Spin Off Diperbudak Junior: Tukar Peran (Gratis)
Tukar Peran
Malam itu minimarket sudah tutup sejak sore. Bos besar kasih instruksi ke
Roni untuk libur satu hari penuh karena tanggal merah hari besar. Semua pegawai
yang tinggal di mess (total 12 orang) memilih stay, karena pulang kampung juga
nanggung.
Jadi malam ini mess lantai 2 penuh sama 13 orang: Andi, Roni, Jaka, Dodi,
Arsa, Anto, Bagas, Wira, Raka, Bima, Nanda, Adit, dan Bayu. Suasana lagi gabut
berat. Mereka pada duduk dan baring bermalas malasan memainkan hp masing
masing.
Roni bengong dan memikirkan hal hal seru yang bisa dia lakukan, sambil
natap punggung andi, pria yang paling dia cintai itu.
Tiba tiba roni kepikiran ‘uhhh andi keren banget yaa, jantan perkasa,
sesekali pengen juga kayak andi bisa jadi master yang dominan, tapi siapa yang
mau jadi slave gua? Di sini semua udah nganggep aku lonte murahan, ahh sialan
sange kan, ni kontol ngacengan banget dah’
Andi duduk di kasur, kaki selonjoran, boxer lusuhnya sudah sedikit turun menampakan
V line nya, Kontolnya setengah ngaceng sange tapi mager, sesekali dia pegang
sambil nyengir. Roni berbaring dibelakang Andi, telanjang bulat seperti biasa,
kontolnya ngaceng gara gara pikiran mesumnya tadi. Andi buang napas bosan, lalu
ngomong keras:
Andi “Gue bosen banget. Enaknya ngapain ya? Main game yokk ramai ramai,
dari pada main hp semua kayak lagi musuhan wkwkwkwk”
Roni “ehhh terserah aja ndii, gue mah ikut aja”
Andi “lu mah lonte gue kasi kontol juga diem hahahah”
Jaka “hahhah, main game apa nih?”
Arsa “kalau mainin bang roni gak perlu game kali ndii tinggal gas aja gak
sih hahahah”
Andi “nggak, kita main game doang, tebak tebak kata gitu seru juga”
Bagas “boleh tuu, bosen juga sih”
Andi “oke, mainya gini, satu orang maju, memperagakan sesuatu tanpa suara,
yang lain pada nebak, terserah mau peragain hewan benda atau apapun” Semua
langsung setuju karena memang sebosan itu.
Jaka “Gas ndii! Ayokk lah”
Andi “kita bikin aturan. Satu putaran = semua orang bergantian memperagakan
satu persatu. Trus kita buat Poin, tebakan yang benar +1, kalau salah -1, diam
0. Yang poin paling rendah di akhir putaran jadi loser.”
Bayu “gass lah, tapi yang kalah harus ngapain nih? Masa cuman kalah udah
gitu, gak seru lah”
Andi “emmmm ngapain yaa”
Roni “yg kalah buka pakaianya satu per satu”
Andi “idih tolol, lu aja udah bugil gitu hahahah” yg lain ikut tertawa,
roni cuman nyengir malu dengan ide bodohnya itu.
Dodi “hahahah kalau gitu aturanya, lu kalah juga percuma bang ahhaah,
gimana kalau yg kalah harus jawab pertanyaan yg menang? Kayak truth or dare
gitu”
Arsa “hmmm boleh tuuu”
Andi “hmmm kurang seru kalau truth, kita buat dare aja gimana? Berani gak
nih? yg menang bisa kasih tantangan apa aja buat yg kalah, yg kalah harus nurut
dan melakukan apapun yg si pemenang mau”
Bagas “siapa takut, kalau lu kalah gue suruh jadi kayak bang roni ndi
hahahah”
Andi “anjing gue gak bakal kalah lah permainan receh gini hahahah, gass
ayokk, berani semua yaa, gak boleh ada yg nolak”
Beebrapa semangat setuju dan beberapa agak ragu takut kalau andi menang dan
mereka kalah bisa bisa mereka dijadikan slave kayak roni.
Roni diam aja, tapi dalam hati deg-degan: ‘Ahh baru aja dipikirin, udah
ada aja jalanya hihihi, gue harus menang biar gue bisa jadiin salah satu slave
kayak andi ke aku, pengen kayak andi jadi jantan perkasa sesekali hihihi’
Permainan mulai. Kartu dibagikan, yg dapat kartu paling besar jadi peraga
pertama.
Andi dapat kartu joker maju duluan. Dia langsung memperagakan sesuatu
dengan nungging di lantai, merangkak pelan, pantatnya naik turun tanpa suara.
Semua mau jawab agak ragu karena kalau salah dapat mines 1, masih terus
memperhatikan.
Roni melihat andi memperagakan gerakan seperti anjing sedikit terpana,andi
hanya mengenakan boxer tanpa sempak, kontol lemasnya keluar dari celah celana
ikut bergoyang, roni dengan yakin teriak “Anjing!”
Andi “Benar.” Roni +1 poin.
Giliran Roni berdiri, mulai memperagakan dengan tangan di pinggang,
mengibas-ngibaskan tangan seperti sayap, jalan mondar-mandir sambil
mengangguk-anggukan kepala.
Andi dengan semangat menggebu gebu dalam permainan ini, langsung jawab:
“Burung!” Roni geleng. “Salah.” Andi poin -1.
Semua ketawa. Andi cuma nyengir, “Gue sengaja biar seru hehe.” Gengsi
mengaku kalah
Permainan berlanjut. Satu per satu mereka maju memperagakan gerakan: Jaka
memperagakan monyet, Dodi jadi robot, Arsa jadi Superman, Anto jadi kuda, Bagas
jadi ular, dll. Poin naik turun.
Andi yang terlalu percaya diri salah berkali kali meski sempat benar, Roni paling
lumayan mampu menjawab benar 5 kali tanpa kesalahan. Setelah 13 orang selesai
memperagakan, satu putaran penuh selesai, hitung poin:
Roni = +5 dan Andi = -3 (paling rendah) yang lain ada yg mines 1 atau 2
poin, standar tidak menang ataupun kalah.
Semua langsung bersorak. “Andi kalah! Andi kalah! hahahahah”
Andi malu dan sedikit emosi, tempramenya emang rada egois, tapi sadar dia
yang ngide mau gak mau dia pasrah terima tantangan dari pemenang, toh
pemenangnya roni. Andi berfikir roni
paling juga minta dientot sama kontolnya.
Roni terdiam dan terus berfikir mau memberi tantangan apa ke andi, dia udah
berencana mau jadiin yang kalah sebagai slave, roni masih berharap bisa
berperan sebagai master seperti andi, tapi gak expect kalau yg kalah malah
andi, roni ragu ragu.
Dalam hati ‘njirrr kenapa yang kalah malah andi sih, masa gue jadiin
andi slave? Bisa ngamuk dia, tapii kayaknya seru juga sih, sekali aja gpp kali
yaa, liat andi tadi peragain anjing kayaknya seru juga ih, tapi nnti dia marah gimana?
Bisa bisa gak dientot lagi gue, ahhh binguuung’
Andi “okee lu mau nantangin apa bang?”
Arsa “hahhah paling minta dientot ndii klasik”
Dodi “hahhah itumah gak usah pakek dare juga tiap hari dientot, yang lain
dong, ayok bang apaan cepet mumpung bisa nyuruh2 master lu ni hahahah”
Anto “mau gue kasih ide gak bang? Hahah”
Roni “emmm gueee ituu mauu ahh takuut”
Andi “gak usah takut gue sportif, ini konsekuensi gak akan marah tenang
aja”
Roni “beneran yaa gak akan marah apapun yg gue minta ndi?”
Andi “iyaaa, mau mainin kontol gue? Sini” andi masih berfikir roni akan
meminta dientot, sama yg lain juga mikir seperti itu
Roni “guee ituu guee emm maaa mau lu jadi slave kayak gue ndii, trus gue
jadi master kayak lu, emmm tukar peran gituu”
Andi “anjing nggak!”
Roni “emm soo sory ndii kalau gak mau gpp jangan marah” roni berdebar takut
melihat ekspresi andi yg syok dan marah mendengar permintaanya
Jaka “hahahha anjing gak expect gue bang roni minta tukar peran, ayo lah
ndiii katanya gak mau marah”
Dodi “iyaaa cupu luu, masa yg bikin aturan yang ngelanggar hahahah”
Andi “yaa masa gue jadi slave anjing lah nggak mau”
Semua bersorak mengolok andi yg gak sportif “wuuuu cupuuu”, “gak adil”,
“gak gantle andi cupu”. Diolok ramai ramai begitu andi merasa gak terima dan
malu.
Roni “udaah guys gpp kok, tadi cuman kepikiran gitu aja”
Bagas “gak bisa dong masa yg kalah ngatur yg menang gimana nih gak seruuu
ahhh”
Semua pada semangat menantikan pergantian peran ini, mereka terus
mengompori andi mengatai andi pecundang dll. Andi sendiri terdiam malu dan
emosi, matanya melotot marah menatap roni yang berani membuat permintaan
seperti itu, roni sendiri hanya tertunduk takut dengan kemarahan andi.
Andi “anjing lah ya udah gue mau, anjing kalian yaaa, sini luu mau ngapain
sama gue?” andi menantang dan menggertak roni penuh kemarahan, harga dirinya
jatuh gara gara roni.
Roni “nggak ndii nggak jadi aku suruh kamu ngocok aja deh, gak jadi yg
tadi” roni benar benar takut, matanya mulai berair.
Dodi “ahh gak seruu andi gak sportif ngancem bang roni gitu hahaha udah
yokk gak usah main lagiii”
Andi merasa makin serba salah kalau dia mau harga dirinya sebagai master
jatuh, kalau dia menolak harga diri sebagai pria jatuh juga, akhirnya demi
citra sportif, andi benar benar bersedia tanpa menggertak roni.
Andi “ya udah, gue bener bener kali ini, tapi cuman bang roni yang main yaa
sesuai perjanjian diawal hanya pemenang yang berhak”
Bayu “hahhaah iyaa ndii kita nonton aja, anjing seruu nih tukar peran gak
sabar gue liat andi dientot bang roni ahahhaah”
Dodi “gilaaa andi bakal jadi slavenya roni hahahahah”
Semua tertawa dan menantikan hukuman andi dari permaianan yang dia buat
sendiri. andi benar benar menyesal membuat permainan ini.
Roni “beneran ndii? Gak marah kan?”
Andi “iyaa nggak bang, anggap aja variasi sex lah, udah cepetan sebelum gue
berubah pikiran”
Roni dalam hati ‘anjiiirrr beneran nih? Gilaa gue bakal jadi master, dan
andi jadi slave? Pria yang biasanya dominan, kasar, jantan, dan perkasa ini
bakal gue entot dan mainin? Aduh gue harus gimana dulu nih, bentaarr ingat2
andi kalau main gimana’
Roni “see sekarang bbu buka celana lu dan bugil” roni masih gugup
Andi dengan percaya diri membuka boxernya, roni mulai ngaceng lagi melihat
andi nurut seperti itu, sensasi dominan yg dirasakan cukup merangsang,
pikirnya. Teman teman lain terdiam dan mengamati, semua berdebar takut kalau
andi tiba tiba ngamuk.
Roni mengambil boxer andi dan memakainya, kini roni gak telanjang bulat
lagi, kontol roni ngaceng merasakan celana boxer andi dipakainya.
Roni “nuu nungging nn jin ngg” suara roni hampir tidak terdengar masih ragu
dan takut
Andi “hah? Gak denger”
Roni “nungging anjing” roni teriak sambil memejamkan matanya
Andi melihat roni yang masih takut takut dan ragu, akhirnya menurut dan
nungging, andi berpikir kalau sekali ini mungkin gak masalah, anggap aja hadiah
karena selama ini udah patuh dan tunduk dibawah dominasinya.
Andi “lakukan apapun yang lu mau bang, gak perlu takut, gue malam ini jadi
slave lu, kasih gue perintah apapun yang lu mau”
Roni berbinar melihat andi seperti sudah pasrah dan menurut “emmm ndii aku
bakal lebih berani dan maksimal, kalau lu beneran gak bisa, lu bisa sebut “aku
cinta roni” gue bakal berhenti ndii”
Andi “huufftt sukurlah ada kode aman begini, kalau begini gue bakal lebih
tenang, okee lakukan apapun, lu pengen jadi kayak gue biasanya kan?”
Roni “ii iyaa ndiii”
Andi “okee gue pasrah, tuan roni, silahkan” andi benar benar all out,
totalitas, meski dia gengsi tapi disisi lain andi juga penasaran jadi slave
seperti apa, kenapa roni sangat suka? Dan sesekali boleh buat variasi sex
Roni “nungging lu anjing, dasar lonte”
Andi “iyaa tuaan” kontol andi masih lemas dan menggelantung besar
diselangkanganya.
Roni berdiri di belakang Andi yang masih nungging, napasnya pelan tapi dada
naik-turun cepat. Dia menatap punggung lebar Andi yang kekar, kulit coklat
gelap berkeringat tipis, pantat tepos keras yang biasanya selalu di atas
sekarang terangkat di depannya. Roni menelan ludah sekali, lalu tangannya
terangkat pelan. Plak!
Tamparan pertama mendarat keras di pantat kanan Andi. Bunyi plak nyaring
menggema di mess yang sunyi. Andi tersentak, otot pantatnya mengejang keras.
Mata melotot marah, teman teman lain ikut melongo melihat adegan terbalik ini.
Roni “Plakk! Plakk! Plakk!”
Tiga tamparan berturut-turut, semakin keras. Pantat Andi mulai memerah
jelas. Andi menggigit bibir bawahnya kuat, suaranya tertahan di tenggorokan.
Roni “pantat anjing pantesnya di tampar plakk.” Roni masih kaku dan mencoba
garang seperti andi, tapi sedikit canggung
Andi napasnya mulai berat.
Suara hati Andi: ‘Sialan… ini Roni… yang biasanya gue tampar sampe
merah… sekarang dia yang tampar gue… semua orang lagi liat… kalau gue nolak
sekarang gue keliatan cupu banget…tapi dimana harga diri gue sebagai master,
anjing sialannn’
Roni merasa ada gelombang panas naik ke kepalanya. Sensasi kekuasaan yang
baru pertama kali dia rasakan ini membuat kontolnya langsung ngaceng penuh. Dia
tampar lagi lebih keras, plak plak plak plak!
Roni “Bagus. Sekarang merangkak keliling ruangan. Tunjukin pantat lu yang
baru ditampar ke semua orang.”
Andi “anjing nggakk, ehh ii iyaaa”
Roni “sialan berani ngelawan, jawab yang bener, panggil gue tuan”
Andi “ssshh baa baaikk tuann”
Andi merangkak pelan, pantat merahnya terangkat tinggi. Junior-junior lain langsung
heboh tertawa dan mengejek andi.
Jaka “Wahhh Bang Andi merangkak! Pantatnya merah banget hahaha!”
Dodi “hot banget! Kontol jumbonya lucu juga kalau gini hahahah”
Roni berjalan di belakang Andi, tangannya meremas pantat Andi yang panas,
lalu jarinya menyentuh lubang bool Andi yang masih rapat.
Roni “Bool lu masih kering njing. Buka pantat lu.”
Andi membuka pantatnya sendiri dengan kedua tangan, lubangnya menganga.
Roni masukkan satu jari pelan. Andi tersentak keras “Uhh… sialan”
Suara hati Andi: ‘Anjing… jari Roni masuk… bangsattt gak bisa gak bisaa
anjing gak mau sialaaann…’
Roni “anjing lubang pantat lu ketat banget njing, plakk keras bener ni pantat
apa batu.”
Andi dengan suara tertahan “uhh bangsatttt!!…”
Roni “plakk kurang ajar, lu sekarang cuman anjing budak sex gua, jangan
kurang ajar lu njing plakk plakk”
Andi “uhh ssh iya”
Roni “minta maaf dulu sama tuan, anjing nakal perlu dididik ini”
Andi “uhh maa maaf tuan ssshh”
Roni tambah jari kedua, goyang pelan, mencari titik sensitif Andi. Saat
jarinya menyentuh prostate Andi, tubuh Andi langsung mengejang hebat, kontolnya
yang tadinya lemas mulai ngaceng perlahan.
Andi dalam hati ‘bangsatt bisa bisanya gue mau diginiin anjiiing, apaan
nih uhh enak taiklah pantes roni keenakan tiap dientot, uhh gak bisa gak bisa
aku gak mauu ahh anjing enak ahh’
Roni “hahahah anjing, Kontol lu ngaceng. Lu bilang lu nggak mau, lu suka ya?
hahahaha”
Andi “Uhh… ahh… nggak anjing…” wajah andi merah malu dan marah karena
ditertawakan oleh slavenya sendiri.
Roni “plakkk siapa suruh anjing ngomong anjing? Lu tu budak sex gue anjing,
dari tadi ngelawan mulu luu bangsattt” roni menambahkan jarinya lagi, kini dua
jari mengobok2 bool andi sang master dominan yang sedang berusaha menolak
kenikmatan menjadi slave.
Roni tersenyum licik, jarinya menggosok titik itu lebih cepat. “hahahah lu biasanya
garang, sekarang rasain jadi slave hahahah, coba mohon mohon minta lebih dalem
cepat!”
Andi napasnya mulai putus-putus “ahh ssshh maa masukin lebih dalem tuan uhh
njing”
Roni dan teman2 lain ikut tertawa melihat andi memohon hal yang sangat
tidak sesuai dengan karakternya, roni lalu mencabut jarinya, ambil dildo sedang
dari lemari. Dia lumuri dengan pelicin, lalu tekan ujungnya ke lubang Andi.
Roni “Nungging lebih tinggi. Lebarin lubang hina lu njing plakkk.”
Andi membuka pantatnya lebih lebar. Roni dorong dildo pelan masuk. Andi
menggigit bibir, tapi kontolnya sudah full ngaceng, ujungnya menetes precum.
Roni mulai gerakkan dildo maju mundur.
Roni “Desah yang kencang anjing. Bilang ‘dildo Tuan enak’ gitu cepatt plakk”
Andi makin emosi, harga dirinya benar benar jatuh, mau marah rasanya,
disisi lain dildo kecil itu mulai terasa enak di boolnya “Dildo… Tuan… enak…
ahhh… uhh… lebih cepet Tuan…”
Roni percepat gerakan, tangan kirinya meremas biji peler Andi pelan. Andi
mulai goyang pinggulnya sendiri tanpa sadar. Teman temanya mulai menonton
dengan penuh nafsu, beberapa sambil ngocok.
Bayu “Gila… Andi goyang sendiri… dia lagi sange banget kayaknya hahahah!”
Nanda “Biasanya dia yang bikin Bang Roni goyang, sekarang dia sendiri yang
goyang hahaha lucu njing!”
Roni lalu mengambil tali yang biasa dia pakai untuk mengikat kontol, dan
memegang kontol andi lalu mengikatnya, sama persis dengan kebiasaan roni saat
disuruh mengikat biji kontolnya oleh andi. Sekarang kontol andi ngaceng keras
besar mengacung dengan biji terikat sempurna.
Roni “hahahahah tali ini lebih cocok buat lu ndi hahahah, kontol jumbo lu
malam ini gak guna, plakk plakk” roni menampar biji kontol andi
Andi “arghhh ssshh anjing, uhh fuck”
Roni “plakk berani lu ngumpat ke majikan lu sendiri hmm plakkk”
Andi “ahhh sshh ampun tuan ahhh muless uhh”
Roni dalam hati ‘uhhh anjing enak juga jadi master bisa leluasa mainin
tubuh budaknya, uhhh kontol andi emang mantep banget, diikat gini makin
ngaceng berurat ssshh anjiing pengen banget dientot ahh, anjirrr gue lagi jadi
master harusnya gue yang ngentot njirrr tapi enak banget kontolnya ahh,
tahaaaan tahaaan rooon’
Roni tarik dildo keluar, kontolnya sudah keras maksimal, berurat tegang,
ujungnya basah prek, diturunkanya celana boxer andi yang dipakai roni saat ini,
dan plakkk kontol roni mengacung keras didepan pantat andi, kontolnya menempel
di lubang Andi yang sudah licin dan sedikit longgar karena getaran dildo
sebelumnya.
Roni “uhhh anjing siap siap lu, gue mau ngentotin bool perawan uhh”
Andi napasnya tersengal, dadanya berdebar, suara hatinya bergejolak: ‘Anjing…
kontol Roni… sekarang mau masuk ke gue… gak bisa gak bisa… tapi gue udah janji
anjing… siall gue musti nyebut kode aman sekarang, gue gak mau anjing…’
Andi “Uhh… jangan bang gak gak bisaaa aku gak mauu…”
Roni “bangsatt kalau lu beneran gak mau sebut kode amanya njing” roni mulai
menekan kepala kontolnya di bool andi bless masuk kepala kontolnya
Andi “arghh anjing nggak jangan bang uhh gak mauu... akuu ciiinntaaa uhh”
belum selesai andi menyebut kode aman yang akan dia teriakan, kontol roni makin
masuk membuat andi kesakitan, meski roni selama ini hanyalah slave yg suka
dientot, tapi ukuran kontolnya termasuk besar 18 cm.
Roni “ahhh sempitt njing, tadi ngomong apa lu ahhh mau nyerah? Gini doang
nyerah lu? Hahahah gue aja bisa dientot banyak orang, dua kontol bahkan, masa
lu satu kontol nyerah hahaha”
Andi “bangsattt, siapa bilang gue nyerah anjing, entot aja sialan ahhh
sakit uhh anjing lu ahhh” andi mengurungkan niatnya menyebut kode aman tadi,
memilih sakit dientot dari pada harga dirinya lebih jatuh karena menyerah, toh
udah terlanjur lebih baik mencoba menikmati tukar peran ini.
Roni “bagus anjing lu, bangsatt sekarang lu yang lonte anjing plakkk”
Andi mengejang merasakan sodokan kontol roni “Ahhh… sialan… gede banget…
pelan anjing ahhh…”
Roni “Desah lebih kencang. Bilang ‘kontol Tuan enak, cepatt.”
Andi “ahhh sssh Kontol… Tuan… enak ahhh… uhh… lebih dalem Tuan…”
Roni dorong lebih dalam, setengah masuk. Andi menggenggam kasur kuat,
napasnya putus-putus. Roni berhenti sebentar, biar Andi menyesuaikan.
Roni “Lu oke? Mau gue berhenti?”
Andi menggeleng, suara serak: “Lanjut… Tuan… gue… kuat anjing heeehh heeehh”
nafasnya ngos ngosan menahan sakit dan berusaha tetap jantan tidak menyerah.
Semua orang melongo melihat adegan yang tidak pernah mereka bayangkan,
sekarang roni sedang ngentotin andi, menggoyangkan pinggulnya menampar pantat
andi. Tukar peran ini benar benar hot, meskipun bagi mereka pantat roni lah
yang lebih menggoda.
Roni dorong sampai mentok. Kontolnya masuk penuh ke bool Andi. Andi
mendesah keras “Ahhhh… sialan… penuh… kontol lu… dalem banget…anjing”
Suara hati Andi: ‘Anjing… ini beneran… kontol Roni di dalam gue… gue yang
biasanya genjot dia… sekarang gue yang dientot… sakit… tapi enak… gue marah…
tapi gue gak mau berhenti, ahh sialannn …’
Roni mulai gerakkan pinggulnya pelan, maju mundur. Plokk… plokk… plokk…
suara basah bool Andi yang mulai licin. Andi mendesah lebih kencang, pinggulnya
mulai goyang pelan mengikuti irama Roni.
Roni “Desah lebih kencang anjing. Bilang ‘bool budak suka dientot Tuan’.”
Roni merasa diatas awan, baru kali ini dia memasukan kontolnya kedalam lubang,
dan lubang itu milik pria yang paling dia cintai, pria jantan yang selama ini
menjadikanya budak pemuas nafsu.
Andi “Bool… budak… suka… dientot Tuan… ahhh… uhh… lebih cepet Tuan…”
Roni percepat gerakan, plokk plokk plokk semakin kencang. Dia jambak rambut
Andi. Tangan Roni tampar pantat Andi plak plak.
Roni “Lu suka ya? Anjing lu sok jantan selama ini, sekali dientot nagih kan
bangsattt plakk”
Andi “Ahhh… sialan… iya Tuan… gue… gue suka… uhh… lebih dalam lagi…”
Roni genjot brutal, pinggulnya menghantam pantat Andi keras. Plokk plokk
plokk plokk! Bool Andi sudah basah licin, kontol Roni masuk keluar dengan
mudah.
Roni “anjing… gue mau isi bool lu penuh pejuh gue!”
Roni genjot lebih ganas, tangannya remas dada Andi, cubit puttingnya keras.
Andi mendesah campur marah tapi juga menikmati “Ahhh… sialan lu Ron… uhh… enak
banget…ahhh…”
Roni crot pertama di dalam bool Andi CRROOOTTTT CRROOOTTTT, pejuh panas
memenuhi Andi sampai meluap keluar.
Roni cabut kontolnya, lalu suruh Andi berbalik telentang. Roni angkat kaki
Andi ke bahu, lalu masukin lagi kontolnya ke bool Andi yang sudah longgar dan
basah pejuh.
Roni “Posisi misionaris. Gue mau liat muka budak gue dientot kayak gimana
hahahah.”
Roni genjot dalam-dalam, mata bertemu mata. Andi mendesah “Ahhh… Tuan… anjing
uhhh nggak jangan gini malu anjing ahhhh…” andi menutup wajahnya malu
memperlihatkan dirinya didepan roni.
Roni “jangan ditutup anjing, Bilang lagi. Bilang lu suka dientot Tuan
Roni.” Roni menyingkirkan tangan andi dan terus menggoyang kontolnya di bool
andi, tanganya mulai mengocok kontol andi yang sudah basah precum.
Andi “Gue… suka… dientot Tuan Roni… ahhh jangan uhh udah gak bisa hhh… ahhh
tuannn ahh” CRROOOTTTT CRROOOTTTT CRROOOTTTT
Andi memuntahkan pejuhnya pertama kali sebagai slave, andi merasa nikmat
saat kontolnya dikocok dan boolnya di entot.
Roni genjot terus, crot kedua di dalam CRROOOTTTT CRROOOTTTT, pejuh meluap
banyak. Roni cukup puas dengan pengalaman ini, mengentoti masternya sendiri,
bertukar peran, meski roni masih lebih suka dientot tapi sensasi barusan benar
benar berbeda.
Bagas “anjing andi bener bener jadi boti hahahah”
Dodi “njirr kita bisa ikut gak nih? Hahahah”
Andi “kagak lah anjing, roni doang udah, kalau kalian sange entot roni atau
saling ngentot aja kalian”
Mereka saling lirik dan berdebar takut karena dibentak andi, meski
dijadikan slave, andi masih mengeluarkan aura dominasi.
Roni melihat kontol andi yang masih ngaceng dengan bijinya terikat,
langsung mencabut kontolnya dari bool andi.
Roni turun, duduk di wajah Andi. “sekarang rimming bool gue sampai bersih
anjing.”
Andi sedikit terkejut tapi bagian ini dia justru sangat suka, andi menjulurkan
lidah, jilat bool Roni slurrp slurrp. Roni mendesah keenakan, pinggulnya
bergoyang pelan di wajah Andi.
Roni “Enak ya jilat bool tuan lu sendiri hmm?”
Andi “Uhh… slurrp… enak… Tuan…” kali ini andi bisa menikmati dengan lebih
leluasa.
Roni mulai mengocok kontol andi didepanya, meski bertukar peran cukup
mengasyikan tapi perasaan roni tetap lebih nyaman saat dirinya dientot. Kali
ini roni akan memanfaatkan kekuasaan penuhnya untuk menikmati tubuh kekar andi.
Dia lanjut mainin Andi sepanjang malam dengan lebih teliti. Dia mengikat
tangan Andi di atas kepala dengan tali, mainin putting Andi dengan jepit dan
rantai sambil tarik kuat sampai Andi mendesah kesakitan.
Teman teman lain Cuma bisa nonton roni yang menikmati tubuh andi dengan
sangat bahagia, sampai melupakkan keberadaan mereka, roni mengikat tangan dan
kaki andi dan menjilati tubuh andi dari leher, susu, perut sixpacknya dan
mengulum kontol andi.
Berkali kali roni mengocok kontol andi, namun saat andi mau crot, roni
berhenti mengocok, dan memainkan tubuh lain andi. Sungguh penyiksaan yang
membuat andi geram melihat kelakuan roni yang mengerjainya berkali kali,
menghinanya bahkan memanggilnya anjing.
Namun yang mmebuat andi benar benar merasa jatuh harga dirinya adalah saat
roni mulai mengentoti boolnya lagi. Setiap kali itu terjadi, Andi mulai marah
dan kelepasan, Andi menggeram marah “Anjing lu Ron sialan… ahhh pelan… uhh…
sialan…”, tapi tidak pernah menyebut kode aman (aku cinta roni). Roni sempat
takut sebentar, tapi melihat Andi tidak menyebut kode, dia makin berani dan
brutal.
Roni “Lu marah ya? Tapi lu gak sebut kode aman… berarti lu mau terus gue
entot kan anjing?”
Andi “Uhh… ahh… sialan … ahhh sodok dalem lagi Tuan…”
Yang membuat andi marah sebenarnya adalah fakta bahwa dia menikmati entotan
roni di boolnya.
Roni semakin ganas, genjot Andi sambil tampar pipi andi plak plak, “Dasar
lonte cupu, lu yang biasa bilang gue lonte murahan, sekarang lu yang lonte
murahan gue njing! plakkk”
Dengan kondisi terikat andi benar benar tidak berdaya, kontolnya ngecrot
setiap kali tangan roni mengocok kontolnya sambil mengentoti bool andi.
Junior-junior cuma nonton sambil ngocok dan sesekali mengomentari mereka
berdua yang seolah melupakan keberadaan 11 orang lain disana yang menahan sange
melihat adegan panas mereka.
“Gas Bang Roni! Hajjar Andi!” “Anjir Bang Andi beneran suka jadi boti nih!”,
“entot terusss roon hahahah”
Saat subuh menjelang, Andi sudah terbaring lemas di kasur, badannya penuh
bekas tamparan, putting merah bengkak, bool berdarah perih dan basah pejuh
Roni, napasnya ngos-ngosan. Roni duduk di sampingnya, mengusap kepala Andi
pelan sambil tersenyum puas.
Roni “makasih ya ndii, gue puas banget hehehe”
Andi diam lama, matanya menerawang ke langit-langit. Akhirnya dia jawab
pelan, suara serak penuh campuran malu, marah
Andi “…Gue… nggak nyangka… gue bakal dientot sama lu bang… tapi… ini cuma
sekali ya Bang… gue gak mau lagi, meskipun jujur gue juga menikmati, tapi gue
gak suka aja.”
Roni “iyaa ndiii gue juga lebih suka dientot sama lu dari pada ngentotin lu
hehehe”
Andi “hahahah anggap aja variasi sex, lu tetep lonte gue anjing” andi
meremas pantat roni gemas karena semalaman tanganya diikat
Roni “uhh iyaa tuan ahhh”
Andi “sini gue belum puas”
Roni langsung ngangkang dan memohon dientot sama andi, kini roni kembali
menjadi budak sex andi. Begitu hukuman andi selesai, andi balas dendam
mengentoti roni dengan brutal, teman2 lainya juga ikut menggarap roni sampai
roni terkulai lemas.
.png)
Komentar
Posting Komentar