---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

BAB 5 Pengalaman Binal Rido: Jogging di Taman Kota

 


Rido ingin suasana baru untuk jaga badan. Bukan gym, tapi jogging di taman kota malam hari. Ia pakai jersey putih tanpa lengan yang agak menerawang, celana jogging hitam super ketat pendek tanpa sempak sama sekali. Di cermin, ia merasa sangat seksi: jersey nempel di dada montok, celana mencetak kontol dan pantat bulatnya jelas. Sepatu olahraga dipasang, ia langsung naik mobil ke taman. Matahari mulai tenggelam waktu favoritnya.

Begitu berlari, Rido langsung jadi pusat perhatian. Banyak mata memandang cowok dan cewek. Jendolan kontolnya terlihat jelas, pantatnya bergoyang kenyal setiap langkah. Meski agak canggung, Rido coba pede. Ia tahu dirinya lagi dipandangi, dan itu bikin kontolnya setengah tegang.

Di belakangnya ada pria tinggi botak berkulit hitam. Tubuh atletis, wajah tegas tapi manis. Namanya Agus lulus SMA, lagi ngejar pendidikan militer buat jadi tentara. Agus bukan gay, tapi nafsunya tinggi. Biasanya ia sering ajak cewek buat dientot gratis atau jajan di tempat plus-plus. Sehari bisa 2–3 wanita, pernah sekaligus tiga biar puas. Seminggu ini bokek, belum dapat cewek. Ia bosan dengan sex biasa. Pernah penasaran mau coba lubang bool, tapi cewek pada nolak. Rasa penasaran itu terpendam… sampai lihat pantat montok Rido bergoyang di depannya.

Rido mulai sadar ada pria yang terus ngikut dari dekat. Ia yakin pria itu tertarik pantat semoknya. Untuk goda, Rido pura-pura garuk pantat celananya sedikit turun, nunjukin garis pantat putih mulus. Agus langsung berdesir, pengen pegang. Melihat paha dan betis mulus Rido, Agus bayangin bentuk pantat seksi itu telanjang.

Rido lari ke taman dekat danau yang sepi. Agus masih ngikut. Rido yakin, lalu pura-pura jatuh hingga terduduk di tanah.

Rido: “Aduhhh ahhh shhh sakiiittt…”

Agus cepat dekati: “Waduh mas gpp? Kok bisa jatuh sih?”

Rido: “Ahhh sakitt gak tau nih tiba-tiba aja… uhhh sakiiitt tolong bang…”

Agus: “Oooh ii iiyaaa.” Ia bantu Rido berdiri dari belakang. Rido pura-pura keseleo lagi, jatuh ke pelukan Agus. Pantat Rido nempel pas di selangkangan Agus.

Rido: “Ahhh maaf bang kakiku sakiitt juga uhhhh…”

Agus: “Oooh iyaa gpp bang ayok berdiri dulu.” Kontol Agus mulai bereaksi karena kekenyalan pantat Rido.

Rido: “Maaf ya bang aduhh.” Ia canggung bersihin pantat dari tanah. Sengaja goyang-goyang pantat buat goda.

Agus dalam hati: Anjing ni orang pantatnya kenyal bangett njirrr.

Agus: “Sini saya bantu mas.” Refleks ia tepuk-tepuk pantat Rido pukk pukk pukk.

Rido: “Ahh kotor bgt gak bang?”

Agus: “Iya nih kotor banget bentar yaa.” Awalnya pelan, lama-lama jadi keras plakkk plakkk plakkkk. “Maaf bg ini kotor bangettt jadi harus agak keras.”

Rido: “Uhh sssh ahh bang masih kotor bang?”

Agus: “Dikit lagi mas.” Tamparan makin kencang, Rido makin mendesah.

Rido: “Bang ahhh sakitt bang ahhh ssshh uhhh.”

Agus: “Lohh mas kok malah desah? Anjing malah ngaceng cokk.” Agus terkejut tamparannya bikin kontol Rido tegang, celana ketatnya mengembung jelas.

Rido tutup selangkangan: “Aduh maaf bang makasih ya udh bantu tadi.” Ia coba menjauh, wajah memerah.

Agus pegang tangan Rido: “Ehh bentar mas.”

Rido: “Uhh maaf bang bener-bener maaf bang sy gak tau kenapa please sy malu bang.”

Agus: “Aahhh gpp mas santai aja, cuman saya penasaran aja.”

Rido: “Penasaran kenapa bang?”

Agus: “Ituu kok bisa sampai tegang gitu mas?”

Rido: “Emmm gak tau aduh jangan marah yaa.”

Agus: “Nggak kok mas nggak marah, cuman penasaran. Apa gara-gara sy pukul-pukul pantatnya tadi?”

Wajah Rido memerah, kontolnya makin tegang. Ia cuma bisa menunduk sambil pegang selangkangan.

Rido: “Ahhh ituu nggak gitu bang emmm aduhh malu saya bang.”

Agus: “Hahahah mas-nya ini lucu bgt kayak cewe aja malu-malu hahahahah.”

Rido: “Emm maaf bang.”

Agus: “Maaf mulu mas hahah.” Plakk Agus tampar pantatnya lagi, kali ini tangannya berhenti di sana, meremas-remas geram.

Rido: “Ahhh bang jangan ahh please udah bang maluu sumpah.”

Agus: “Hmmm ternyata memang karena ini ya hahahah.”

Rido: “Udah ya bang saya pamit dulu bang maaf sekali lagi.”

Agus: “Eeeh tunggu. Km homo ya?”

Rido: “Haahh? Emm ii iiyaa bang.”

Agus: “Hahahah pantess dipegang pantatnya malah tegang. Sy boleh minta tolong gak mas?”

Rido: “Hahh minta tolong apa bang?”

Agus: “Gampang kok, mas diem aja sy mau mastiin sesuatu aja.”

Rido: “Emmm diam gimana?”

Agus: “Mas diem aja sy mau pegang dan remas pantat mas gini. Ada yang mau saya pastiin mas tolong kerjasamanya yaa. Tadi kan sy udah nolong, masa gak mau nolong balik?”

Agus jongkok di belakang Rido, wajah tepat di depan bokong semok. Tangannya mulai meremas-remas.

Rido: “Ahhh bang taa taapi mau mastiin apa bang ahh malu saya bang.”

Agus: “Halaaaah sy aja udh liat reaksi kontol mas tadi jadi gak perlu malu. Sy minta tolong mas diam aja.”

Tangan Agus makin kuat meremas pantat Rido. Rido canggung berdiri di taman dengan orang baru meremas pantatnya dengan alasan “memastikan sesuatu”.

Agus terus remas di kesepian taman. Sesekali tampar pantat Rido, sementara Rido makin mengenaskan. Nafsunya naik tapi bingung mau ngapain. Agus makin berani mulai buka celana Rido.

Rido: “Ehhh bang…”

Agus: “Sssst jangan teriak nanti ada yang lewat denger. Kamu diam aja.”

Rido gak protes. Agus turunkan celana sampai lutut. Melihat pantat semok Rido telanjang, Agus takjub:

Anjing ni laki-laki tapi pantatnya mulus banget cokkk putih bening kenyal semok ahhh anjinglah.

Kontol Agus tegang maksimal, celana mengembung.

Fix gw napsu sama pantat ni cowok anjing. Apa gw homo juga ya? Ahhh pikir nanti aja lah nikmati dulu.

Rido sange karena di tempat terbuka. Celana turun sampai lutut, tangan nutup kontol tegang. Hatinya berdebar takut ada yang lewat, tapi adrenalin naik nafsu makin jadi.

Tiba-tiba Agus cium dan jilat pantat Rido.

Rido: “Ahhh bang ngapain uhhh.”

Agus: “Udah saya pastiin mas.”

Rido: “Apa itu bang ahhh.”

Agus: “Pantatmu bisa bikin kontol saya ngaceng.”

Rido malu, senang, dan makin sange. Tapi takut terdengar orang.

Rido: “Ahhh bang uhhh.”

Agus berdiri, lihat wajah Rido kesangean sambil nutup kontol. Ia tarik tangan Rido kontolnya ngacung bebas di alam terbuka.

Agus: “Wahh merah banget kontolnya mas. Suka ya pantatnya dimainin sama saya?”

Rido: “Ehmmm maaf bang.”

Agus: “Maaf mulu dari tadi. Udah lah gak perlu dijawab, dari tadi ngedesah mulu kayak cewek lagi dientot aja mas hahahah.”

Rido: “Ii iyaa bang.”

Agus: “Kita lanjut aja yahh kontol gw udh ngaceng gara-gara pantat semok lu nih.”

Agus peluk Rido dari belakang, selangkangan menempel di pantat semok. Tangan meraba susu Rido, diremas-remas.

“Anjing susu lu juga montok banget kenyal ahh siall. Baru kali ini gw sange ama homo anjing.”

Rido: “Ahhh ang ahhh kita cari tempat aja yukk ahhh.”

Agus: “Gak perlu, di sini aja biar lebih menantang hahahah.”

Rido: “Ahhh kalau ketahuan gimana bang?”

Agus: “Nggak akan! Gw tau tempat ini sepi, gw sering ngentotin cewe di sini.”

Rido: “Ahhh ya udah terserah aja bang yang penting aman uhh bang.”

Tangan Agus masuk ke kaos, sentuh putting Rido yang menegang.

Rido: “Uhh bang ahh enakk bang ahhhh.”

Agus: “Hahahah udah keenakan lu kan hahahah. Buka aja dah.”

Agus tarik kaos Rido, lepas celananya. Lempar pakaian sembarang. Kini Rido telanjang bulat di taman kota dengan kontol tegang, tangan Agus mengerayangi tubuhnya.

Agus bawa Rido ke bangku dekat danau. Rido duduk di pangkuan Agus menghadap dia. Agus langsung jilat perut dan dada Rido, susunya dikenyot, putting digigit pelan Rido menggelinjang mendesah. Agus cium leher Rido, beri cupang, gigit telinga. Sampai di depan wajah Rido, Agus ragu sebentar. Tapi ia langsung lumat bibir Rido. Kontol tegang Agus berontak tertekan pantat Rido.

Puas bercumbu, Agus turunkan Rido di rerumputan. Buka resleting, keluarkan kontol jumbonya tak kalah besar dari kontol pejantan lain yang pernah Rido rasakan. Belum Agus suruh, Rido sudah menyambar kontol itu.

Agus: “Hahahah anjing ni homo doyan kontol sampe kayak orang kelaparan hahahah uhh anjing enak banget hisepan lu ahhh truss hisap kontol gw anjing dasar homo ahhh.”

Rido ganas menghisap karena desahan Agus makin jantan. Beberapa menit kemudian:

Agus: “Ahhh anjing enak banget bangsatt lu apain kontol gw anjing.” Crooottttt crooootttt crooootttt crooootttttttt Agus crot di tenggorokan Rido saat deepthroat.

Agus terduduk nikmati sisa tetesan:

“Anjing lu jago banget ngisepnya sialan blm apa-apa udh crot gw.”

Rido: “Hehe masih kuat gak bang?” Tantang Rido, kini lebih berani.

Agus: “Anjing nantangin lu ya.” Agus dorong Rido, buka kancing celana, turunkan sampai lutut. Angkangkan kaki Rido hingga lubang bool terlihat. Agus jilat lubang bool Rido. Pertama kali ia jilat bool apalagi bool cowok tapi nafsu mengalahkan akal.

Agus jilat membasahi lubang Rido. Rido mendesah. Kontolnya memerah, kepala menengadah lihat danau, lampu taman, kendaraan jauh. Sensasi telanjang di tempat umum bikin Rido makin birahi.

Tiba-tiba Agus hentikan jilatan, arahkan kontol jumbonya blessss. Rido teriak kaget karena menusuk tanpa aba-aba. Sakit luar biasa.

Rido: “Ahhhhhh sakitt bang ahhhh sakiittt pelan-pelan bang ahhhh.”

Agus: “Sory gw gak pernah nusuk bool. Lu tahan aja ya, gw udah napsu berat ama bool lu anjing.”

Rido: “Ahhh bang sakiiit ahhhh bang ampuunnn ahhh.” Rido menangis perih seperti pecah perawan. Ia heran lubang boolnya sering dientot kontol besar, tapi bisa rapat kembali seperti belum disentuh.

Agus: “Anjing sempit banget bool lu ahhh. Jangan bilang lu masih perawan?”

Rido: “Nggak bang ahhh sakiit bg aku udh beberapa kali dientot kok ahhh masih sakit bang seriusss ahhh.”

Agus: “Dasar lonte hahhah, tahan ya sayang ahh boolmu emang sempit bangett anjing lebih sempit dari memek bngsatt.” Kontol baru masuk setengah, digoyang pelan. Agus beri ludah pelumas.

Rido: “Ahhh bang goyangin pelan bang uhhh sakiittt bang ahhh enak uhh sakiitt.”

Agus: “Anjing jadi sakit apa enak?”

Rido: “Ahhh sakit bang tapi ahhhh enakk uhhh.” Agus geram dengan reaksi ambigu Rido, langsung dorong sampai mentok Rido teriak: “Ahhhh bangg sakiiiit aaahhhh.”

Rido menangis kesakitan pasrah. Agus goyang pelan tapi stabil.

Agus: “Uhhh anjing diremas kontolku ahhhh enak banget bool homo anjing.”

Rido: “Uhh bang ahhh ampunnn sakiit ahhh enakk bang ahhh udah bg ahhh entott truss bang uhh.” Rido mulai nikmati sakit memudar.

Agus: “Anjing lu dasar homo haus kontol lu keenakan apa kesakitan anjing.”

Rido: “Ahhhh enakk bang ahhh entot trus bang uhhh yahhh anjing.” Rido hilang kontrol.

Agus: “Hahahahah anjing binal banget ni homo bangsattt gw kencengin yaaa.” Goyangan dipercepat. Bool Rido menyesuaikan lancar.

Rido: “Ahhhh bang uhhh yahhhh anjing enak bang ahhhhh yahhh gak udah bang ahhh aaaahh ampuun bang ahhhh.” Rido mendesah tak karuan lupa mereka di taman umum.

Agus: “Ahhh anjing enak banget ngentot anjing.” Ia tak peduli kemungkinan orang lewat sensasi outdoor bikin ketagihan. Apalagi kali ini ngentotin homo.

Tiba-tiba dari kejauhan Rido lihat dua orang jogging mendekat. Meski masih jauh, Rido yakin mereka lihat kegiatan ngentotnya. Keduanya malah jalan pelan lurus ke arah mereka.

Rido: “Bang ada orang ahhh please bg udh dulu ad org lg kesini bg ahhhh.”

Agus: “Gw juga liat anjing, udah lu diem aja nikmati entotan kontol gw hahahah.”

Rido: “Ahhh bg takuttt ahh bg makin deket mereka bg.” Panik, tapi nafsu makin naik antara kabur atau ingin ditonton.

Agus: “Ahhh anjing enak banget bool lu bangsattt.” Ia tak peduli ia sering ngentot di taman, orang biasanya malah nonton.

Keduanya Ridwan dan Asman pakai celana pendek atas lutut dan kaos lekbong seksi. Dari masuk taman mereka sadar ada yang aneh. Semakin dekat, Ridwan tahu ada orang lagi dientot. Keduanya semangat mendekat. Taman ini memang sering jadi spot ekshib dan sex outdoor. Mereka datang buat ekshib bareng aktif di X bikin konten ekshib. Lihat ada yang ngentot di jalan setapak jadi rejeki nomplok.

Ridwan: “Anjing itu laki-laki cokk yg lagi dientot.”

Asman: “Iya kayaknya hahahah rejeki nomplok.”

Ridwan: “Wkwkwk pas banget deh lu kan homo juga hahahah.”

Asman: “Hahahh ayok lah kesana jarang nemu homo ngentot wkwkwwkk.”

Ridwan: “Lu kan homo kok lu gak mau ngisep kontol gw sih man?” Mereka dekati santai sambil ngobrol menambah adrenalin Rido yang penasaran reaksi mereka.

Asman: “Yeee gw homo jga bukan boti anjing, gak napsu gw liat kontol. Kalau pantat lu mau sini gw entot wkwkwkwk.”

Ridwan: “Anjing gw masih normal njing.”

Asman: “Normal apanya suka ekshib itu gak normal wan hahahhaah.”

Ridwan: “Hahahah anjing lu, masih suka cewek gw anjing. Kalau gak sehobi juga ogah gw temenan ma lu wkwkwkwk.”

Ridwan normal suka ekshib dan nonton orang ekshib. Pertemanan dengan Asman dari DM di X. Mereka tinggal dekat. Karena Ridwan normal dan Asman top, mereka hanya ekshib dan coli bareng. Ridwan pernah ingin disepong Asman, tapi Asman hanya suka pantat, bool, dan tetek montok.

Kembali ke Rido panik makin jadi. Adrenalin naik, begitu juga Agus. Jarak dekat, Rido menunduk pasrah. Agus senyum lihat Ridwan dan Asman sambil terus genjot bool Rido malah makin kencang.

Begitu Ridwan dan Asman tepat di depan, Agus jambak rambut Rido dan entot boolnya brutal.

Rido: “Ahhh bang ahhh jangan ahh maluu bang ahhh uhhh yahhhh.”

Asman: “Wihhh lagi ngentot ni bang hahahah seru bangett yakk.”

Ridwan: “Hahahah anjing beneran homo lagi ngentot cokk gilaaa mantap betuuul.”

Agus: “Ahhh uhh enak banget bang, udh jam segini masih jogging kalian bang?”

Asman tatap wajah Rido: “Anjing mantep bener botinya bang hahahahh.”

Agus: “Hahahah kalian homo juga?”

Ridwan: “Hahahah kagak bang, gw masih normal, dia aja yang homo. Kita lagi mau ekshib sekalian coli di sini hahahah.”

Agus: “Hahahah sama dong gw juga masih normal sampai ketemu ni homo hahahahah.”

Ridwan: “Wihh yang bener bang?”

Agus: “Hahahah iyaa ni homo tadi jogging pamer pantat ama gw ya udah gw genjot aja penasaran juga ngentotin bool. Rupanya enak kali bang anjing lebih sempit dari memek ahhh anjiiing.”

Asman: “Wihh baru ketemu langsung ngentot bang? Kok bisa hahahah.”

Agus: “Hahahah pantatnya semok banget bang bikin gw sange, gw remes-remes malah mendesah ya udah gas aja kann hahahah.”

Ridwan: “Ohh iyaa kenalin bang gw Ridwan.” Ajak salaman Agus. Agus lepas jambakan dan salaman.

Agus: “Gw Agus bang.”

Asman: “Gw Asman bang. Ini siapa namanya bg dari tdi ngedesah mulu hahahah.” Rido malu dan sange situasi memalukan saat dientot tapi ketiganya ngobrol santai.

Agus: “Ooh iyaa siapa nama lu njing? Lupa gw belum kenalan hahahah.”

Ridwan: “Gokill anjing belum kenal udah ngentot hot banget lagi anjing.”

Rido: “Ahhh sssh namaku Rido bang ahhh.”

Agus: “Oooh Rido, kenalan dulu sama mereka.” Agus jambak lagi rambut Rido biar tatap keduanya.

Rido: “Ahhh shhhh bang ahhh bentar ahhh pelan bang, uhh kenalin bang sy Rido.” Entotan brutal bikin sulit berkenalan. Saat salaman sama Asman, tubuh terguncang tangan kiri pegang Ridwan.

Ridwan: “Anjing ni homo malah keenakan hahah, gw Ridwan.”

Asman: “Uhh mantep banget ni boti, gw Asman.”

Rido: “Ahhh bang yahh ampunnn bang ahhh ssshhh.” Sensasi berkenalan sambil dientot bikin Rido puncak fetishnya. Crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt ccrrroooottttttttttttttttttttttttt Rido muncrat di depan Ridwan dan Asman saat berkenalan.

Ridwan: “Anjing ni homo kagak diapa-apain kontolnya bisa crot cokk wkwkwkwk.”

Asman: “Uhhh binal benerr ni boti anjing.”

Agus: “Hahahhah anjing malah crot bangsattt homo binal lu anjing.” Agus makin semangat, percepat entotan ia juga puncak fetishnya. Crooooootttttttt crrroooottttttttttttttttt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt Agus crot banyak di bool Rido. “Ahhh anjiiing enak banget ngentot anjing.”

Asman: “Uuuh langsung crot juga lu bang hahahah.”

Agus: “Uuhhh mantep banget boolnya cokk, cobain aja.”

Asman: “Ahahahah biar gak mau juga tetep gw perkosa ni boti binal anjing.”

Ridwan: “Anjing hot bangett cokk sange gw bangsatt.”

Asman dan Ridwan tak pakai CD kontol sudah tegang bentuk tenda. Agus cabut kontol, nyalakan rokok, duduk nonton Rido lemah tertungging. Kontol Rido dan Agus masih tegang. Asman langsung lepas celana pendek dan blesss kontolnya masuk lancar ke bool Rido yang becek bekas Agus, tapi tetap menjepit karena elastis.

Rido: “Ahhhh bang yahhh pelan-pelan bang ahhhh.”

Asman: “Anjing masih sempit cokk bangsattt gw kira udah longgar anjing.”

Ridwan: “Anjing lu man-main ngentot aja, ehh lu mau ngisep kan?”

Rido: “Mau bang ahhh mauuu kontol.”

Ridwan: “Anjing binal banget cokk homo haus kontol anjing. Malam ini lu puasin kita bertiga.”

Rido: “Siapp bang ahhh sini bang ahhh mau kontol ahhh.” Rido di luar kontrol sifat binal menguasai. Langsung raih celana Ridwan, turunkan, happp kontol Ridwan dilahap ganas seperti kelaparan.

Rido digarap Ridwan dan Asman brutal. Agus nonton threesome sambil kocok kontol, senyum puas tunggu giliran lagi.

Asman: “Anjiiing bangsattt ni bool enak banget cokk pantatnya pulen.” Plakkk plakk plakkk Asman entot sambil tampar pantat semok.

Ridwan: “Anjing hisepannya mantapp cokk lu apain kontol gw bangsattt ahhhh pinter banget ni lonte anjing ahhh bangsattt enak banget kontolll.” Crooooottttt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt Ridwan crot di mulut Rido.

Asman: “Ahhh anjing ngentot.” Plakkk plakkk croooottt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttt Asman crot di bool Rido yang makin becek.

Ridwan dan Asman cabut kontol, duduk sebelah Agus. Rido balik badan, terlentang lemas di jalan setapak dingin. Kontolnya masih ngacung penuh nafsu, tangan usap pejuh Ridwan di wajah dan perut. Ekspresi binal kesangean. Ketiga pejantan lihat tertawa sambil rokok kontol masih tegang.

Ridwan: “Anjing sperma di lantai itu, lu kapan ngecrot dah?”

Agus: “Pas dientot tadi dia ngecrot itu wkwkwk gw takjub banget ama ni homo kuat bgt dientot masih kesangean itu hahahah.”

Asman: “Hahahah boti binal montok gini emang pantesnya jadi pemuas nafsu kontol.”

Celotehan mereka bikin nafsu Rido naik lagi.

Rido: “Ahhh iyaa bang please entot lagi yahhh.” Rido angkangkan kaki, menusuk bool dengan jari menghadap ketiganya.

Agus: “Bajingan ni homo bangsattt.” Agus berdiri, hendak entot lagi.

Rido: “Ayokk bang ahhh mau dientot lagi bang please.”

Agus: “Minum dulu nih haus kan lu ahahahahah.” Currrrrrrrrrrrrrr currrrrrrrrrrr currrrrr Agus kencingi tubuh Rido.

Rido: “Ahhh iyaa bang ahhhh segerrr.” Mangap-mangap menadah kencing Agus.

Agus: “Hahahahah anjing doyan kencing juga bangsattt.”

Asman: “Hahahah ini sih bukan boti, udah lonte murahan anjing ahhahahah.”

Ridwan: “Anjing jackpot banget nemu homo binal gini hahahahah.”

Agus angkat kaki Rido, kontolnya menancap lagi Rido dientot brutal oleh Agus, sementara Ridwan dan Asman nonton bokep live.

Hingga jam 2 malam Rido terus digilir. Agus entot 5 kali crot, Ridwan dan Asman masing-masing 3 kali. Rido sendiri entah berapa kali crot di jalan taman itu.

Agus puas, minta nomor HP Rido begitu juga Ridwan dan Asman. Ketiganya pamit pergi, tinggalkan Rido telanjang bulat berlumuran pejuh dan kencing.

Agus: “Gw pulang dulu ya hahahh lu urus sendiri badan lu njing dasar lonte lain kali ngentot lagi kita hahahah.”

Asman: “Gw sama Ridwan jga pulang dulu, puas banget kita hahahah anjing kayak lu emg pantes jadi tempat pembuangan sperma sama kencing kami hahahah, lu berharap aja ada yang lewat ngentotin lu lagi hahhah plakkk.” Asman tampar kontol Rido lemas sebagai salam perpisahan.

Ditinggal sendirian dalam kondisi hina itu malah bikin nafsu Rido bangkit lagi. Di keheningan malam, kontolnya tegang kembali. Dengan was-was dan sange, Rido berdiri sambil kocok kontol dan desah tak karuan. Ia cari baju dan celana yang tadi dilepas dekat danau.

Rido heran hilang. Entah masuk danau atau dibawa orang. Karena was-was telanjang bulat, Rido nekat pulang begitu saja. Berjalan sambil terus kocok kontol.

Anjing gw kenapa yahh, enak banget cokk ngentot di taman gini telanjang ahhh anjing pengen dientot lagi gw bangsatt.

Rido hati-hati mengendap nutup kontol tegang menuju parkiran taman yang sepi. Sampai mobil, ia terus kocok. Bahkan naik ke atap mobil, telentang menghadap bintang kocok kontol sambil ingat perngentotan tadi. Tangan kanan kocok, tangan kiri tusuk bool hingga croooooottttt crrrooooooottttttttttttt ccrrrooooooottttttttttttt Rido muncrat di atap mobil.

Beberapa menit diam ingat hari ini, tersenyum.

Besok bakal dapat kontol lagi gak yah.

Puas, Rido turun masuk mobil pulang dalam keadaan sangat binal.

Sesampainya apartemen, tetap telanjang naik tangga darurat ke kamar. Mandi, lalu tidur bugil dengan kenangan binal malam itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

Diperbudak junior

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu