BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu
Sekian lama Rido berada di Jakarta, berganti-ganti pasangan seks, bahkan
digangbang berkali-kali. Sampai saat ini Rido nggak kepikiran atau menginginkan
pasangan tetap. Baginya melakukan seks liar dengan orang-orang random lebih
menyenangkan.
Meski beberapa orang yang pernah merasakan lubang boolnya sering
mengajaknya pacaran bahkan menikah, Rido memilih hidup sendiri dengan bebas.
Minusnya hidup sendiri ini, Rido kadang sulit memuaskan hasrat bejatnya. Karena
saat tiba-tiba sange, Rido tidak tahu harus mengajak siapa untuk bermain.
Mengajak orang lewat apk dating sangat membosankan. Mencari kontol random
belum tentu ketemu. Beberapa kali Rido melakukan aksi nakalnya di daerah-daerah
yang terkenal untuk ekshib.
Kadang nemu partner, kadang pulang dengan perasaan nanggung, gak puas. Rido
kepikiran untuk membeli dildo sebagai alat pemuas nafsunya di saat Rido tidak
menemukan pasangan seks yang tepat. Rido mulai scroll marketplace, checkout
beberapa alat seks seperti dildo dan vibrator, juga pakaian-pakaian sexy untuk
menggoda pejantan-pejantan incarannya.
Setelah checkout, Rido menunggu pesanan datang. Kurir sudah datang di depan
apartemen Rido dan menunggu di kursi lobby. Rido turun mengenakan singlet dan
celana pendek ketatnya.
Sesampainya di lobby, Rido menemui kurir yang sedang duduk di sofa taman
dalam, tempat penghuni apartemen untuk menerima tamu. Kurir itu cukup terpesona
dengan tubuh Rido yang sexy mengenakan pakaian ketat yang cukup berani. Saat
Rido mau membayar paketnya.
![]() |
| ilustrasi ruang tamu apartement lobby |
Kurir “bang ini paket COD cek dulu, silahkan di cek baru saya terima
pembayaranya”
Rido “hah?” jantung berdebar takut, isi paketnya bukanlah sesuatu yang bisa
ditunjukkan sembarangan, Rido lupa memilih tipe pembayarannya.
Rido “emmm cek di kamar aja ya bang, gak enak disini hehe”
Kurir “aduh disini aja mas, biar gak kelamaan, saya musti anter paket lagi”
Rido “emmm aduh gimana yaa”
Kurir “emang masnya pesan apa ya? Wah jangan jangan barang ilegal mas, saya
gak bisa diam aja kalau gitu”
Rido “emmm buu bukaan barang berbahaya kok, cuman agak privasi aja”
Kurir “ya udah cek aja sekarang kalau udh sesuai baru saya pulang”
Rido “emm ya udah sy buka ya mas” Rido membuka paketnya tanpa
memperlihatkan ke kurir. Rido mengintip kotak itu. “udah mas sesuai kok,
makasih yaa”
Kurir “yang bener bang saya cek juga sini, nanti saya juga yg salah” kurir
itu merebut paket Rido dengan sedikit memaksa, karena curiga dengan barang
pesanan Rido yang dari tadi terlihat panik.
Rido “ehhh jangan mas aduh” sreeekkk kotak paket itu terbuka dan
terlihatlah alat-alat seks yang jelas hanya terbungkus plastik transparan.
Sebuah dildo yang terlihat sangat mirip 99% dengan kontol asli, vibrator, butt
plug hitam dan ring cock. Celana pendek berjaring transparan dan sebuah kaos
putih tipis mirip rompi.
Kurir “wahh ehemm pantes takut dibuka hahah, lain kali kalau pesan ginian
jangan COD cek dulu bang”
Rido “emm ii iyaa maaf mas hehe” Rido agak panik sambil menutup kotak itu
lagi.
Kurir “kasian banget bang, gak punya pasangan ya? sampai beli alat-alat
nakal gini hahahah”
Rido “emm ehh iii iyaa mas jgn dibahas lagi please malu saya”
Kurir “ohh iyaa bang, ini kebijakannya kalau barang-barang elektronik harus
di cek detail, coba di cek dulu bang bisa nyala gak itunya ehmm”
Rido “eeeh? Emm taa tapii mas, aduh gpp lah mas kalau gak nyala nnti sy gak
bakal nyalahin mas nya kok tenang aja”
Kurir “wahh gak bisa gitu bang saya musti tuntas dulu kalau kerja, ayok
coba dinyalakan dulu”
Rido dengan sedikit panik toleh kanan kiri, merasa aman dan menyalakan
salah satu vibratornya di dalam kotak tanpa mengeluarkannya.
Kurir “okee nyala, sekarang tes dulu bang fungsinya”
Rido “hah? Maa maksudnya mas?”
Kurir “iyaa coba dulu dipakai, kalau rasanya udah pas bru sesuai, maaf mas
emang gitu kebijakannya harus cek detail biar gak bermasalah nanti” akal-akalan
kurir yang sebenarnya hanya penasaran dengan cara pakai alat-alat ini dan
tertarik melihat tubuh Rido.
Rido “aduh mas tapi ii inii kan dipakai dii ituu”
Kurir “di lubang bool kan? Hahah, sy paham kok bang tapi ya saya harus
pastikan dulu”
Rido “aduh mass malu saya”
Kurir “ya udah kalau gak bisa saya bawa balik barangnya, tapi krn udah
dibuka kemasannya, ini termasuk pelanggaran merusak barang yang belum jadi
miliknya harus saya laporin ke petugas terdekat bang”
Rido “ehh sampe begitu? Emm yaa yaudah saya coba mas, emmm kita ke kamar
aja ya mas, masa coba disini?”
Kurir “aduh saya gak bnyak waktu bang, disini aja, toh sepi juga, cepetan”
Rido “emm ii iyaa bang” Rido makin berdebar liat sekitar memang cukup sepi
terlebih mereka duduk di sofa yang cukup tertutup. Rido dengan ragu membuka
celana bagian belakangnya, dan berusaha memasukan vibrator itu ke dalam lubang
boolnya.
Semakin malu saat melihat kurir itu memperhatikan dengan ekspresi
dinginnya.
Rido kesulitan memasukan vibratornya, karena harus menjaga posisi tetap
duduk dan hanya mengangkat sedikit pantatnya sambil. Kurir itu langsung geram
dan menawarkan bantuan.
Kurir “sini saya bantu lah, lama bener nyoba gituan doang” kurir itu
langsung duduk di samping Rido merebut vibratornya dan membaringkan Rido
tengkurap, lalu menekan vibrator itu ke dalam lubang boolnya.
Kurir itu melihat pantat Rido yang bulat montok putih mulus jadi
terangsang.
Saat vibrator masuk Rido sedikit mendesah. “ahh mas udah uhh okee sesuai
mas udah ahhh”
Kurir itu malah mendorong vibrator itu lebih dalam, dan menyalakan remote.
Rido langsung mendesah tak karuan, lalu kurir itu mengangkat tubuh Rido kembali
duduk.
Kurir “gimana bang rasanya?”
Rido “ehh ssshh enak mas ahh eh maaf maksudnya sesuai deskripsi, udh oke
mas udah yaa”
Kurir “hahahah, dasar homo, binal banget njing sampe beli alat-alat ginian
najiss hahahah”
Rido “uhh maaf mas sshh”
Kurir “ini harus dicoba semua bang” kurir itu mengambil sebuah tali yang
mirip ring cock, dan menanyakan kepada Rido “ini fungsinya apa?”
Rido “hah? Dicoba semua mas?”
Kurir “iyaa dong sesuai prosedur COD cek dulu” kurir itu makin jahil dan
suka melihat ekspresi Rido yang terangsang dan panik.
Rido “emm aduh gak mslah sih mas ahh tapii kita ke kamar aja yukk ahhh”
Kurir “nggak disini aja, jadi ini untuk apa?”
Rido “ituu ituu buat ngiket penis mas”
Kurir “wahh seru nih, ayok kita coba, lepas aja celananya mas, gak keliatan
juga dari luar ketutup meja kan hahahah”
Rido “hah? Tapii mas kalau keliatan gimana?”
Kurir “yaa itu resiko lu lah anjing, makanya jangan pesan barang beginian
hahahah, nasib lu homo binal gak tau malu”
Rido mendengar kurir mengatakan kata-kata kasar justru semakin malu dan
terangsang. Rido sudah pasrah kalaupun ketahuan satpam toh satpam apartemennya
sudah tau siapa dirinya.
Yang Rido takutkan adalah ketahuan penghuni apartemen lain, meski ruang
sofa ini tertutup tapi tetap saja beresiko.
Kurir “udah cepet buka aja celanamu, homo”
Rido dengan rasa malu dan sangenya melepas celana pendek ketatnya, dan
kontolnya sudah ngaceng keras tegak dengan precum yang mulai menetes.
Rido “aduh mass takut banget, di kamar aja yukk ntar aku cobain semua gpp
mas”
Kurir “hahahah anjing udah ngaceng kontolmu sialan, homo gak tau malu
banget anjing” kurir itu tidak memperdulikan saran Rido dan langsung menyuruh
Rido mengenakan tali itu.
Kini Rido duduk hanya mengenakan singlet, bagian bawahnya telanjang, mulai
mengikat kontolnya dengan ring cock sesuai tutorialnya.
Kurir “hahahah anjing gak expect nemu konsumen sebinal ini hahahah”
Rido “ahh mass malu bangett udah yaa”
Kurir “sange banget yaa bang? Hahahah”
Rido “ahh sssh udh yaa mas sumpah takut bangett ahhh”
Kurir “bentar kita coba lagi baju yg kayak rompi ini”
Rido “ahh sssh mas seriuss di kamar aja yahh ahhh gak tahann”
Kurir “nggak, nurut atau gue teriak ada orang cabul mesum di loobby
apartemen ini”
Rido “hah? I iiyaa mas please jangan teriak”
Kurir “buka kaos singletnya”
Rido dengan rasa panik membuka kaos singletnya, dan kini telanjang bulat.
Beberapa orang lewat di lobby hanya sedikit melirik Rido yang terlihat tidak
mengenakan baju, namun bagian bawahnya tertutup meja.
Kurir “hahahah anjing montok banget susunya, sialann bikin sange lu homo
anjing, udah gak usah dipakek kaosnya hahahah lu telanjang aja disini”
Rido “hah tapii mas kalau ada yg liat gimana uhh”
Kurir “ya udah derita lu emang gue pikirin hahahah”
Rido “ssshh please mas”
Kurir “sekarang kita coba yg ini” kurir itu mengeluarkan dildo yang mirip
kontol berukuran 20 cm “anjing mirip banget ama kontol hahahah”
Rido “ahh sssh bang susah nyobanya kalau disini”
Kurir “gampang tengkurap cepat” Rido tengkurap, di balik meja itu Rido
tidak terlihat dari luar, pantat montoknya menghadap kurir, Rido mengangkat
pantatnya.
Rido “uhh mass takut bangett”
Kurir “plakkk hahahah anjing sange lu kann”
Rido “ahhh sssh”
Kurir “nih benda kesukaan homo, kontol hahahah” Bless dildo berbentuk
kontol ukuran 20 cm itu masuk langsung mentok ke dalam bool Rido, kurir itu
meremas-remas pantat Rido dan memainkan dildo di boolnya.
Rido “ahhh sssh mas uhh yahh enak ahhh”
Kurir “diem lu jangan berisik ntar ketahuan gue gak tanggung ya hahahah”
Rido menahan desahannya. Kurir itu terus memainkan dildo. Sedangkan lobby
mulai semakin ramai orang lalu lalang.
Beberapa orang melewati depan sofa mereka tanpa mengetahui Rido sedang
telanjang bulat tengkurap di sofa dengan boolnya sedang dimainkan oleh kurir
yang Rido sendiri tidak tahu nama dan asal kurir itu.
Kurir “gimana bang? Sesuai gak produknya?”
Rido “ahh sshh iyahh mas udh pas ini ahhh”
Kurir “okee kita coba yg stu ini lagi ya” kurir itu mengambil satu alat
lagi, sebuah butt plug yang cukup kecil dengan kontrol remote, mirip vibrator,
lalu dicabutnya dildo di dalam bool Rido digantikan butt plug berwarna hitam.
Bool Rido terasa kosong digantikan plug itu rasanya jauh berbeda, tapi plug
itu bisa menyentuh prostatnya langsung karena bentuknya yang bercabang.
Lalu kurir itu mengajak Rido duduk, dinyalakannya remote plug itu dan Rido
mendesah, kepalanya menyentuh meja tertunduk menahan desahan.
Kontolnya ngaceng keras merah ketat karena diikat dengan ring cock tadi.
Kurir itu tertawa melihat Rido menahan rasa sange dan kenikmatan.
Kurir “hahahah ini fungsinya biar bisa dipakai seharian yaa, jadi konsepnya
but plug membuat lubang bool homo kayak lu gak kosong, hahahah emang binal
banget lu beli beginian”
Rido “ahh ssshh ini baru pertama beli mas”
Kurir “hahahah udah gatel banget ya bool lu hahahah, okee kita tes alatnya,
harusnya bisa tetap di bool lu meski lu beraktivitas, jadi pakai lagi celanamu,
dan kita coba jalan”
Rido “hah? Aduh mass takut bangett”
Kurir “udaa cepetan atau gue teriak nih ada orang cabul disini?”
Rido langsung mengenakan celana pendeknya lagi, singletnya dan kotak paket
itu ditinggalkan di atas meja.
Rido mengikutinya dari belakang dengan tangannya memegang selangkangan,
kontolnya ngaceng parah membentuk tenda di celana pendeknya.
Saat berjalan Rido merasa malu menjadi perhatian, mengenakan celana pendek
memegang selangkangan tanpa baju, tubuh putih mulus. Tentu akan diperhatikan
oleh siapa pun yang melihatnya.
Kurir itu mengajak Rido ke halaman depan apartemen. Selama perjalanan Rido
menjadi perhatian. Orang-orang mulai penasaran kenapa Rido hanya mengenakan
celana pendek.
Ada yang berpikir mungkin mau berenang, ada yang menyangka Rido kepanasan.
Tubuh indah Rido juga mendapat pujian dari beberapa orang yang lewat membuat
Rido semakin terangsang.
Saat baru keluar dari lobby, masih di teras lobby, mereka berpapasan dengan
seorang pria bertubuh kekar yang baru saja selesai jogging. Dia terdiam menatap
Rido.
Rido semakin malu tangannya menutup selangkangan, kepalanya tertunduk.
Pria “lohh abis ngapain nih?”
Kurir “hahah ini bang salah minum obat kepanasan biasa lah, ini mau saya
bawa ke Rumah sakit” tiba-tiba saja kurir mendapat alasan untuk kondisi Rido
saat ini.
Pria “hahahah obat apaan tuh” senyum nakal
Kurir “obat kuat bang hahahah”
Pria “hahhah makanya olahraga bang, jangan ngandelin obat hahah”
Rido “ii iyaa mas ehh uhh” kurir itu menaikkan getaran butt plug di bool
Rido membuatnya sedikit mendesah tertahan.
Pria “ngaceng ya bang? Dipegang trus hahah”
Kurir “hahah gak bisa lemes itu bang makanya mau dibawa ke rumah sakit”
Pria “coba liat bang hahahah” tangan pria itu menarik tangan Rido dan
terlihatlah kontol Rido membentuk tenda di celana pendeknya, ujungnya terlihat
basah terkena precum.
Rido “ahh sssh jangan mas maluu ahhh” Rido mencium aroma keringat dari pria
itu dan ekspresi tertawanya membuat Rido semakin terangsang, ditambah butt plug
yang semakin kencang.
Kurir “anjing basah cokk hahahahah”
Pria “wooww besar juga yaa hahahah”
Rido “ahhh udah mas uhh yahh gak tahannn ahhh” CROOOTTT CROOOTTT CROOOTTT
CROOOTTT CROOOTTT CROOOTTT Rido menyemburkan pejuhnya di hadapan kurir dan pria
itu, pejuhnya muncrat menembus celana tipisnya, selangkangannya basah.
Pria “hahahahahaah anjing malah ngecrott njirr, gila ni orang hahahah”
Kurir “bangsattt gak tau malu anjing hahahah”
Rido “uhhh ssssh haaaahh maa maaaf mass ahhh”
Pria “njing y audah lanjut sana beresin bikin malu aja didepan apartemen
malah ngecrott, siang siang lagi”
Kurir “hahahah anjing lu suka ya sensasi diliatin orang? Hahahah” kurir itu
menarik Rido ke area parkir.
Rido “ahhh iyaahh mass uhh”
Mereka sampai di parkiran yang cukup sepi. Kurir itu menarik Rido di
sebelah mobil hitam yang terparkir di pojok. Langsung mengeluarkan kontolnya
yang sudah tegang sepanjang 20 cm, dan menyuruh Rido segera menghisap
kontolnya.
Rido yang sudah sange parah karena eskalasi ekshib selama di lobby langsung
melepas celananya telanjang bulat di parkiran dan berlutut mengulum kontol
kurir itu.
Kurir tertawa melihat tingkah Rido yang mulai liar. Tanpa disuruh sudah
berani telanjang sendiri, sekarang justru kurir itu yang khawatir kalau ada
orang lewat.
Saat ini di siang bolong, matahari terik menyengat, dengan banyak mobil dan
motor terparkir berjejer, dihiasi pohon-pohon kecil dan tanaman pagar rendah di
taman parkir yang lumayan sepi itu.
Rido berlutut nungging mengulum kontol kurir yang namanya saja belum Rido
ketahui.
Kurir “Anjing lu gila ya? Siang-siang telanjang bulat di parkiran!”
Rido “Ahh... sshh mas... sangeee... uhh...”
Kurir langsung tarik Rido berdiri, mencabut butt plugnya dan memasukan
kontolnya ke dalam bool Rido Blesss.
Kurir “anjiiing bangsatt masih ketat banget bool lu anjing ahhh sssshh suka
lu kan dientot hmmm”
Mereka jalan pelan sambil ngentot di antara mobil-mobil yang terparkir.
Pantat montok Rido bergoyang tiap hentakan.
Keringat mengalir di tubuh telanjangnya yang terpantulkan dari kaca-kaca
mobil yang mereka lewati.
Ring cock bikin kontol Rido ngaceng keras meneteskan precum ke aspal panas
yang bikin telapak kakinya terasa terbakar.
Suara angin siang berhembus pelan lewat dedaunan tanaman pagar. Bau aspal
panas bercampur bau keringat mereka berdua. Tiba-tiba suara mesin mobil
mendekat dari gerbang masuk.
Kurir “Anjing makin deket itu mobil, Pindah cepat!”
Kurir tetap genjot bool Rido sambil jalan cepat, tangannya memegang
pinggang Rido kuat-kuat. Mereka pindah ke balik mobil SUV hitam besar.
Tubuh telanjang Rido hampir tersandung, napasnya tersengal. Mata
celingak-celinguk takut ada yang nongol dari balik mobil lain.
Panas matahari bikin keringat mereka semakin licin. Lubang bool Rido makin
basah dan berbunyi “ploc ploc” setiap mereka melangkah.
Kurir “anjing baru kali ini gw ngentot diparkiran, enak juga ahhh memacu
adrenalin anjing, kalau sampai ketahuan gw tinggalin lu anjing hahahah?”
Rido “Ahhh... sshh mas iyaahhh ahhh entot aja mas”
Kurir menampar pantat Rido keras “plak plak!”
Tiba-tiba suara langkah kaki dua orang pria dan wanita penghuni datang dari
arah pintu lobby menuju ke arah mereka berdua, ngobrol keras sambil bawa
belanjaan.
Sandal mereka berbunyi keras menggesek aspal. Setiap hentakan sendal itu
membuat Rido semakin berdebar dan merangsang adrenalin ekshibnya.
Kurir “Sialan cewek-cewek itu makin deket! Jalan lagi njing!”
Kurir tetap ngentot sambil jalan, kontolnya gak pernah keluar, cuma dorong
Rido maju pelan-pelan sambil pantat Rido goyang-goyang.
Mereka pindah ke balik tanaman pagar rendah di pojok parkiran. Daun-daun
hijau menyentuh tubuh telanjang Rido yang panas.
Tubuh Rido hampir kelihatan dari pinggir tapi kurir tetap genjot tanpa
ampun, napasnya kasar di telinga Rido.
Rido “Ahh... mas... mereka lewat... aku takut... ahhh giman mas ahh...”
Kurir “Diem lu! Kalau mereka liat, gue tinggal lari, biarin lu telanjang
didepan mereka, biar pada tahu lu cabul mesum hahahah”
Rido “ahhh sssh iyahh mass ahh aku cabul mesum uhhh”
Kurir “Dasar pelacur gak tau malu! Siang bolong jadi mainan kurir, kontol
diikat, lubang bool digenjot sambil jalan! Lu cuma barang murahan anjing!”
Tiba-tiba suara mobil lain mendekat lagi dari gerbang, klakson pendek
terdengar.
Kurir “Anjing tu mobil lurus kesini cokk, pindah cepet!”
Kurir tetap genjot sambil jalan, dorong Rido lari kecil ke balik tiang
listrik dan pohon. Kontolnya maju mundur di dalam bool Rido.
Celingak-celinguk panik, mata liar memperhatikan setiap celah antara
mobil-motor. Jantungnya berdegup kencang campur sange yang meledak-ledak. Panas
matahari bikin tubuh mereka licin keringat.
Kurir “Hahahah liat tuh! Hampir ketahuan! Lu emang binal banget, homo!
Anjing ahh sssshh bangsattt telen pejuh gue anjing ahhh!” CROOOTTT CROOOTTT
CROOOTTT CROOOTTT CROOOTTT kurir itu menembakkan pejuh yang sangat banyak di
bool Rido.
Rido sudah gemetar parah, ring cock menahan muncratnya.
Rido “Ahhh... mas... gue juga mau keluar... sshh ahhh enak banget pejuhny
mass ahh panass uhhh...” CROOOTTT CROOOTTT CROOOTTT CROOOTTT
Kurir tambah kencang genjotnya di balik tiang, tangan meremas susu Rido
keras, napasnya memburu.
Kurir “Muncratlah lu anjing! Biar seluruh parkiran tau ada homo binal lagi
disodok kurir siang-siang! Dasar lonte murahan!”
Rido “ahhh ssssh iyaahh mass enak bangett ahhh”
Kurir “Hahahah, puas lu? Sekarang gue cabut ya, pelacur! gw tinggal dulu,
lu telanjang aja di sini, barang murahan! Hahahah dasar homo gak tau malu!”
Kurir itu mencabut kontolnya, langsung naik ke mobil paket, mesin nyala,
dan pergi begitu saja tanpa menoleh lagi, meninggalkan Rido telanjang bulat
meringkuk di balik tanaman pohon, sperma kurir menetes-netes dari lubang
boolnya.
Rido meringkuk di balik daun-daun tanaman pagar yang rendah, napasnya masih
tersengal. Tubuhnya basah keringat dan sperma. Dia celingak-celinguk mencari
celana pendeknya yang tadi dilepas di dekat mobil pertama.
Tapi entah kenapa, rasa malu yang membara justru bikin birahinya naik lagi,
kontolnya masih ngaceng keras. Panas matahari siang menyengat kulit
telanjangnya. Angin hangat menyapu pantat montoknya yang terbuka.
Suara burung dan derum mobil samar di kejauhan bikin hatinya berdegup...
nikmat.
Rido “Ahh... sshh... kenapa... gue malah sange lagi...”
Tangannya pelan meraih kontolnya, mulai ngocok pelan sambil
celingak-celinguk takut ada orang lewat. Tubuh telanjangnya meringkuk semakin
rendah di balik tanaman pagar. lubang boolnya yang masih penuh sperma kurir
terasa hangat dan berdenyut.
Setiap kali ada suara langkah atau derum motor mendekat, tangannya berhenti
sejenak, jantungnya mau copot. Tapi justru bikin sange semakin gila. Akhirnya
setelah beberapa menit yang terasa lama, Rido mencapai klimaks lagi, muncrat di
rumput.
Tubuhnya kejang pelan di bawah terik siang, kepalanya keluar dari tanaman
menatap keramaian sambil mendesah memuntahkan pejuhnya.
Keadaan parkiran kembali sepi, hanya angin dan suara daun bergoyang. Rido
langsung bangkit, berlari telanjang bulat kecil-kecil mengambil celana
pendeknya dan butt plug yang tergeletak di dekat tempat awal tadi. Buru-buru
memakainya.
Tubuhnya masih gemetar, lubang boolnya basah dan lengket, tapi wajahnya
tersenyum puas.
Rido berjalan cepat kembali ke apartemen, mengambil kotaknya di sofa, lalu
kembali ke kamarnya berbaring di lantai sambil mengatur nafasnya yang
ngos-ngosan. Kakinya lemas, tapi hatinya penuh kepuasan.
Meski hanya satu ronde, berlarian telanjang di parkiran siang-siang sambil dientot kurir yang gak dikenal... sensasi ekshib dan humiliation itu benar-benar beda, lebih panas, lebih gila dari yang pernah dia rasakan.


Komentar
Posting Komentar