering menangis karena kangen. Orang tua selalu menenangkannya. Di kos, Jo merasa benar-benar bebas. Ia tidur telanjang setiap malam dan coli hampir tiap hari.

Ia mencoba pijat plus-plus, lalu pacaran dengan cewek dan akhirnya mencoba sex untuk pertama kali. Tapi ia sadar, seks biasa tidak seenak coli sambil ekshib. Meski punya pacar, Jo lebih sering memuaskan diri dengan ekshib di bangunan kosong, sungai, kolam renang, toilet mall, atau warnet.

Satu hal yang jo sangat ingin tapi takut, yaitu ketahuan coli dan ditonton sampai crott, dia bahkan membayangkan dirinya coli di tempat umum dan di tonton dan di grepek grepk sama orang asing. Fantasi yang sangat liar.

Sementara itu, Farel tumbuh menjadi remaja yang hypersex. Intensitas colinya semakin tinggi dan bokep yang ditonton makin beragam. Di SMP kelas 1 ia sudah ngentot dengan pacar sekelas. Lalu ia sering mengajak cewek-cewek dari desanya atau desa tetangga untuk berhubungan seks. Teman-temannya juga seperti itu, tapi Farel yang paling liar.

Kontol besarnya pernah menarik perhatian seorang banci kampung yang menawarkan diri untuk menyepongnya. Farel menyanggupi karena terlalu sange. Ia bahkan pernah mencoba mengentoti banci itu sekali, menikmati sensasinya meski kurang puas karena penampilan si banci kurang menarik.

Suatu hari, orang tua mereka harus berangkat ke luar negeri karena kakek Jo sakit parah di China. Mereka memutuskan memindahkan Farel sekolah ke kota agar bisa tinggal bersama Jo. Jo setuju, ia juga sudah kangen dengan adiknya. Tapi di dalam hati, keduanya punya perasan yng mengganjal. Jo khawatir ruang privasinya untuk ekshib terbatas. Farel sedih harus meninggalkan cewek-cewek yang biasa dia ajak bermain di desa.

Orang tua akhirnya membelikan sebuah rumah yang cukup luas di kota. Farel pun pindah ke sana dan tinggal bersama Jo. Mereka masih akrab seperti dulu. Jo sering mengajak Farel jalan-jalan ke mall dan keliling kota.

Mereka tertawa, bercanda, dan saling cerita ringan. Tak ada yang tahu bahwa keduanya sudah menyimpan pengalaman dewasa yang cukup liar. Jo dengan fetish exhibitionist-nya, Farel dengan hasrat hypersex-nya.

Sekarang mereka tinggal berdua di rumah besar itu. Malam pertama terasa hangat dan tenang. Jo masih tidur telanjang seperti biasa, tapi kali ini ia harus lebih berhati-hati. Farel di kamar sebelah, pikirannya sesekali melayang ke cewek-cewek di desa.

Angin malam masuk pelan lewat jendela. Napas mereka terdengar pelan dalam keheningan. Tak ada yang bicara. Namun, tanpa mereka sadari, sesuatu mulai berubah di antara keduanya.

Penasaran

Seminggu setelah Farel pindah, suasana di rumah mulai terasa aneh. Farel sering nyuri pandang ke tubuh Jo. Apalagi Jo suka santai pakai boxer pendek sama singlet ketat. Pantat Jo yang bulat montok itu setiap kali jalan atau membungkuk keliatan jelas banget.

Farel dalam hati, “Anjir… pantat abang pulen gila. Pasti enak banget kalau dientot.” Tapi langsung ia geleng-geleng sendiri. “Gila, itu abang gue njirr.”

Jo nggak punya pikiran mesum ke Farel. Ia cuma kesel karena sekarang susah ekshib bebas. “Dulu bisa telanjang di mana aja, sekarang ada adek… sabar aja deh,” gumamnya dalam hati.

Suatu siang Farel masuk ke kamar Jo yang pintunya nggak dikunci. Ia mau bangunin Jo makan siang. Pas liat Jo tengkurap cuma pakai sempak ketat, Farel langsung melongo. Pantat Jo bulat montok, naik sedikit, sempaknya nempel banget sampe bentuknya keliatan jelas.

“Gila… pantat abang montok bener cewek aja gak semontok ini njirrr” batin Farel. Tangannya tanpa sadar nyentuh bokong Jo lalu digoyang-goyang pelan. “Bang… bangun dong, makan siang.”

Jo tersentak. “Eh?! Dek?” Ia buru-buru balik badan dan nutupin tubuh pake tangan. Wajahnya langsung merah padam “njirr untung gak tidur telanjang gue, malu bangett anjirrr” gumamnya,

disisi lain ada gairah yg muncul, kontolnya ngaceng, jo merasa dipergokin begitu cukup seru tapi juga canggung karena farel adiknya sendiri.

Farel ketawa ngakak. “Hahaha, abang tidur kok sempakan doang? Pintunya juga nggak dikunci ihh.”

“Hehehe… kebiasaan, dek. Abang lupa,” jawab Jo malu-malu, suaranya agak gemeter.

“Ya udah, bangun yuk makan,” kata Farel. Tapi pas Jo bangun, mata Farel langsung nempel di dada Jo yang montok, puting pink-nya melenting. Farel menelan ludah, langsung salting dan buru-buru keluar.

Sepanjang hari Farel kepikiran terus. Malamnya ia coli sambil bayangin tubuh Jo. Setelah crott, ia nyesel. “Gue gila ya… masa ngocok bayangin abang sendiri?”

Pagi berikutnya Jo pulang larut. Pintu kamar dibiarkan terbuka, tanpa sadar, Jo langsung melepas semua baju sampe telanjang bulat, melempar dirinya ke kasur tengkurap dan tertidur pulas.

Farel bangun pagi, lewat depan kamar Jo. Sekilas liat, lalu berhenti. Farel balik lagi, ngintip lama dari pintu. Jantungnya deg-degan. Ia masuk pelan, “anjirrr abang kok tidur telanjang bulat gini sihh” gumamnya

lalu dengan perasaan deg degan, farel menyentuh pantat Jo, remas pelan, farel jadi sange, dan nekat mengeluarkan kontolnya dari boxer.

Lalu farel ngocok kontolnya sendiri di depan bokong Jo sampe crott di lantai. Setelah itu ia buru-buru ngelap dan kabur dengan perasaan bersalah. Jo sendiri saat bangun kaget dia telanjang, dan mikir “anjirr gue tidur telanjang pintu gak gue tutup, farel liat gak yaa, ahh sialannn”

Sejak itu Farel makin uring-uringan tiap ketemu Jo. Hampir tiap malam ngocok bayangin ngentotin Jo. Sekarang Jo jadi sering nonton bokep gay. Jo sendiri merasa farel mungkin gak sadar pas kemarin dia tidur telanjang karena farel gak bahas sama sekali.

Hari sabtu Jo pulang larut malam setlah nongkrong sama teman temanya. Jo yang kangen ekshib nggak tahan, lalu mengintip kamar jo yang sudah tertutup, jo pikir farel sudah tidur. Ia keluar ke teras yg sepi, cuma pakai boxer doang tanpa sempak tanpa baju. Gosok-gosok sampe ngaceng full, lepas boxer, lalu coli di teras sambil mendesah pelan.

Tiba-tiba ada suara anak muda lewat. Jo panik, lari masuk rumah tanpa sempat ambil boxer-nya. Di ruang tamu jo makin sange karena hampir ketahuan tadi, ia lanjutin coli telanjang bulat di lantai telentang, mendesah keenakan.

Tiba-tiba Farel keluar kamar tanpa suara, farel melihat kamar jo kosong dan mendengar suara desahan dari ruang tamu, lalu kedepan dan Farel terkejut melihat abangnya yang telanjang bulat sedang ngocok di lantai....

Akses Cerita selengkapnya di LYNK ID, klik: https://lynk.id/sancasado 

terdiri dari 36 halaman dalam bentuk PDF hanya 8.000

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

Diperbudak junior

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu