BAB 5 Pengalaman Binal Rido: Jogging di Taman Kota
Rido ingin suasana
baru untuk jaga badan. Bukan gym, tapi jogging di taman kota malam hari. Ia
pakai jersey putih tanpa lengan yang agak menerawang, celana jogging hitam
super ketat pendek tanpa sempak sama sekali. Di cermin, ia merasa sangat seksi:
jersey nempel di dada montok, celana mencetak kontol dan pantat bulatnya jelas.
Sepatu olahraga dipasang, ia langsung naik mobil ke taman. Matahari mulai
tenggelam waktu favoritnya.
Begitu berlari, Rido
langsung jadi pusat perhatian. Banyak mata memandang cowok dan cewek. Jendolan
kontolnya terlihat jelas, pantatnya bergoyang kenyal setiap langkah. Meski agak
canggung, Rido coba pede. Ia tahu dirinya lagi dipandangi, dan itu bikin
kontolnya setengah tegang.
Di belakangnya ada
pria tinggi botak berkulit hitam. Tubuh atletis, wajah tegas tapi manis.
Namanya Agus lulus SMA, lagi ngejar pendidikan militer buat jadi tentara. Agus
bukan gay, tapi nafsunya tinggi. Biasanya ia sering ajak cewek buat dientot
gratis atau jajan di tempat plus-plus. Sehari bisa 2–3 wanita, pernah sekaligus
tiga biar puas. Seminggu ini bokek, belum dapat cewek. Ia bosan dengan sex
biasa. Pernah penasaran mau coba lubang bool, tapi cewek pada nolak. Rasa
penasaran itu terpendam… sampai lihat pantat montok Rido bergoyang di depannya.
Rido mulai sadar ada
pria yang terus ngikut dari dekat. Ia yakin pria itu tertarik pantat semoknya.
Untuk goda, Rido pura-pura garuk pantat celananya sedikit turun, nunjukin garis
pantat putih mulus. Agus langsung berdesir, pengen pegang. Melihat paha dan
betis mulus Rido, Agus bayangin bentuk pantat seksi itu telanjang.
Rido lari ke taman
dekat danau yang sepi. Agus masih ngikut. Rido yakin, lalu pura-pura jatuh
hingga terduduk di tanah.
Rido: “Aduhhh ahhh
shhh sakiiittt…”
Agus cepat dekati:
“Waduh mas gpp? Kok bisa jatuh sih?”
Rido: “Ahhh sakitt gak
tau nih tiba-tiba aja… uhhh sakiiitt tolong bang…”
Agus: “Oooh ii
iiyaaa.” Ia bantu Rido berdiri dari belakang. Rido pura-pura keseleo lagi,
jatuh ke pelukan Agus. Pantat Rido nempel pas di selangkangan Agus.
Rido: “Ahhh maaf bang
kakiku sakiitt juga uhhhh…”
Agus: “Oooh iyaa gpp
bang ayok berdiri dulu.” Kontol Agus mulai bereaksi karena kekenyalan pantat
Rido.
Rido: “Maaf ya bang
aduhh.” Ia canggung bersihin pantat dari tanah. Sengaja goyang-goyang pantat
buat goda.
Agus dalam hati:
Anjing ni orang pantatnya kenyal bangett njirrr.
Agus: “Sini saya bantu
mas.” Refleks ia tepuk-tepuk pantat Rido pukk pukk pukk.
Rido: “Ahh kotor bgt
gak bang?”
Agus: “Iya nih kotor
banget bentar yaa.” Awalnya pelan, lama-lama jadi keras plakkk plakkk plakkkk.
“Maaf bg ini kotor bangettt jadi harus agak keras.”
Rido: “Uhh sssh ahh
bang masih kotor bang?”
Agus: “Dikit lagi
mas.” Tamparan makin kencang, Rido makin mendesah.
Rido: “Bang ahhh
sakitt bang ahhh ssshh uhhh.”
Agus: “Lohh mas kok
malah desah? Anjing malah ngaceng cokk.” Agus terkejut tamparannya bikin kontol
Rido tegang, celana ketatnya mengembung jelas.
Rido tutup
selangkangan: “Aduh maaf bang makasih ya udh bantu tadi.” Ia coba menjauh,
wajah memerah.
Agus pegang tangan
Rido: “Ehh bentar mas.”
Rido: “Uhh maaf bang
bener-bener maaf bang sy gak tau kenapa please sy malu bang.”
Agus: “Aahhh gpp mas
santai aja, cuman saya penasaran aja.”
Rido: “Penasaran
kenapa bang?”
Agus: “Ituu kok bisa
sampai tegang gitu mas?”
Rido: “Emmm gak tau
aduh jangan marah yaa.”
Agus: “Nggak kok mas
nggak marah, cuman penasaran. Apa gara-gara sy pukul-pukul pantatnya tadi?”
Wajah Rido memerah,
kontolnya makin tegang. Ia cuma bisa menunduk sambil pegang selangkangan.
Rido: “Ahhh ituu nggak
gitu bang emmm aduhh malu saya bang.”
Agus: “Hahahah mas-nya
ini lucu bgt kayak cewe aja malu-malu hahahahah.”
Rido: “Emm maaf bang.”
Agus: “Maaf mulu mas
hahah.” Plakk Agus tampar pantatnya lagi, kali ini tangannya berhenti di sana,
meremas-remas geram.
Rido: “Ahhh bang
jangan ahh please udah bang maluu sumpah.”
Agus: “Hmmm ternyata
memang karena ini ya hahahah.”
Rido: “Udah ya bang
saya pamit dulu bang maaf sekali lagi.”
Agus: “Eeeh tunggu. Km
homo ya?”
Rido: “Haahh? Emm ii
iiyaa bang.”
Agus: “Hahahah pantess
dipegang pantatnya malah tegang. Sy boleh minta tolong gak mas?”
Rido: “Hahh minta
tolong apa bang?”
Agus: “Gampang kok,
mas diem aja sy mau mastiin sesuatu aja.”
Rido: “Emmm diam
gimana?”
Agus: “Mas diem aja sy
mau pegang dan remas pantat mas gini. Ada yang mau saya pastiin mas tolong
kerjasamanya yaa. Tadi kan sy udah nolong, masa gak mau nolong balik?”
Agus jongkok di
belakang Rido, wajah tepat di depan bokong semok. Tangannya mulai
meremas-remas.
Rido: “Ahhh bang taa
taapi mau mastiin apa bang ahh malu saya bang.”
Agus: “Halaaaah sy aja
udh liat reaksi kontol mas tadi jadi gak perlu malu. Sy minta tolong mas diam
aja.”
Tangan Agus makin kuat
meremas pantat Rido. Rido canggung berdiri di taman dengan orang baru meremas
pantatnya dengan alasan “memastikan sesuatu”.
Agus terus remas di
kesepian taman. Sesekali tampar pantat Rido, sementara Rido makin mengenaskan.
Nafsunya naik tapi bingung mau ngapain. Agus makin berani mulai buka celana
Rido.
Rido: “Ehhh bang…”
Agus: “Sssst jangan
teriak nanti ada yang lewat denger. Kamu diam aja.”
Rido gak protes. Agus
turunkan celana sampai lutut. Melihat pantat semok Rido telanjang, Agus takjub:
Anjing ni laki-laki
tapi pantatnya mulus banget cokkk putih bening kenyal semok ahhh anjinglah.
Kontol Agus tegang
maksimal, celana mengembung.
Fix gw napsu sama
pantat ni cowok anjing. Apa gw homo juga ya? Ahhh pikir nanti aja lah nikmati
dulu.
Rido sange karena di
tempat terbuka. Celana turun sampai lutut, tangan nutup kontol tegang. Hatinya
berdebar takut ada yang lewat, tapi adrenalin naik nafsu makin jadi.
Tiba-tiba Agus cium
dan jilat pantat Rido.
Rido: “Ahhh bang
ngapain uhhh.”
Agus: “Udah saya
pastiin mas.”
Rido: “Apa itu bang
ahhh.”
Agus: “Pantatmu bisa
bikin kontol saya ngaceng.”
Rido malu, senang, dan
makin sange. Tapi takut terdengar orang.
Rido: “Ahhh bang
uhhh.”
Agus berdiri, lihat
wajah Rido kesangean sambil nutup kontol. Ia tarik tangan Rido kontolnya
ngacung bebas di alam terbuka.
Agus: “Wahh merah
banget kontolnya mas. Suka ya pantatnya dimainin sama saya?”
Rido: “Ehmmm maaf
bang.”
Agus: “Maaf mulu dari
tadi. Udah lah gak perlu dijawab, dari tadi ngedesah mulu kayak cewek lagi
dientot aja mas hahahah.”
Rido: “Ii iyaa bang.”
Agus: “Kita lanjut aja
yahh kontol gw udh ngaceng gara-gara pantat semok lu nih.”
Agus peluk Rido dari
belakang, selangkangan menempel di pantat semok. Tangan meraba susu Rido,
diremas-remas.
“Anjing susu lu juga
montok banget kenyal ahh siall. Baru kali ini gw sange ama homo anjing.”
Rido: “Ahhh ang ahhh
kita cari tempat aja yukk ahhh.”
Agus: “Gak perlu, di
sini aja biar lebih menantang hahahah.”
Rido: “Ahhh kalau
ketahuan gimana bang?”
Agus: “Nggak akan! Gw
tau tempat ini sepi, gw sering ngentotin cewe di sini.”
Rido: “Ahhh ya udah
terserah aja bang yang penting aman uhh bang.”
Tangan Agus masuk ke
kaos, sentuh putting Rido yang menegang.
Rido: “Uhh bang ahh
enakk bang ahhhh.”
Agus: “Hahahah udah
keenakan lu kan hahahah. Buka aja dah.”
Agus tarik kaos Rido,
lepas celananya. Lempar pakaian sembarang. Kini Rido telanjang bulat di taman
kota dengan kontol tegang, tangan Agus mengerayangi tubuhnya.
Agus bawa Rido ke
bangku dekat danau. Rido duduk di pangkuan Agus menghadap dia. Agus langsung
jilat perut dan dada Rido, susunya dikenyot, putting digigit pelan Rido
menggelinjang mendesah. Agus cium leher Rido, beri cupang, gigit telinga.
Sampai di depan wajah Rido, Agus ragu sebentar. Tapi ia langsung lumat bibir
Rido. Kontol tegang Agus berontak tertekan pantat Rido.
Puas bercumbu, Agus
turunkan Rido di rerumputan. Buka resleting, keluarkan kontol jumbonya tak
kalah besar dari kontol pejantan lain yang pernah Rido rasakan. Belum Agus
suruh, Rido sudah menyambar kontol itu.
Agus: “Hahahah anjing
ni homo doyan kontol sampe kayak orang kelaparan hahahah uhh anjing enak banget
hisepan lu ahhh truss hisap kontol gw anjing dasar homo ahhh.”
Rido ganas menghisap
karena desahan Agus makin jantan. Beberapa menit kemudian:
Agus: “Ahhh anjing
enak banget bangsatt lu apain kontol gw anjing.” Crooottttt crooootttt
crooootttt crooootttttttt Agus crot di tenggorokan Rido saat deepthroat.
Agus terduduk nikmati
sisa tetesan:
“Anjing lu jago banget
ngisepnya sialan blm apa-apa udh crot gw.”
Rido: “Hehe masih kuat
gak bang?” Tantang Rido, kini lebih berani.
Agus: “Anjing
nantangin lu ya.” Agus dorong Rido, buka kancing celana, turunkan sampai lutut.
Angkangkan kaki Rido hingga lubang bool terlihat. Agus jilat lubang bool Rido.
Pertama kali ia jilat bool apalagi bool cowok tapi nafsu mengalahkan akal.
Agus jilat membasahi
lubang Rido. Rido mendesah. Kontolnya memerah, kepala menengadah lihat danau,
lampu taman, kendaraan jauh. Sensasi telanjang di tempat umum bikin Rido makin
birahi.
Tiba-tiba Agus
hentikan jilatan, arahkan kontol jumbonya blessss. Rido teriak kaget karena
menusuk tanpa aba-aba. Sakit luar biasa.
Rido: “Ahhhhhh sakitt
bang ahhhh sakiittt pelan-pelan bang ahhhh.”
Agus: “Sory gw gak
pernah nusuk bool. Lu tahan aja ya, gw udah napsu berat ama bool lu anjing.”
Rido: “Ahhh bang
sakiiit ahhhh bang ampuunnn ahhh.” Rido menangis perih seperti pecah perawan.
Ia heran lubang boolnya sering dientot kontol besar, tapi bisa rapat kembali
seperti belum disentuh.
Agus: “Anjing sempit
banget bool lu ahhh. Jangan bilang lu masih perawan?”
Rido: “Nggak bang ahhh
sakiit bg aku udh beberapa kali dientot kok ahhh masih sakit bang seriusss
ahhh.”
Agus: “Dasar lonte
hahhah, tahan ya sayang ahh boolmu emang sempit bangett anjing lebih sempit
dari memek bngsatt.” Kontol baru masuk setengah, digoyang pelan. Agus beri
ludah pelumas.
Rido: “Ahhh bang
goyangin pelan bang uhhh sakiittt bang ahhh enak uhh sakiitt.”
Agus: “Anjing jadi
sakit apa enak?”
Rido: “Ahhh sakit bang
tapi ahhhh enakk uhhh.” Agus geram dengan reaksi ambigu Rido, langsung dorong
sampai mentok Rido teriak: “Ahhhh bangg sakiiiit aaahhhh.”
Rido menangis
kesakitan pasrah. Agus goyang pelan tapi stabil.
Agus: “Uhhh anjing
diremas kontolku ahhhh enak banget bool homo anjing.”
Rido: “Uhh bang ahhh
ampunnn sakiit ahhh enakk bang ahhh udah bg ahhh entott truss bang uhh.” Rido
mulai nikmati sakit memudar.
Agus: “Anjing lu dasar
homo haus kontol lu keenakan apa kesakitan anjing.”
Rido: “Ahhhh enakk
bang ahhh entot trus bang uhhh yahhh anjing.” Rido hilang kontrol.
Agus: “Hahahahah
anjing binal banget ni homo bangsattt gw kencengin yaaa.” Goyangan dipercepat.
Bool Rido menyesuaikan lancar.
Rido: “Ahhhh bang uhhh
yahhhh anjing enak bang ahhhhh yahhh gak udah bang ahhh aaaahh ampuun bang
ahhhh.” Rido mendesah tak karuan lupa mereka di taman umum.
Agus: “Ahhh anjing
enak banget ngentot anjing.” Ia tak peduli kemungkinan orang lewat sensasi
outdoor bikin ketagihan. Apalagi kali ini ngentotin homo.
Tiba-tiba dari
kejauhan Rido lihat dua orang jogging mendekat. Meski masih jauh, Rido yakin
mereka lihat kegiatan ngentotnya. Keduanya malah jalan pelan lurus ke arah
mereka.
Rido: “Bang ada orang
ahhh please bg udh dulu ad org lg kesini bg ahhhh.”
Agus: “Gw juga liat
anjing, udah lu diem aja nikmati entotan kontol gw hahahah.”
Rido: “Ahhh bg takuttt
ahh bg makin deket mereka bg.” Panik, tapi nafsu makin naik antara kabur atau
ingin ditonton.
Agus: “Ahhh anjing
enak banget bool lu bangsattt.” Ia tak peduli ia sering ngentot di taman, orang
biasanya malah nonton.
Keduanya Ridwan dan
Asman pakai celana pendek atas lutut dan kaos lekbong seksi. Dari masuk taman mereka
sadar ada yang aneh. Semakin dekat, Ridwan tahu ada orang lagi dientot.
Keduanya semangat mendekat. Taman ini memang sering jadi spot ekshib dan sex
outdoor. Mereka datang buat ekshib bareng aktif di X bikin konten ekshib. Lihat
ada yang ngentot di jalan setapak jadi rejeki nomplok.
Ridwan: “Anjing itu
laki-laki cokk yg lagi dientot.”
Asman: “Iya kayaknya
hahahah rejeki nomplok.”
Ridwan: “Wkwkwk pas
banget deh lu kan homo juga hahahah.”
Asman: “Hahahh ayok
lah kesana jarang nemu homo ngentot wkwkwwkk.”
Ridwan: “Lu kan homo
kok lu gak mau ngisep kontol gw sih man?” Mereka dekati santai sambil ngobrol menambah
adrenalin Rido yang penasaran reaksi mereka.
Asman: “Yeee gw homo
jga bukan boti anjing, gak napsu gw liat kontol. Kalau pantat lu mau sini gw
entot wkwkwkwk.”
Ridwan: “Anjing gw
masih normal njing.”
Asman: “Normal apanya
suka ekshib itu gak normal wan hahahhaah.”
Ridwan: “Hahahah
anjing lu, masih suka cewek gw anjing. Kalau gak sehobi juga ogah gw temenan ma
lu wkwkwkwk.”
Ridwan normal suka
ekshib dan nonton orang ekshib. Pertemanan dengan Asman dari DM di X. Mereka
tinggal dekat. Karena Ridwan normal dan Asman top, mereka hanya ekshib dan coli
bareng. Ridwan pernah ingin disepong Asman, tapi Asman hanya suka pantat, bool,
dan tetek montok.
Kembali ke Rido panik
makin jadi. Adrenalin naik, begitu juga Agus. Jarak dekat, Rido menunduk
pasrah. Agus senyum lihat Ridwan dan Asman sambil terus genjot bool Rido malah
makin kencang.
Begitu Ridwan dan
Asman tepat di depan, Agus jambak rambut Rido dan entot boolnya brutal.
Rido: “Ahhh bang ahhh
jangan ahh maluu bang ahhh uhhh yahhhh.”
Asman: “Wihhh lagi
ngentot ni bang hahahah seru bangett yakk.”
Ridwan: “Hahahah
anjing beneran homo lagi ngentot cokk gilaaa mantap betuuul.”
Agus: “Ahhh uhh enak
banget bang, udh jam segini masih jogging kalian bang?”
Asman tatap wajah
Rido: “Anjing mantep bener botinya bang hahahahh.”
Agus: “Hahahah kalian
homo juga?”
Ridwan: “Hahahah kagak
bang, gw masih normal, dia aja yang homo. Kita lagi mau ekshib sekalian coli di
sini hahahah.”
Agus: “Hahahah sama
dong gw juga masih normal sampai ketemu ni homo hahahahah.”
Ridwan: “Wihh yang
bener bang?”
Agus: “Hahahah iyaa ni
homo tadi jogging pamer pantat ama gw ya udah gw genjot aja penasaran juga
ngentotin bool. Rupanya enak kali bang anjing lebih sempit dari memek ahhh
anjiiing.”
Asman: “Wihh baru
ketemu langsung ngentot bang? Kok bisa hahahah.”
Agus: “Hahahah
pantatnya semok banget bang bikin gw sange, gw remes-remes malah mendesah ya
udah gas aja kann hahahah.”
Ridwan: “Ohh iyaa kenalin
bang gw Ridwan.” Ajak salaman Agus. Agus lepas jambakan dan salaman.
Agus: “Gw Agus bang.”
Asman: “Gw Asman bang.
Ini siapa namanya bg dari tdi ngedesah mulu hahahah.” Rido malu dan sange situasi
memalukan saat dientot tapi ketiganya ngobrol santai.
Agus: “Ooh iyaa siapa
nama lu njing? Lupa gw belum kenalan hahahah.”
Ridwan: “Gokill anjing
belum kenal udah ngentot hot banget lagi anjing.”
Rido: “Ahhh sssh
namaku Rido bang ahhh.”
Agus: “Oooh Rido,
kenalan dulu sama mereka.” Agus jambak lagi rambut Rido biar tatap keduanya.
Rido: “Ahhh shhhh bang
ahhh bentar ahhh pelan bang, uhh kenalin bang sy Rido.” Entotan brutal bikin
sulit berkenalan. Saat salaman sama Asman, tubuh terguncang tangan kiri pegang
Ridwan.
Ridwan: “Anjing ni
homo malah keenakan hahah, gw Ridwan.”
Asman: “Uhh mantep
banget ni boti, gw Asman.”
Rido: “Ahhh bang yahh
ampunnn bang ahhh ssshhh.” Sensasi berkenalan sambil dientot bikin Rido puncak
fetishnya. Crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt
ccrrroooottttttttttttttttttttttttt Rido muncrat di depan Ridwan dan Asman saat
berkenalan.
Ridwan: “Anjing ni
homo kagak diapa-apain kontolnya bisa crot cokk wkwkwkwk.”
Asman: “Uhhh binal
benerr ni boti anjing.”
Agus: “Hahahhah anjing
malah crot bangsattt homo binal lu anjing.” Agus makin semangat, percepat
entotan ia juga puncak fetishnya. Crooooootttttttt crrroooottttttttttttttttt
crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt Agus crot banyak di bool
Rido. “Ahhh anjiiing enak banget ngentot anjing.”
Asman: “Uuuh langsung
crot juga lu bang hahahah.”
Agus: “Uuhhh mantep
banget boolnya cokk, cobain aja.”
Asman: “Ahahahah biar
gak mau juga tetep gw perkosa ni boti binal anjing.”
Ridwan: “Anjing hot
bangett cokk sange gw bangsatt.”
Asman dan Ridwan tak
pakai CD kontol sudah tegang bentuk tenda. Agus cabut kontol, nyalakan rokok,
duduk nonton Rido lemah tertungging. Kontol Rido dan Agus masih tegang. Asman
langsung lepas celana pendek dan blesss kontolnya masuk lancar ke bool Rido
yang becek bekas Agus, tapi tetap menjepit karena elastis.
Rido: “Ahhhh bang
yahhh pelan-pelan bang ahhhh.”
Asman: “Anjing masih
sempit cokk bangsattt gw kira udah longgar anjing.”
Ridwan: “Anjing lu
man-main ngentot aja, ehh lu mau ngisep kan?”
Rido: “Mau bang ahhh
mauuu kontol.”
Ridwan: “Anjing binal
banget cokk homo haus kontol anjing. Malam ini lu puasin kita bertiga.”
Rido: “Siapp bang ahhh
sini bang ahhh mau kontol ahhh.” Rido di luar kontrol sifat binal menguasai.
Langsung raih celana Ridwan, turunkan, happp kontol Ridwan dilahap ganas
seperti kelaparan.
Rido digarap Ridwan
dan Asman brutal. Agus nonton threesome sambil kocok kontol, senyum puas tunggu
giliran lagi.
Asman: “Anjiiing
bangsattt ni bool enak banget cokk pantatnya pulen.” Plakkk plakk plakkk Asman
entot sambil tampar pantat semok.
Ridwan: “Anjing
hisepannya mantapp cokk lu apain kontol gw bangsattt ahhhh pinter banget ni
lonte anjing ahhh bangsattt enak banget kontolll.” Crooooottttt
crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt crrrooooooottttttttttttt
ccrrrooooooottttttttttttt Ridwan crot di mulut Rido.
Asman: “Ahhh anjing
ngentot.” Plakkk plakkk croooottt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttt Asman
crot di bool Rido yang makin becek.
Ridwan dan Asman cabut
kontol, duduk sebelah Agus. Rido balik badan, terlentang lemas di jalan setapak
dingin. Kontolnya masih ngacung penuh nafsu, tangan usap pejuh Ridwan di wajah
dan perut. Ekspresi binal kesangean. Ketiga pejantan lihat tertawa sambil rokok
kontol masih tegang.
Ridwan: “Anjing sperma
di lantai itu, lu kapan ngecrot dah?”
Agus: “Pas dientot
tadi dia ngecrot itu wkwkwk gw takjub banget ama ni homo kuat bgt dientot masih
kesangean itu hahahah.”
Asman: “Hahahah boti
binal montok gini emang pantesnya jadi pemuas nafsu kontol.”
Celotehan mereka bikin
nafsu Rido naik lagi.
Rido: “Ahhh iyaa bang
please entot lagi yahhh.” Rido angkangkan kaki, menusuk bool dengan jari
menghadap ketiganya.
Agus: “Bajingan ni
homo bangsattt.” Agus berdiri, hendak entot lagi.
Rido: “Ayokk bang ahhh
mau dientot lagi bang please.”
Agus: “Minum dulu nih
haus kan lu ahahahahah.” Currrrrrrrrrrrrrr currrrrrrrrrrr currrrrr Agus
kencingi tubuh Rido.
Rido: “Ahhh iyaa bang
ahhhh segerrr.” Mangap-mangap menadah kencing Agus.
Agus: “Hahahahah
anjing doyan kencing juga bangsattt.”
Asman: “Hahahah ini
sih bukan boti, udah lonte murahan anjing ahhahahah.”
Ridwan: “Anjing
jackpot banget nemu homo binal gini hahahahah.”
Agus angkat kaki Rido,
kontolnya menancap lagi Rido dientot brutal oleh Agus, sementara Ridwan dan
Asman nonton bokep live.
Hingga jam 2 malam
Rido terus digilir. Agus entot 5 kali crot, Ridwan dan Asman masing-masing 3
kali. Rido sendiri entah berapa kali crot di jalan taman itu.
Agus puas, minta nomor
HP Rido begitu juga Ridwan dan Asman. Ketiganya pamit pergi, tinggalkan Rido
telanjang bulat berlumuran pejuh dan kencing.
Agus: “Gw pulang dulu
ya hahahh lu urus sendiri badan lu njing dasar lonte lain kali ngentot lagi
kita hahahah.”
Asman: “Gw sama Ridwan
jga pulang dulu, puas banget kita hahahah anjing kayak lu emg pantes jadi
tempat pembuangan sperma sama kencing kami hahahah, lu berharap aja ada yang
lewat ngentotin lu lagi hahhah plakkk.” Asman tampar kontol Rido lemas sebagai
salam perpisahan.
Ditinggal sendirian
dalam kondisi hina itu malah bikin nafsu Rido bangkit lagi. Di keheningan
malam, kontolnya tegang kembali. Dengan was-was dan sange, Rido berdiri sambil
kocok kontol dan desah tak karuan. Ia cari baju dan celana yang tadi dilepas
dekat danau.
Rido heran hilang.
Entah masuk danau atau dibawa orang. Karena was-was telanjang bulat, Rido nekat
pulang begitu saja. Berjalan sambil terus kocok kontol.
Anjing gw kenapa yahh,
enak banget cokk ngentot di taman gini telanjang ahhh anjing pengen dientot
lagi gw bangsatt.
Rido hati-hati
mengendap nutup kontol tegang menuju parkiran taman yang sepi. Sampai mobil, ia
terus kocok. Bahkan naik ke atap mobil, telentang menghadap bintang kocok
kontol sambil ingat perngentotan tadi. Tangan kanan kocok, tangan kiri tusuk
bool hingga croooooottttt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt
Rido muncrat di atap mobil.
Beberapa menit diam
ingat hari ini, tersenyum.
Besok bakal dapat
kontol lagi gak yah.
Puas, Rido turun masuk
mobil pulang dalam keadaan sangat binal.
Sesampainya apartemen,
tetap telanjang naik tangga darurat ke kamar. Mandi, lalu tidur bugil dengan
kenangan binal malam itu.

Komentar
Posting Komentar