---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

BAB 4 Pengalaman Binal Rido: Belajar Mengemudi

 


Cerita eksklusif Rido bab 4 terdiri dari 10 part: 

1)         Membeli mobil dari brondong

2)         Belajar Mengemudi penuh godaan

3)         Godaan semakin berat, udah gak kuat

4)         Brutal tapi Romantis

5)         Morning sex (etdahh ngentot mulu do)

6)         Telanjang depan kurir

7)         Belajar mengemudi telanjang

8)         Tantangan mengemudi dari ardi

9)         Dipermainkan ardi dan bocil2

10)      Kebinalan rido yg tak pernah padam


Membeli mobil dari brondong

Rido terbangun di pagi buta sekitar jam 4 subuh. Sudah 2 hari Rido berada di apartemennya bermalas-malasan karena sebelumnya ia benar-benar lelah melayani para pejantan di barbershop.

Rido bangkit dari kamar tidurnya dan pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi. Dengan tetap telanjang bulat, Rido menuju balkon apartemennya menikmati subuh dengan kopi dan rokok.

Kontolnya tegang merasakan kesegaran udara pagi. Masih gelap pikirnya, tidak jadi masalah. Kalaupun ada yang melihat dan memvideokannya biarlah, semakin banyak yang lihat akan semakin menggairahkan. Jiwa ekshib Rido semakin menjadi-jadi.

Rido memperhatikan lalu lintas jalanan di Jakarta. Berpikir untuk setidaknya memiliki sebuah mobil kecil agar Rido bisa bergerak bebas di Jakarta ini. Menggunakan transportasi umum cukup nyaman sebenarnya tapi tidak bisa membawa barang bawaan dengan leluasa.

Diputuskan, hari ini Rido akan membeli sebuah mobil. Rido mulai searching iklan mobil di Facebook, dan menemukan satu akun sales mobil yang menurutnya tampan, manis dan lucu. Sales itu bernama Ardi.

Rido menghubungi whatsapp-nya dan langsung direspon.

Rido “Halo apa benar ini dengan showroom mobil xx?”

Ardi “Selamat pagi, dengan Ardi, ada yang bisa saya bantu?”

Rido “Saya mau beli mobil, harganya brp?” Rido bertanya dengan polosnya, maklum persediaan uangnya dari hasil jual warisan dan sahamnya memang sangat besar.

Ardi “Kalau boleh tau mau mobil apa ya pak?” Ardi cukup kaget sebenarnya apakah Rido ini serius atau tidak, tapi butuh penjualan jadi tanggepin dulu aja, toh dari fotonya sepertinya bukan orang ecek-ecek pikir Ardi

Rido “Hmmm sy blm terlalu paham merk dan spesifikasi mobil, bisa bantu saya pilihkan saja?”

Ardi “Baik pak kalau boleh tau bapak butuh mobil untuk apa pak? Pribadi atau usaha?”

Rido “Pribadi, yang kecil aja biar enak bawanya”

Ardi “Baik pak untuk pribadi dan mobil yang kecil kapasitas untuk 4 orang kita ada mobil bla bla bla” Ardi mengirimkan foto-foto mobil

Rido “Okee sy mau satu yang warna hitam ya”

Ardi “Mau yang tipe apa pak?”

Rido “Aduh tipe yang bagus aja terserah lah”

Ardi “Untuk mobil X tipe tertinggi ya pak warna hitam harganya sekian pak, mau cash atau kredit?”

Rido “Cash aja, kirim alamatnya ya saya kesana sekarang”

Setelah Ardi mengirimkan lokasi, Rido berangkat ke showroom yang cukup jauh menggunakan taxi. Setelah sampai di showroom, Ardi dan Rido sempat bertatapan dan terdiam cukup lama. Tersadar, Ardi langsung mempersilahkan Rido duduk di sofa.

Di sana Ardi dan Rido melakukan transaksi mobil yang tadi dimaksud.

POV Ardi

Hari ini sial banget dimarahin bos karena sudah tanggal 12 masih belum ada penjualan sama sekali. Aku pergi ngopi di warkop dan mencoba posting beberapa promo mobil seperti biasa.

Gak lama, muncul notif Whatsapp menanyakan mobil. Setelah ngobrol di WA awalnya aku ragu ini orang serius beli mobil masalahnya kayak gak paham mobil trus cepet banget setujunya. Namanya pak Rido, dari data yang dikirim kayaknya sih udah tua ya 30an, tapi kalau difoto profil kayak masih muda seumuran hahah foto jaman kapan ini.

Rido menuju ke showroom, aku nunggu sambil deg-degan kalau memang si Rido bisa langsung transaksi hari ini. Rejeki nomplok banget ini mah, mobil yang dipilih Rido termasuk mobil mewah dan mahal, bonusnya cukup besar karena penjualan mobil ini agak lambat.

Begitu pak Rido sampai di showroom dan menelpon langsung saya angkat dan keluar showroom untuk menyambutnya. Begitu aku melihat pak Rido, aku benar-benar terkejut, fotonya sama persis dengan profil WA-nya.

Aku sempat ragu apa mungkin data tadi itu milik ayahnya? Dari looknya pak Rido ini sangat tampan, imut manis putih, dengan style kaos berkerah yang agak ketat, badannya seperti anak gym terbentuk dengan baik, ditambah celana kain pendek di atas lutut menambah kesan sexy berduit, betis dan pahanya putih mulus bening.

Gila ini orang sempurna banget ganteng, seksi, berkarisma, muka babyface, berduit lagi. Saat aku menjabat tangan pak Rido, behhh wangi dan halus banget tangannya gila, jujur aku agak terangsang sebenarnya. Lelaki seperti Rido ini tipe gw banget, aku rasa tipe semua homo sih ahahah.

Yaah aku homo dan seorang top. Hobiku coli, nonton bokep dan baca cerita gay di wattpad, aku sangat suka tubuh seperti pak Rido, telanjang pasti akan sangat menggoda.

Aku sampai cek lagi KTP yang dia kirim, benar saja usianya memang sudah 35, tapi melihat wajahnya benar-benar seperti masih 20an. Aku reflek memanggilnya om, karena memanggilnya pak seperti tidak cocok dengan wajahnya.

Di sisi lain aku pikir om Rido ini sepertinya juga seorang homo, radar ku gak pernah salah. Semoga aja dia seorang boti hahahah.

Aku menyapanya dan mengajaknya duduk di sofa, gila pas duduk aku gak bisa fokus cokk, paha mulusnya menantang buat di elus-elus behhh. Aku berusaha tenang menghadapi om-om yang begitu manis dan lucu ini.

POV Rido

Begitu aku sampai di showroom aku agak kaget dengan perawakan Ardi yang masih sangat muda kelihatannya, wajahnya hitam manis, beralis tebal, kurus dan agak tinggi hampir sama tinggi denganku.

Setelah aku mengobrol ringan ternyata Ardi baru lulus SMA dan langsung bekerja di showroom sekitar 7 bulan yang lalu. Wajahnya enak dipandang, kesan brondongnya kuat sekali, dan selangkangannya cukup membuatku penasaran pasalnya bagian itu agak menonjol di celana kain yang dipakainya.

Setelan kantor yang dia pakai menambah kesan rapi bersih manis. Uhhh rasanya aku pengen peluk cium, gemass hahah.

POV author

Rido dan Ardi melakukan transaksi mobil yang diinginkan, Rido bisa langsung membawa mobil itu pulang. Masalahnya Rido belum bisa nyetir mobil, setelah ini memang Rido ingin mengambil kursus mengemudi.

Ardi “Baik om ini mobilnya udah bisa langsung bawa pulang ya, untuk asuransi dll nanti bisa saya antar aja om jadi gak usah nunggu lama, surat-suratnya baru siap mungkin sore om”

Rido “Waduh saya gak bisa bawa mobil, nanti bisa diantar aja gak?”

Ardi “Hah? Om gak bisa bawa mobil tapi udh beli mobil?”

Rido “Heheh iyaa biasanya pakai taxi tapi kayaknya butuh mobil sendiri jadi mau beli, abis ini baru kursus mengemudi, km kenal org kursus mobil terpercaya gak?”

Ardi “Oooh gitu yaa, iyaa siii kalau taxi terus lumayan om hahah, untuk kursus mobil banyak si om, tapi kalau mau bisa saya aja om yang ajarin gmn? Om kasi sy uang rokok aja gpp, hitung-hitungan terimakasih karena udh beli mobil lewat saya hehe” Ardi tidak mau memberi kesempatan ini kepada orang lain, selain dia ingin melihat Rido lebih lama, menjalin hubungan dekat dengan konsumen yang berduit pasti akan menguntungkan baginya.

Rido “Oooh boleh kalau gitu sih, tapi sempat gak? Bukannya kamu kerja?”

Ardi “Hahah jadi sales aman om, waktu bisa diatur, yang penting gak pagi aja om, biasa breafing dulu di kantor, sambil ngajarin om nyetir mobil sy bisa sambil kerja juga kok”

Rido “Oooh ya udah aman kalau gitu, saya ikutin waktu kamu aja, saya gak ada kerjaan soalnya, kapan aja bisa”

Ardi “Wiiih mantap yaa om udah bebas financial hahah”

Rido “Heheh iyaa sy main saham jadi gak perlu kerja”

Ardi “Okee sore ini bisa om, nanti saya sekalian antar surat-surat sekalian belajar kursus aja”

Rido “Okee, kalau gitu sy balik dulu, sy tunggu di apartemen ya, nanti latihan dimana?”

Ardi “Emmm kalau dekat apartemen om sih ada tempat di daerah X ini stadion gitu jarang dipakai biasa buat jogging aja, jalannya luas bisa buat belajar mengemudi”

Rido “Oke kabarin aja ya”

Ardi “Siapp om”

Begitu Rido pulang, Ardi menatap Rido yang pergi menjauh. Dalam hati “Gilaa aku bakal ngajarin om Rido nyetir mobil, minimal bisa pegang-pegang badan dia yang aduhaiii itu kali yaa hahah, aaah pantatnya semok bgt lagi, dadanya montok banget minta dikenyot, bangsaat ahhh sange aku liat kamu ooom” Ardi segera pergi ke WC dan coli sambil memandangi foto Rido di HP-nya.

Sepanjang jalan menuju apartemennya, Rido kepikiran dengan Ardi yang saat mengobrol tadi terlihat Ardi menatapnya lekat seperti orang kelaparan. Hati Rido sedikit bergetar dengan tatapan anak muda itu, meski wajahnya polos dan lucu tapi ekspresinya tadi benar-benar seperti singa kelaparan.

Beberapa kali mata Ardi menatap paha dan dada Rido lekat. Mendapat perhatian dari Ardi seperti itu, Rido sebenarnya agak terangsang. Tatapan-tatapan seperti itu yang Rido rasakan dari pejantan-pejantan yang menikmati tubuhnya.

Sesampainya di apartemen, Rido langsung menelanjangi dirinya dan berbaring, memikirkan Ardi yang begitu manis lucu dan lugu. Rido membayangkan dirinya bisa memeluk, mencium dan bercinta dengan Ardi, lumayan dapat brondong pikirnya.

Rido kemudian memutar otaknya untuk menggoda Ardi saat dia ke apartemennya nanti dan saat belajar mengemudi. Rido yakin tatapan Ardi tadi menandakan Ardi cukup tergoda dengan tubuhnya.

Rido memilih pakaian yang sangat terbuka dan seksi untuk menggoda Ardi nanti. Rido mengenakan kaos lekbong yang bagian kanan dan kirinya terbuka lebar sampai ke pinggang, lalu mengenakan celana pendek sepaha atas warna putih berbahan parasut yang sedikit menerawang.

Untuk berjaga-jaga takut ngaceng tiba-tiba, Rido mengenakan celana dalam G-string yang bagian belakangnya hanya seutas tali di celah pantatnya. Ini membuat bagian pantat Rido tercetak jelas seolah tidak mengenakan CD.

Rido berdiri di depan cermin memperhatikan tubuhnya yang sangat seksi siap menggoda brondong lugu yang pasti akan salah tingkah jika Rido mendekat atau menempelkan tubuhnya, dan pastinya seru melihat dia yang gugup tergoda dengan tubuhnya hahahah.

 

Belajar Mengemudi penuh godaan

POV Ardi

Aku gak sabar nunggu surat-surat om Rido siap. Bagian admin sampai aku buru-buruin dengan alasan jauh takut kemalaman. Untungnya karena mobil yang dibeli memang termasuk mobil mewah, bagian admin bisa memprioritaskan itu.

Sekitar jam 15:30 aku sudah sampai di apartemen om Rido. Aku telpon om Rido dan segera menuju lantai 17, nomor 7. Aku ketuk pintunya, om Rido membuka pintunya lebar. Dan gilaa aku langsung tercengang melihat om Rido dengan baju santainya yang aaah minta diperkosa ini orang sumpah.

Om Rido mempersilahkan aku masuk. Aku mengikutinya dari belakang dan wowww bentuk pantatnya bulat sekal montok sekali. Dan sepertinya om Rido tidak memakai celana dalam. Ahh gila kontolku mulai ngaceng lagi sialll.

Aku langsung membuka jaket yang aku pakai dan aku pegang dari depan menutupi gundukan selangkanganku yang sulit dikondisikan.

Saat duduk pun aku bisa melihat susu montok om Rido dari samping. Kaos lekbongnya terlalu terbuka, pentil susunya melenting menjiplak di kaosnya yang agak longgar itu menandakan betapa montoknya susu om Rido. Rasanya pengen segera aku remas dan kukenyot susunya.

Ini sangat menyiksa buatku. Rasanya ingin segera memeluk om Rido dari belakang dan memainkan susunya, menekan-nekan kontolku di pantatnya ahhhh gila sedappp sekali. Kalau gini pakaiannya bisa-bisa gak ngajarin nyetir malah ngajarin ngentot gak si hahahah.

Pas duduk di sofa gila itu celana bisa dibuka sekalian aja gak si, pendek bener cokk. Paha putih mulus beningnya uhhh pengen bgt aku liatin. Fix sih ini om gay pasti sengaja godain aku. Ya kali nerima tamu pakaian kayak gini.

Ahhh tapi aku gak boleh kalah. Dia harus botinya. Aku gak pernah jadi boti. Mau si om yang mantep bgt ini jadi top juga ogah jadi boti. Aku harus menjaga kemurnianku sebagai top hahahah.

Sejujurnya banyak pria homo yang mengajakku berkencan. Banyak juga yang menganggap aku pihak bawah karena aku anak SMA bahkan setelah lulus pun seperti itu. Pernah ketemu sama om-om kekar tapi ternyata dia juga top dan kami di kamar hanya coli bareng sambil liat bokep.

Preferensiku memang sedikit berbeda. Aku suka boti yang muscle. Itu sebabnya aku agak sulit dapetin boti yang sesuai. Kebanyakan di apk boti kurus atau chubby. Begitu ketemu yang muscle ternyata top ahhh susah sekali dapetin boti muscle.

Meski om Rido tipe ku tapi kalau dia seorang top yahh paling aku minta grepek-grepek badan dia aja cukup sepertinya hahah.

POV author

Saat Ardi menjelaskan tentang asuransi dan service berkala, Rido memandang wajah Ardi gemas. Sejujurnya Rido juga kurang fokus. Tatapan lapar Ardi di showroom tadi pagi kembali dirasakan selama ngobrol.

Rido sekarang yakin kalau Ardi benar-benar tertarik dengan tubuhnya. Hanya saja Rido sedikit aneh dengan tatapan Ardi yang jika diperhatikan cukup menyeramkan, seperti geram, marah, nafsu. Ekspresinya sulit dicerna. Yang jelas bagi Rido Ardi pasti menginginkan tubuhnya.

Ardi “Okee om udah beres semua, kita bisa langsung belajar mengemudi?”

Rido “Okee ke tempat yang kamu bilang itu ya, aku ganti baju dulu sebentar”

Ardi “Eeh jangan!”

Rido “Haa kkee kenapa di?” Rido agak kaget dengan reaksi Ardi dengan nada tinggi

Ardi “Aaah emm ituu kayak gitu aja gpp om santai, kita kn belajar mobil aja” Ardi sempat salah tingkah karena reaksinya tadi agak berlebihan

Rido “Emmm oookee ya udh ayokk” Rido mengambil tasnya dan menuju mobil barunya.

Berada di dalam mobil berdua, Ardi dan Rido sama-sama tegang dan salah tingkah. Keduanya sama-sama paham kalau mereka saling tertarik, tapi bingung untuk memulai.

Ardi yang menyetir terlebih dulu membawa mobil ke lokasi yang dituju. Begitu sampai, Rido mengambil kemudi. Ardi mulai mengarahkan dasar-dasar mengemudi kepada Rido. Beberapa kali Ardi menyentuh tangan Rido untuk meluruskan cara mengemudinya.

Selama belajar mengemudi, Ardi selalu memperhatikan Rido dengan lekat. Matahari sore memantulkan cahayanya di tubuh Rido menambah kesan putih mulusnya semakin menggoda, apalagi bagian pahanya. Celana pendeknya sampai ke pangkal paha, selangkangannya menampakkan gundukan yang tidak kecil.

Melihat Rido seperti itu Ardi mulai memberi arahan mengemudi dengan beranjak mendekat dan menempelkan tubuh mereka, sampai lengan Ardi menyentuh susu Rido, membuat Ardi gugup pasalnya pentil Rido terasa sekali di lengannya.

Wajah mereka cukup dekat, Ardi hampir saja kelepasan menyomot mulut Rido, begitu juga Rido.

Setelah beberapa putaran dan Rido mulai lancar memainkan gas dan remnya, Rido mengajak Ardi untuk bersantai sejenak di salah satu gubuk penjual es kelapa. Saat menikmati es kelapa mengobrol sambil merokok santai.

Cuaca yang sedari tadi gelap dan mendung, tiba-tiba hujan turun dengan deras membuat Ardi dan Rido segera membayar es kelapanya dan berlari menuju mobil baru Rido. Baju mereka sudah basah. Parahnya celana Rido yang berbahan parasut dan sedikit menerawang itu menjadi transparan terkena air hujan.

Rido duduk di kursi kemudi dan Ardi di sebelahnya. Karena sudah mau pulang, Rido masih tidak berani membawa mobil itu ke jalan raya dan meminta Ardi untuk mengemudi mobilnya.

Hujan masih deras akhirnya mereka tukar posisi dari dalam. Ardi beranjak ke belakang melalui celah kursi di tengah, kemudian Rido berpindah ke kursi samping dengan posisi sedikit menungging menunjukkan bentuk pantat bulatnya yang terbalut celana pendek transparan.

Karena Rido memakai celana dalam G-string yang bagian belakangnya hanya seutas tali, maka dari sudut pandang Ardi, Rido seperti tidak memakai celana dalam. Rido sengaja berlama-lama dan berpura-pura tersangkut di celah kursi bagian tengah itu.

Ardi dalam hati “Anjing bangsaaat ini pantat seksi bener pulen montok anjing aaah siaaal ngaceng kontolku babiii, anjing beneran gak pakek celana dalam ini om bangsattt sengaja anjinggg”

Ardi “Bisaa gak om? Sini sy bantu om” tawar Ardi sambil memegang pantat Rido seolah-olah membantu

Rido “Aaah sssh susah di ini gmn sih sempit bgt mobil kecil gini yakk”

Ardi “Bisa om ayook sy bantu ommm sssh” Ardi semakin sange merasakan tekstur kenyal dari pantat om-om imut di depannya.

Setelah Rido berhasil pindah duduk di samping, Ardi kemudian berpindah ke kursi mengemudi dengan mengangkangkan kaki kanannya terlebih dahulu membuat selangkangannya menghadap tubuh Rido dan mengenai tangan kanan Rido.

Pikir Rido “Anjirrr itu selangkangan Ardi tadi gede banget njirrr kontolnya sebesar apa ya, mana kena tanganku lagi ahhh keras kayaknya tadi, fix Ardi pasti sange gara-gara pegang pantatku tadi”

Posisi sudah sesuai dan karena pergerakan tadi mereka cukup gerah lalu menyalakan AC. Kondisi Ardi masih lumayan kering karena tadi dia masih mengenakan jas dan hanya melepas jasnya di dalam mobil, sedangkan Rido, kaos lekbong tipisnya cukup basah membuat susu dan pentilnya semakin menjiplak.

Ardi “Emmm iiituuu kaosnya dilepas aja om, basah itu nanti masuk angin loh” harap Ardi untuk melihat Rido tidak memakai baju.

Rido “Aduh iya juga yaa, taa tappiii om malu di ini masih di jalan raya gini, takut dikira ngapain gak pakai baju heheh”

Ardi “Gpp om kaca mobil ini gak nampak dari luar, bukannya udah sy jelasin salah satu fitur mobil ini?”

Rido “Ooooh iyaa yahh, ya udah om buka nih, gpp kan?”

Ardi “Yaah gpp lah om santai aja”

Rido membuka kaos lekbongnya dan kini Rido hanya mengenakan celana pendek transparan, yang bagian selangkangannya mulai membesar. Setengah telanjang di depan Ardi seperti ini membuat Rido sedikit terangsang.

Sedangkan Ardi yang kini bisa melihat selangkangan Rido cukup kaget “Lohh itu kok bagian selangkangannya agak membesar tapi gak tercetak jelas ya bentuk kontolnya, bukannya om Rido gak pakai kolor? Tadi jelas banget kok dari pantatnya, bangsattt jangan-jangan dia pakai kolor G-string, ahhh sialll ini sih fix boti anjing” pikir Ardi kegirangan dengan asumsi yang ia pikirkan.

Rido langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangannya merasa malu namun bagian bawahnya mulai berontak. Ardi pun sempat tersenyum melihat tingkah Rido yang lucu, tidak seperti orang pada usianya.

Ardi kemudian menghampiri Rido, wajahnya sangat dekat seperti orang mau ciuman. Jantung Rido berdebar, namun ternyata Ardi hanya membantunya memasang sabuk pengaman. Dan saat memasang sabuk pengaman, tangan Ardi berpura-pura tidak sengaja menyentuh salah satu pentil Rido.

Setelah terpasang pun Ardi sengaja mengarahkan sabuk itu untuk bergerak-gerak di pentil kiri Rido membuat Rido sedikit mendesis “Eehhh” Rido langsung menutup mulutnya.

Ardi “Lohh kenapa om?”

Rido “Emmm gpp tadi agak sakit kena sabuk hehe”

Ardi “Hahah tapi kayak desah tadi om hahah”

Rido “Nggak kok serius” Rido menjelaskan dengan salah tingkah

Ardi “Iyaaa iyaa nggak kok, mirip aja tadi atau Ardi yang salah denger hehe” Ardi merasa Rido justru sangat imut dengan sikap salah tingkahnya

Rido “Sory ya agak kurang sopan hehe”

Ardi “Hahah gpp om ini kan mobil om sendiri” senyum Ardi merasa ada yang salah dari Rido dan sepertinya sesuatu yang mengasyikkan.

Rido “Ya udah ayok gass pulang”

Ardi “Okeee, emmm besok mau jam brp om belajar mobilnya?”

Rido “Terserah kamu aja, sy bebas kok”

Ardi “Oooh besok pagi aja gpp om, besok kan Sabtu Minggu sy gak kerja, bisa latihan maksimal jadi cepat bisanya”

Rido “Okee siappp”

*** Bab 3 dan seterusnya dapat di akses di LYNK ID,klik link: https://lynk.id/sancasado 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

Diperbudak junior

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu