---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

 


Sore itu cuaca sedang cerah Andi lagi santai duduk di teras belakang minimarket, kakinya selonjoran sambil merokok kretek kesukaannya, asapnya naik ke atas campur angin sepoi-sepoi.

Dia lagi bosan, minimarket sepi karena jam-jam segini pelanggan biasanya masih di kantor atau sekolah. Di dalam, Roni lagi sibuk stok barang di gudang belakang, telanjang bulat seperti biasa sejak Andi melarangnya pakai baju apa pun di dalam toko, perintah Andi yang udah jadi hukum bagi Roni.

Kontol Roni setengah ngaceng karena tadi pagi Andi pasang plug kecil bergetar di boolnya, vrrr vrrr pelan tapi konstan, bikin Roni mendesah setiap angkat kardus berat.

Badannya putih mulus berkeringat tipis, susu montoknya bergoyang setiap langkah, putting pinknya melenting kena udara dingin AC. Roni dalam hati ‘Ahh sialan Ndii, plug ini bikin gue sange terus, gue ngatur stok barang aja kontol gue berdenyut, kalau ada pelanggan masuk gimana nih, tapi gue suka jadi lonte Andi kayak gini ahhh.’

Andi nyengir sendiri ingat pagi tadi: dia suruh Roni nungging di kasir, pasang plug sambil tampar pantat plak plak, Roni mendesah “Ahhh Ndii… uhh jangan pasang lagi, gue sange trus nih seharian.”

Andi cuma ketawa, “Lonte gue harus sange terus njing.” Sekarang Andi duduk santai, scroll HP sambil mikir rencana baru buat mainin Roni lebih hina lagi mungkin ajak junior baru ikut gangbang malam ini tapi udah biasa pikir andi.

Tiba-tiba Andi liat dari pinggir jalan, ada 5 anak anak masih bocil, masih SMP mungkin. lagi nongkrong di halaman belakang minimarket. Mereka bawa bola sepak usang, lagi tendang-tendangan santai sambil ketawa-ketawa kenceng. Andi kenal mereka, bocil kematian yang sering mampir beli rokok ketengan.

Fajar, Rizky, Dito, Bram, Dan Andra, ke 5 anak ini memiliki badan yang cukup menarik sebagai bocil, tubuh mereka lumayan berotot karena sering olahraga tapi namanya bocil yaa tetap aja kecil kurus hitam kotor. Mereka keliatan lagi main bola kecil-kecilan di halaman, tendang ke tembok dan tangkep lagi.

Andi nyengir lebar, matanya langsung ke bola mereka. Andi bangkit sambil buang rokok, berjalan ke arah mereka. “Eh bocah-bocah, pinjem bolanya dong! Gue lagi pengen main bentar, lama gak pegang bola nih. O iyaa gue andi karyawan minimarket sini

Fajar liat Andi, nyengir lebar sambil lempar bola ke Andi. “Kak Andi? Boleh aja Kak, tapi Kakak ikut main dong sama kita. Kami lagi latihan nih, tapi pelatih kami lagi sakit.”

Rizky “Iyaa Kak, kayaknya kakak  jago

Andi ambil bola dari Rizky, lalu mulai mainin sendirian di halaman belakang minimarket yang luas. Andi tendang-tendang bola, dribble lincah, tendang ke dinding dan tangkep lagi dengan kaki. 5 anak itu melongo kagum, Andi mainnya jago banget, gerakannya cepet dan presisi kayak pernah latihan serius.

Dito “woww Kak Andi jago banget! Kakak pemain bola ya? Gue tim bola sekolah nih, Kakak latih kami dong.”

Bram “Iyaa Kak, pelatih kami sering bolos, kami butuh bimbingan.”

Andra “Kak Andi pasti bisa, badan Kakak juga bagus banget.”

Andi ketawa sambil jongkok pegang bola. “Haha gak hebat hebat banget kok, cuma hobi aja. Kalau kalian minta gue latih, yaudah gue setuju. Besok sore aja di lapangan deket sini, gue ajarin dasar dasar aja

Fajar “Serius Kak? Wah mantap! Kami tim bola SMP Sejahtera, sebenarnya ramai tapi kurang disiplin anak anaknya

Rizky “Besok jam 4 sore ya Kak, kami bawa bola baru!”

Andi “Oke deal. bos gue, Roni, juga suka bola, nanti gue ajak”

Mereka saling tos, lalu 5 anak pulang sambil excited. Andi dalam hati nyengir licik: ‘Bocah-bocah ini masih polos, bisa kali yaa gue mainin roi didepan mereka, lucu kali, pasti roni malu banget hahahah.’

Beberapa hari Andi melatih anak anak main bola saat sore hari, 5 anak itu mulai deket sama Andi. Latihan di lapangan deket minimarket, Andi ajarin teknik dasar: dribble, passing, tendangan penalti, sampe strategi tim.

Andi termasuk jago, dan itu bikin mereka kagum dan mengidolakan andi. “Kak Andi, gue pengen jadi kayak Kak! Kontrol bolanya mantap!” kata Fajar suatu sore pas latihan selesai. Andi cuma ketawa, “Latih trus aja, bocah, Besok latihan gue ajak bos gue roni, kalian pernah liat kan di minimarket?”

Mereka “Wah Kak Roni yang ganteng di minimarket? Boleh Kak, tambah rame.”

Andi nyengir dalam hati, ‘Bocah-bocah ini belum tau Roni yang sebenarnya.’

Malam itu, setelah latihan, 5 anak mampir ke minimarket buat belanja minum dan camilan. Mereka pengen sekalian ketemu Andi buat ngajak latihan besok. Minimarket lagi sepi, hampir tutup. Andi lagi di dalam, duduk di kursi kasir sambil main HP. Roni di ruanganya telanjang bulat seperti biasa. Kontol Roni ngaceng karena Andi lagi iseng nyalain remote vibrator di boolnya.

“Ndii… ahhh uhh jangan nyalain lagi… gue lagi cek stok nih…” Roni mendesah pelan di ruanganya, tangannya gemetar pegang laptop, badannya putih mulus berkeringat, susu montok bergoyang, putting pink melenting.

Andi nyengir, “Lonte gue harus sange terus, Sini ke depan, gue lagi sange nih, mau entot lu di kasir.”

Baca cerita selengkapnya di LYNK ID dlaam bentuk PDF disertai 35 gambar ilustrasi , hanya 8000 klik link: https://lynk.id/sancasado

Ilustrasi adegan dalam cerita: 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diperbudak junior

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu