---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

Diperbudak junior

 



Part 1: Jiwa Slave Roni

Roni berusia 27 tahun, belum menikah, dan tinggal sendirian. Masa kecilnya rumit. Orang tuanya bercerai gara-gara ayahnya selingkuh dengan pria. Tak lama setelah cerai, ibunya meninggal karena sakit. Ayahnya pindah ke Jerman bareng selingkuhannya, ninggalin Roni di rumah warisan dengan kiriman uang bulanan yang pas-pasan.

Habis lulus SMA, Roni hidup bebas. Nongkrong, gym, coli, ganti-ganti kerja dari kafe sampai pabrik. Dia ogah nikah. Sekarang kerja di minimarket. Uang dari ayahnya cukup, tapi Roni nggak mau hidup tanpa kerja. Baginya, kerja itu hiburan, cari teman, dan obat kesepian. Untung ada rumah warisan, jadi nggak perlu bayar kos.

Roni nggak benci ayahnya yang gay. Malah, dia paham banget. Soalnya Roni juga gay. Dia suka pria kasar, slengekan, jantan. Tapi Roni nggak ngondek sama sekali. Penampilannya normal, bahkan maskulin. Tubuhnya terpahat indah dari gym rutin, ototnya kencang, kontol besar, pantat semok, dada bidang. Sekilas kelihatan homo muscle, tapi buat orang awam, dia cowok biasa yang menawan.

Yang bikin Roni gelisah adalah fetish rahasianya. Tiap onani, dia selalu bayangin hal-hal memalukan dan ekstrem. Dia ingin dientot brutal sama pria yang kurus, hitam, otot tukang tapi berkontol jumbo. Roni pengen diperlakukan kayak anjing atau lonte murahan.

Suatu hari, dia nyasar ke konten gay BDSM di X. Ternyata banyak yang punya fetish sama. Roni merasa nggak sendirian. Dia mulai posting foto tubuh telanjangnya wajah disensor. like dan komentar membanjiri akun barunya, meski banyak dari bot. Yang penting, dia bangga sudah pamer badan di X dan respon yg vulgar membuatnya birahi.

Semakin dalam eksplorasi X, Roni paham istilah-istilah BDSM. Dia sadar dirinya slave sejati. Hanya saja roni susah cari master yang pas. Banyak DM masuk, tapi nggak ada yang cocok. Akhirnya dia cuma punya master online yang suka kasih perintah binal. Roni nurut, tapi selalu tolak ajakan ketemu. Takut, plus fisik mereka nggak sesuai impiannya.

Roni sudah setahun kerja di minimarket, ini rekor terlama. Tempatnya nyaman, ber-AC, ada mess karyawan. Rumahnya nggak terlalu jauh, tapi dia pilih nginep di mess biar hemat dan praktis. Mess cuma punya dua kamar berpenghuni. Roni tidur sendirian satu kamar, sementara Jaka dan Dodi bareng di kamar lain. Tiga orang lain pulang-pergi.

Mess yang sepi bikin Roni leluasa. Dia bisa vidcall master atau kerjain tugas-tugas mesum tanpa takut ketahuan. Saat ini dia punya tiga master online yang suka minta PAP atau video binal dan tolol. Master favoritnya bernama Sandi, Sandi bilang baru lulus SMA, umur 18. Tapi sandi jarang online, nggak pernah nunjukin muka atau tubuh, tapi cara ngomongnya kasar dan penhinaan dari sandi bikin Roni sange berat.

Malam itu, Roni shift malam bareng Jaka. Duduk di kasir, iseng buka Telegram. Ketiga masternya lagi minta PAP kontol sekarang juga. Jantungan, tapi nekat. Roni buka resleting, keluarin kontolnya. Jaka lagi rapiin rak display, jadi aman.

Baru keluar, kontol Roni langsung tegang. Sensasi ngeluarin barang di tempat umum bikin dia basah. Cepet motret, kirim ke tiga master tadi. Dalam hati berharap mereka offline takut ada perintah gila pas kerja. Tapi juga pengen banget dilanjutin.

Ternyata Sandi online. Master favorit yang paling jarang muncul.

Sandi: Dasar anjing tolol, lagi kerja malah ngontol.

Roni: Uh iya Tuan, kan Tuan yang minta tadi.

Sandi: Hahaha gw kira lu dikamar, nggak nyangka lu nurut di tempat kerja, cok.

Roni: Perintah Tuan harus segera Dogi lakukan. (Dogi nama samaran Roni)

Sandi: Emang tolol banget lu, bangsatt. Nurut amat.

Roni: Ahh iya Tuan.

Sandi: Lu jaga sendirian?

Roni: Ada temen lagi rapiin rak, Tuan.

Sandi: Kirain sendirian. Dari PAP tadi lu pakai celana dalam ya?

Roni: Iya Tuan.

Sandi: PAP lagi. Kontol lu masih di luar kan?

Roni: Iya Tuan. (kirim PAP)

Sandi: Hahaha kontol lu udah lemes lagi. Sekarang cari tempat sepi, lepas celana dalam lu, ikat biji kontol kayak biasa. Anjing tolol kayak lu nggak pantes pakai celana dalam. Videoin.

Roni buru-buru ke belakang ambil tali. Lepas celana dalam, ikat biji kontolnya kuat-kuat. Seketika kontolnya tegang lagi, memerah. Pakai celana jeansnya lagi. Bentuk kontolnya jiplak banget ke paha kanan. Siapa pun yang lihat pasti tahu.

Panik, tapi sange berat. Baru kali ini dapat perintah gila begini pas kerja.

(kirim video)

Sandi: Hahaha anjing tolol, nurut banget. Dasar lonte murahan. Btw, lu umur berapa sih?

Roni: Ahh iya Tuan, Dogi 27. Masa lupa?

Sandi: Hahaha sorry, kebanyakan slave.

Roni: Uhh Tuan keren.

Sandi: Umur udah tua malah jadi anjing tolol.

Roni: Iya Tuan, ahh.

Sandi: Awalnya gw agak gak enak sama lu, Bang. Umur udah 27. Tapi lu binal parah. Jadi slave gw terus ya.

Roni: Ahh iya Tuan. Dogi suka banget master yang lebih muda.

Sandi: Lu punya berapa master?

Roni: Ada tiga sama Tuan.

Sandi: Anjing, lu lonte banget.

Roni: Iya Tuan, ahh.

Sandi: Ikatan kontol lu jangan dilepas sampe shift selesai. PAP lagi buat bukti.

Roni: Baik Tuan. (kirim PAP celana yang jiplak banget)

Sandi: Hahaha kerja tanpa celana dalam, kontol diikat ngaceng, jiplak gila hahah emang tolol ni lonte anjing. Dah ya, nanti PAP lagi anjing.

Shift selesai, Roni kirim video bukti ikatan masih utuh. Baru setelah itu dia lepas ikatannya dan tidur.

Begitulah hari-hari Roni dengan master online-nya. Dia mulai bosan. Pengen master sungguhan, yang real, yang bisa pegang dan hina langsung. Tapi sampai sekarang, Roni masih belum berani.



Part 2: Andi, Junior Baru

Salah satu pegawai minimarket resign. Bos langsung ganti dengan anak baru namanya Andi. Umurnya baru 18 tahun, tubuhnya tinggi hampir sama kayak Roni. Kurus, tapi berotot kencang. Kulitnya hitam manis kecoklatan, khas anak tukang yang sering panas-panasan. Andi emang sebelumnya serabutan bantu pamannya, makanya tubuhnya tidak seperti anak 18 tahun pada umumnya. Bahkan sekilas Andi seperti lebih tua dari Roni.

Bocah ini ceria banget, slengeken, senyumnya lebar terus. Pas bos perkenalin ke tim, Roni langsung terpana. Wajah Andi manis polos, alis tebal, tatapan mata yang bikin hati Roni bergetar. Anjing, gundukan selangkangannya gede ini pasti besar ukurannya. Ahh gila aku... itu ngaceng apa emang gede sih? Ini tipe idaman banget kurus item berotot, persis bayangan fetish Roni yang pengen dientot brutal sama tukang kontol jumbo.

Hari itu juga Andi mulai kerja. Dia numpang di mess karena selama ini tinggal sama paman. Alasan utama dia mau kerja di sini ya karena ada mess gratis. Roni langsung kesel berat di luar, tapi dalam hati seneng gila. Kamarnya harus dibagi. Susah nih mau coli bebas atau vidcall master. Tapi di sisi lain… akhirnya ada temen sekamar yang persis fantasinya pribumi asli, beda sama dirinya yang keturunan Chindo putih mulus. Yah minimal ada pemandangan menggairahkan tiap hari lah, pikir Roni.

Pas berkenalan, Andi ngeliatin Roni dari atas sampe bawah. Tatapannya lama banget, kayak lagi nyedot daya tarik tubuh muscle Roni. Roni sadar, langsung salah tingkah, kontolnya kedut-kedut kecil di celana. Pikirannya langsung mesum kemana-mana.

Andi: “Bang Roni ya? Keren banget badannya bang hahah, gym ya bang?”

Roni: “Eh iya, Andi ya? Biasa aja kok... lu juga keren, masih muda udah berotot mantap hehe.”

Andi: “Haha biasa aja bang, kerja kasar bantu paman. Bang Roni yang kayak model gini, putih mulus, pasti banyak yang naksir ya?”

Roni: “Eh nggak lah hahah, biasa aja Ndi, hehe.”

Andi: “Haha bercanda bang. Gw seneng banget sekamar sama abang, keliatan asik diajak ngobrol.”

Roni: “Iya Ndi... gw juga seneng ada temen sekamar kayak lu.”

Setelah perkenalan, Andi masuk shift sore. Roni lagi shift pagi, ijin bentar nganter Andi ke kamar buat istirahat sekalian bongkar barang. Begitu masuk kamar, Andi langsung nengok-nengok agak lama, kayak orang lagi menyelidiki sesuatu. Liat kasur cuma satu, kecil pula.

Andi: “Bang, aku tidur di karpet aja ya.”

Roni: “Santai aja, Ndi. Ini kamar kita berdua kok.”

Andi: “Hahah oke lah bang.”

Andi cengengesan, langsung buka baju sama celana. Tinggal boxer doang, rebahan di kasur. Roni dalam hati berdecak kagum, mata nempel lama ke tubuh Andi otot tukang kencang, kulit coklat menggoda, dada bidang meski kurus. Apalagi gundukan di selangkangannya… anjing, menggunung banget di boxer tipis. Entah emang gede atau lagi setengah tegang. Tapi nggak mungkin tegang kan? Jadi kesimpulannya: kontol Andi pasti jumbo abis. Roni kontolnya langsung kedut lebih keras, buru-buru alihkan mata takut ketahuan.

Andi: “Enak bang kamarnya. Bang Roni selama ini sendirian ya di sini? Pasti enak coli bebas hahaha.”

Roni: “Hush Ndi ah... ada-ada aja hahah.” Padahal gak cuma coli, tapi diperbudak master online, wkwkwk.

Andi: “Haha bercanda bang, santai aja. Gw suka banget sama abang, keliatan enak diajak ngobrol.” Roni kayak tersipu malu, kata “suka” Andi kayak ungkapan yang beda.

Roni: “Iya Ndi hahah gw juga suka sama lu.”

Andi: “Hah?”

Roni: “Ahh emm itu maksudnya suka ada temen satu kamar kayak lu, keliatan ceria nyenengin aja hehe.” Hati Roni berdebar, kata-katanya tadi bikin canggung aja.

Sepanjang shift pagi, Roni nggak bisa fokus kerja. Pikirannya penuh sama Andi setengah bugil tadi, gundukan itu goyang pelan pas Andi rebahan, bau badan cowok muda yang masih nempel di ingatan. “Gila, satu kamar sama bocah baru dewasa gini. Gw bakal sange mulu anjir. Gundukan kontolnya gede banget, mana dia nggak malu-malu langsung boxeran doang di depan gw. Aku bisa gila nih, prescum udah basahin celana.”

Andi sendiri ngerasa Roni lucu banget. Tubuh muscle putih mulus, tapi babyface imut malu-malu. Dia cukup tertarik sama cowok satu kamar ini, mata sering curi pandang ke pantat Roni yang semok pas lewat.

Begitu shift Roni selesai, dia buru-buru balik ke mess, hati deg-degan. Pintu dibuka pelan Andi masih tidur telentang, boxer-nya mengembung gila, kontol setengah tegang keliatan jiplak lebih jelas karena posisi tidur, gundukannya gerak-gerak pelan mengikuti napas Andi. Roni mendekat, pura-pura mau bangunin, tapi mata nempel lama ke gundukan itu. Jantung berdegup kencang, kontolnya sendiri ngaceng di celana.

Tangan Roni nekat nyentuh gundukan itu pelan, rasain panas kenyal kontol Andi yang setengah tegang. Anjing, gede banget, panjang, belum keras full aja udah segede ini. Kalo ngaceng total, pasti membagongkan ini. Roni sange berat, prescum basahin celana dalam. Matanya nyedot tubuh kurus berotot coklat itu dari deket bau keringat cowok muda menyeruak, bikin nafsu makin gila.

Gak mau berlama-lama memperhatikan Andi takut ketahuan, dia akhirnya bangunin Andi dengan nyentuh perutnya merasain sixpack kencang bocah itu. Uhh, keras banget, kulit panas.

Roni: “Ndi bangun Ndi.”

Andi: “Eh bang... makasih ya udah bangunin Andi. Enak tidurnya, hehe.”

Roni: “Iya Ndi... mandi sana, shift lu bentar lagi.” Roni berdiri dan membuka bajunya menyisakan singlet lalu membersihkan wajahnya dengan facial removal.

Andi: “Bang, badan abang keren banget sih. Gw iri, putih mulus gini.” Andi berdiri memegang lengan Roni dari belakang, mengelus-ngelus tangannya, “Hahah beda banget ama badan gw, item kasar lagi haha.”

Roni: “Eh Ndi hahah iya Ndi, lu juga keren kok badan lu mantap jantan banget dilihatnya.”

Andi: “Haha iya dong bang hahah, laki-laki harusnya gini bang, hitam kasar keliatan kerja keras.” Andi sambil memperagakan tubuhnya seperti binaraga di belakang Roni, Roni hanya kagum melihat Andi dari kaca di depannya sambil senyum kagum dan geleng-geleng dengan sikap PD Andi.

Roni: “Trus aku gak laki gitu? Hahah.”

Andi: “Hmmm laki sih bang tapi gimana ya jelasinnya hahah, udah lah kita sama-sama keren tapi beda aliran gitu aja wkwkwk.”

Roni: “Hahahah Andiii Andiii ada-ada aja km Ndi hahahaha.” Roni tertawa lepas dengan asbunnya si Andi yang makin lucu dan gemesin. “Udah ah sana mandi malah pose kayak binaraga aja lu.”

Andi: “Hehe iya bang.”

Habis mandi, Andi masuk kamar cuma pake handuk doang, air menetes di tubuh coklatnya. Baju kotornya dilempar sembarangan ke lantai. Roni mata nempel ke gundukan selangkangan terbungkus handuk yang goyang pas Andi jalan.

Andi membelakangi Roni, langsung buka handuknya pelan. Bugil bulat di depan orang baru! Roni melotot kagum dari belakang pantat Andi semok mulus coklat, belahan jelas, goyang pelan pas Andi ambil baju. Sayang banget nggak bisa liat kontolnya dari depan. Roni kontolnya ngaceng keras, prescum netes lagi.

Andi cuek aja telanjang lama di kamar, ambil baju pelan. Dia emang gak tau malu kebiasaan dari kecil tinggal sama paman, santai telanjang atau pake baju tipis yang jiplak jelas, PD slengeken aja badannya biasa tukang.

Andi memakai sempak dan celana jeans untuk bekerja dan memakai kemeja, sambil mengancing bajunya, Andi balik badan hadap ke Roni.

Andi: “Ehh maaf ya bang tadi telanjang lupa kalau di kamar ada abang hahah. Kebiasaan di rumah bang hahah, kami emang gak tahu malu. Maaf ya.”

Roni: “Eh... iya Ndi... gak papa kok santai aja sama-sama laki juga kan hahahah.” Dalam hati Roni udah deg-degan sange parah orang-orang gak tau malu kayak gini malah di mata Roni lebih jantan laki dan sexy abis.

Andi: “Haha iya bang, jangan risih ya, kalau ada yang salah tegur aja bang gw gak marah kok.”

Roni: “Hahah iya Ndi santai, badan lu juga keren jadi gak ganggu lah apa lagi risih ya gak lah.”

Andi: “Hahahah lain kali abang telanjang depan gw ya pengen liat bang hahahaha becanda bang.” Andi ketawa slengeken, “Udah lah gw kerja dulu ya bang.” Plak! Andi menepuk pantat Roni, “Pantat abang montok banget sih hahah gemes liatnya bang sory ya hahahah.”

Roni: “Ih Andiii awas lu yaaaa.”

Andi pergi meninggalkan Roni yang tersenyum tersipu malu dengan kontolnya yang ngaceng di dalam celana.

Roni sekarang birahi membara total. Udah lama banget nggak liat tubuh telanjang tipe idamannya secara langsung, apalagi deket gini, bau Andi masih nempel di kamar.

Roni liat tumpukan baju kotor Andi di lantai, kepalang sange. Andi nekat ambil celana dalam kotor Andi dari tumpukan baju, sempak segitiga tipis agak robek khas sempak murahan tukang. Roni langsung cium dalam-dalam, hirup bau khas kontol dan selangkangan bocah itu. Anjing, baunya kuat banget ahh bau tukang muda, keringat campur bau kontol, bikin kontol Roni ngaceng keras maksimal.

Roni perlahan membuka kancing celananya, sambil terus mencium sempak Andi, Roni menelanjangi dirinya pelan, berlutut di atas tumpukan baju Andi, coli gila-gilaan sambil hidungnya nempel di sempak Andi. Bayangin Andi lagi entot dia brutal dari belakang, disodok kontol idaman “Uhhh Ndii… iyaahh… entot aku Ndi please… ahhh kontolmu gede banget Ndii… yahhh uhhh! Tuan Andi entot abang lebih kasar Ndii ahh!”

CROOOOTTT… CROOOOTTT… CROOOOTTT… Pejunya muncrat banyak banget ke lantai dan sedikit ke baju Andi, badan gemetar sange puas.

Roni lemas dan lega, napas ngos-ngosan… tiba-tiba ngerasa ada yang ngeliat dari belakang.

Pintu kamar nggak dikunci! Dia noleh cepet ke arah pintu, terbuka tapi kosong gak ada orang. Jantungnya serasa copot. “Anjir, jangan-jangan Andi balik mau ambil barang trus liat gw lagi coli sambil cium sempaknya? Gila malu banget kalo bener! Tapi... sange lagi deh bayanginnya.”

Buruan bersihin peju yang muncrat ke mana-mana, balikin sempak Andi ke tumpukan baju kotor pelan-pelan. Keluar mess, langsung cek minimarket. Andi lagi rapiin rak, biasa aja sambil senyum lebar ke Roni biasa aja, sedikit lega namun Roni masih was-was dan kepikiran karena pintu tadi benar-benar terbuka.

Roni agak lega, tapi tetep was-was berat sepanjang hari. Apa bener Andi liat? Atau cuma perasaan doang?

Malam itu, Roni tidur gelisah, kontol kedut-kedut lagi mikirin Andi di kasur atas, bau sempak masih nempel di ingatannya.


Cerita ini teridiri dari 10 part yang per partnya bisa di akses di LYNK ID, tersedia juga versi Fullnya

Part 1: Jiwa Slave Roni

Part 2: Andi, Junior Baru

Part 3: Terbongkar, Malam yang mengubah Segalanya

Part 4: Mainin Senior Cabul

Part 5: Hadiah Yang Paling diinginkan Roni

Part 6: Teman Teman Andi

Part 7: Supir Truk Pengangkut Barang

Part 8: Dua Junior Bari, Menjadi Anjing Minimarket

Part 9: Renovasi Minimarket (+Ilustrasi gambar)

Part 10: Lonte Minimarket Selamanya (+ilustrasi gambar) Ending

Link Pembelian cerita dalam bentuk PDF bisa langsung di akses melalui LYNK ID, klik link:  

https://lynk.id/sancasado


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu