---------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------

BAB 3 Pengalaman Binal Rido: Barbershop

 


Rido berdiri telanjang di depan cermin kamar mandi sambil garuk-garuk kepala. Rambutnya sudah mulai panjang, bagian sampingnya tumbuh tidak karuan. Hari ini Rido putuskan untuk potong rambut di barbershop mana saja yang ia temui karena Rido belum punya langganan barbershop.

Setelah siap-siap seadanya, Rido keluar apartemen pakai sandal jepit, kaos lekbong bercelana pendek jauh di atas lutut. Rido menemukan sebuah rumah dengan pagar yang tidak terlalu tinggi bertuliskan barbershop. Rido langsung masuk melewati pagar yang terbuka lebar dan menuju kios di samping kanannya dengan dinding dan pintu full kaca, sesuai keinginan Rido untuk potong rambut di tempat ber AC.

Begitu sampai di depan kiosnya, Rido langsung masuk. Tempatnya lumayan besar ber AC dan lengkap ada tempat cuci rambut juga jadi Rido gak harus mandi lagi. Ada 4 kursi saling membelakangi dengan cermin besar full dari lantai ke atas, dan di bagian tengah belakang menghadap pintu masuk terdapat wastafel keramas.

Dari luar memang tidak terlihat karena full stiker, sedangkan dari dalam bisa melihat keluar menampakkan pagar dan jalan yang ramai dilalui orang-orang.

Di dalam sudah ada 1 orang yang lagi dipotong rambut, sementara tukang cukurnya total hanya ada 3 orang: Jaka barber sekaligus pemilik, Edo dan Erman. Saat Rido masuk, 3 barber menatap Rido dengan intens dari atas sampai bawah, begitu juga pelanggan yang sedang potong rambut.

Mereka tertegun melihat Rido yang seksi dengan singlet memperlihatkan lengan putihnya dan celana pendek yang di atas paha menampakkan paha mulus, ditambah wajah Rido yang cute tersenyum lebar bertanya ke mereka.

Rido “Halo disini bisa potong rambut?”

Jaka “Mmm gak bisa a' disni tempat cukur jembut”

Rido “Hah?”

Jaka “Ya bisa atuh a' ini namanya aja udah barbershop” Dengan nada bercanda

Rido “Hehe iya bang basa basi aja hhee”

Jaka “Silahkan duduk disni a'” Tunjuk Jaka ke kursi di sebelah kanan tepat di sebelahnya ada konsumen yang sedang potong rambut

Rido duduk menghadap cermin, saat duduk Rido baru ngeh dia se seksi itu, pantas ketiga barber tadi melongo melihatnya. Gimana tidak celana yang Rido kenakan benar-benar pendek kini dia duduk menghadap cermin besar seperti sedang mengenakan celana dalam saja.

Jaka menanyakan model potongan yang Rido inginkan dan menutup Rido dengan kain barber. Jaka rasanya enggan menutup tubuh Rido dengan kain, pemandangan di depannya sungguh menggiurkan. Yah Jaka merupakan pria homo top yang sangat suka tipe tubuh seperti Rido ini.

Jaka sendiri sebenarnya mulai sange melihat paha dan susu Rido yang menjiplak di singletnya menampakkan pentilnya yang melenting.

Jam menunjukkan pukul 4:30 sore, Jaka mulai memotong rambut Rido. Saat memotong, Jaka kurang fokus karena memikirkan tubuh Rido yang semok dan mulus tadi. Jaka mulai membayangkan tubuh telanjang Rido bisa dia mainkan, dijilat, digrepek-grepek, dikenyot, dipelintir pentilnya dan dientot sejadi-jadinya.

Karena memikirkan itu semua, di dalam celananya kontol Jaka sudah ngaceng. Begitu besarnya kontol Jaka membuat tenda di celananya hingga resleting celananya seakan mau terbuka, namun baju Jaka yang cukup besar menutupi gundukan kontolnya.

Saat Jaka memotong rambut Rido dari bagian depan, selangkangannya sempat menyentuh tangan Rido namun Jaka segera mundur. Rido berpikir “Njirr apa tadi tu, kontol dia kh? Gede banget njirr, mana keras lagi tadi masa dia ngaceng sih? Aah gak mungkin lah, tapi tadi dia kaget mundur kayak takut gitu, jangan-jangan dia sange sama aku trus ngaceng? Ah gak mungkin lah perawakannya aja jantan banget gitu masa iya dia belok? Duhh kalau diliat-liat abg barber ini keren juga, kulit sawo matang, badan kekar wajah garang tapi manis gimana gitu, aduuuh tangannya berurat gini gimana kontolnya? Njirrr mesum bener dah aku, please jgn macam-macam Ridoooo bangsatt gak bisa liat yang jantan dikit sange arrrgh sialll”

Jaka berpikir kalau Rido akan merasa terganggu karena selangkangannya tadi sempat menyentuh tangannya, namun dilihat-lihat Rido sepertinya tidak sadar. Jaka pun kembali fokus memotong rambut hingga kontolnya bisa tenang.

Singkat cerita rambut Rido selesai dipotong, Jaka pun segera membersihkan sisa rambut dan membuka kain penutup cukuran. Begitu dibuka Jaka kembali tercengang, “Anjing ni bocah pulen bgt bangsat, itu celananya pendek bener dah, pahanya mulus bet anjirr kyaknya gak pake sempak lagi tu jiplak kontolnya anjing sengaja kali ya ni bocah mancing-mancing mana muka imut bener pasti seruu di mainin bangsat, sange lagi gw njirr”

Edo yang baru selesai motong rambut di sebelah ikut memperhatikan tubuh Rido sambil menyapu sisa rambut, sedangkan Erman yang sedang duduk di meja kasir memperhatikan Rido melalui pantulan kaca.

Edo sendiri sebenarnya sama dengan Jaka, dia seorang homo top, tak bisa dipungkiri Edo juga merasa sange melihat Rido yang sedap dipandang. Dari ketiga barber itu hanya Erman yang normal namun Erman sudah lama mengetahui kedua temannya ini seorang homo, bagi Erman itu tidak masalah justru Erman sering bertanya tentang kegiatan sex seorang homo, terkadang Erman geleng-geleng dengan cerita Jaka dan Edo yang, dan menjadikan cerita itu sebagai hiburan semata.

Jaka “Udah a' mau dicuci sekalian rambutnya?”

Rido “Iya bang emmm disini ada treatment apa aja ya bang?”

Jaka “Selain potong rambut kita bisa cuci rambut, cuci wajah, waxing, styling banyak si aa' mau ada rencana treatment tertentu?”

Rido “Oooh nggak ada si, cuci rambut sekalian cuci muka ya bang”

Edo “Cukur jembut juga bisa bang hahahaah” timpal Edo dengan lirikan yang penuh arti ke Jaka

Jaka “Hahahah canda ya a' jangan risih Edo emang nyablak orangnya hahah”

Rido “Hahahah iyaa bang gpp, btw jgn panggil a' ya bang gak biasa saya jadi aneh hahah, panggil nama aja, namaku Rido”

Jaka “Ooooh iya deh a' eh mas Rido”

Rido “Gak usah mas juga kali bang hahah”

Jaka “Ahhah oke okee siap Rido”

Jaka kemudian membawa Rido ke wastafel cuci rambut. Saat Rido berjalan membelakangi Jaka, Jaka dan Edo memperhatikan pantat Rido yang sekal montok sangat menggoda hingga Rido duduk.

Jaka mengambil handuk di rak dinding bagian atas, membuat bajunya terangkat memperlihatkan gundukan di selangkangannya yang mengembung membuat Rido kembali berpikir kotor membayangkan kontol Jaka yang berurat merojok lubang boolnya, namun pikiran itu segera ditepis, pasalnya kalau dia ngaceng pasti akan terlihat, bodohnya Rido seringkali tidak mengenakan celana dalam.

Rido membaringkan tubuhnya di wastafel, Jaka mulai membasahi rambut Rido sambil melihat pemandangan yang sangat menggoda, paha putih mulus perut rata yang sedikit terbuka karena singlet ketat Rido ketarik.

Posisi Rido membuatnya melihat wajah Jaka lebih jelas, dan Rido menyadari mata Jaka selalu memperhatikan tubuhnya “Loh kyaknya dia liatin badan aku trus deh, jgn jgn dia suka jga jadi pngen liat gundukan tdi kira-kira lagi hidup atau emg besar yaa aduuuh please jgn mikir aneh-aneh dlu” Rido lihat lagi wajah Jaka masih melirik tubuhnya, “Anjirr fix sih ini aaah sial jgn bangun please jgn bangunn” Sadar dirinya sedang diperhatikan dengan kondisi berpakaian seperti itu kontol Rido mulai berdenyut.

Jaka mencuci rambut Rido tapi matanya terus memperhatikan setiap inci tubuh Rido, “Bangsat ni bocah anjiiing enak bgt kyaknya ya itu kalau kaki gw angkat trus mainin lubangnya behh mantep bgt pasti, anjing sange gw bangsatt ngaceng nih, kayaknya ni bocah homo jga deh, putih perawatan badan kebentuk gini, radar gw gak salah si harusnya, top apa boti yakk, cocoknya si boti anjing itu pantat pulen banget siaaal, musti dapet nih gw” Jaka mulai menyusun rencana di pikirannya untuk bisa mendapatkan sosok Rido ini.

Jaka mulai mancing dengan obrolan ringan seperti sudah nikah atau belum, tinggal di mana dan kerja di mana. Jawaban Rido meyakinkan Jaka bahwa Rido mungkin juga seorang homo. Di sisi lain Jaka sudah tidak terlalu peduli lagi Rido seorang homo atau bukan, hari ini juga Jaka sudah berniat untuk menikmati tubuh Rido, toh Rido masih baru di Jakarta gak ada backingan.

Sedari tadi Edo memberi kode dari tatapannya untuk segera mengeksekusi target di depan mata mereka.

Jaka “Okeh rambut udh beres, kita lanjut cuci muka ya, Rido bisa buka singletnya dulu biar gak basah?”

Rido “Hah? Harus buka ya bg?”

Jaka “Iya do cuci muka kan airnya kemana-mana”

Rido “Ta taapi malu sy bang”

Jaka “Hahah kita cowok semua santai aja do”

Rido “Emmm oo oke lah bg” Sebenarnya Rido hanya takut kalau sampai kontolnya jadi ngaceng gara-gara setengah telanjang di depan 3 cowok barber yang jantan idaman Rido ini

Rido membuka bajunya dan kembali berbaring di wastafel dengan posisi lebih tinggi agar keseluruhan kepalanya berada tepat di wastafel. Posisi ini membuat Rido membusungkan dadanya ke depan menambah kesan susunya yang memang sudah besar semakin menonjol.

Edo dan Jaka menelan ludah berkali-kali, bahkan Erman yang normal matanya tertuju pada keindahan tubuh Rido.

Rido mulai menyadari ketiga pasang mata itu menatapnya lekat, reflek Rido menutup kedua susunya dengan tangannya menyilang. Jaka sempat tertawa melihat tingkah lucu Rido yang malu-malu seperti perempuan.

Rido yang merasa malu sudah mulai ada gejolak birahi yang muncul, segera ia tepis dan fokus memikirkan hal-hal yang lucu sambil memejamkan matanya. Jaka menutup mata Rido dengan kain basah dan mulai mencuci wajah Rido.

Jaka “Hahah gak perlu ditutup gitu do santai aja jangan tegang, kyak cewek aja hhaah”

Rido “Hhe reflek bang” Merasa bersalah Rido membuka dadanya dan menaruh tangannya seperti semula

Jaka “Badan bagus gitu kok malu sih harusnya PD aja do kalau perlu dipamerin iya gak?”

Edo “Hahah iya do semua orang musti tau badan kamu bagus sekel pulen mantep seksi, jangan malu hahahah”

Jaka “Iyaa liat aja pentil susumu itu melenting tegang gtu pngen bebas pamer hahahah”

Rido “Hehehe tpi agak aneh bg rasanya” Dipuji dan dikomentari secara vulgar membuat Rido mulai terangsang, kini kontol Rido mulai tegang.

Jaka “Santaii releks aja” Jaka melihat celana pendek Rido sempat bergerak

Kontol Rido saat ini sudah setengah ngaceng hingga kepala kontolnya hampir keluar melalui celana pendek bagian kirinya. Jaka yang menyadari ada sedikit pergerakan di celana pendek itu memanggil Edo untuk mengecek selangkangan Rido.

Edo memberi kode bahwa kontol Rido kelihatan dan gak pakai sempak. Karena mata Rido tertutup Jaka berpura-pura mengambil sabun dan ikut mengamati selangkangan Rido dari depan bersama Edo.

Keduanya saling tatap dan tersenyum penuh arti, Jaka kini semakin berani untuk melancarkan aksinya. Dalam hati Jaka berpikir “Anjing kontolnya mulai ngaceng cuk, gak pakai sempak lagi bangsat ini sih fix homo ni anak, ni bocah mulai ngaceng gegara apa ya? Apa gara-gara aku sama Edo ngomong agak vulgar soal pamer badan tadi ya? Anjirr kalau iya sih mantep bgt ni anak, tunggu sayang abang puasin kamu sebentar lagi”

Jaka menduga kalau Rido memiliki fetish ekshib dan suka dilecehkan, ini sesuai dengan fetish Jaka sendiri yang suka mempermainkan tubuh lelaki seperti Rido, melecehkan dan memperkosanya. Jaka kembali mencuci wajah Rido dipijit-pijitnya wajah Rido sambil memperhatikan reaksi kontol Rido di bawah sana.

Jaka “Rido, kamu emg suka ya pakai celana pendek banget gitu?”

Rido “Emmm iya bang Jakarta gerah soalnya” Rido mulai panik saat pembahasan mengarah pada tubuhnya

Jaka “Oooh iya sih tapi lain kali pakai celana dalam do itu kalau dilihat dari depan bisa nampak kontolmu hahahah, dooo Edo coba liat Rido dari situ nampak gak kontolnya?”

Edo “Lah iya kontolnya keluar ngintip tuh hahahahah” goda Edo semakin membuat Rido malu

Rido “Aduh bang maaf ya tdi lupa pakai celana dalam sya, boleh ditutup pakai handuk gak bang? Malu saya bang”

Jaka “Lah ngapain ditutup, biarin aja nanti ada orang datang mau potong rambut bisa lihat pemandangan yang gak biasa hahahah”

Edo “Loh loh kok gerak-gerak kontolnya ni” ucap Edo yang mendekati Rido dan menatap selangkangan Rido lekat

Rido “Aduh maaf bang dingin kyaknya jadi gitu” ucap Rido sambil menutup selangkangannya dengan kedua tangannya

Jaka dalam hati “Anjing fix ini mah ni anak kelainan, kerjain enak kayaknya nih hahahah lucu juga ni bocah”

Edo “Hahahah santai makanya pakai celana yang bener doo”

Jaka ikut tertawa melihat Rido menutup selangkangannya malu namun justru samar terlihat kontolnya sudah ngaceng. Jaka memberi kode kepada Edo untuk berhenti menggoda Rido, dan fokus menyelesaikan cuci wajahnya.

Hingga selesai, kontol Rido kini sudah lemas lagi dan tangannya bisa lebih santai.

Jaka “Udah beres bang wajah gantengnya makin bersinar sekarang hahah”

Rido “Hahah abang bisa aja”

Jaka “Rido mau treatment yang lain lagi gak?”

Rido “Kyaknya gak si bang emg ada treatment apa lagi?”

Jaka “Cukur jembut? Waxing?”

Rido “Oooh hahah ya udh cukur jembut bang” canda Rido

Jaka “Oke siap” Jaka pindah ke depan dan hendak membuka celana Rido

Rido “Loh beneran bang?” Rido kaget karena dipikirnya tadi penawaran Jaka hanya candaan

Jaka “Lah kenapa gak bener?” Jaka dengan sedikit memaksa melepas celana Rido

Rido “Eeeh ee bang gak bang gak jadi becanda tadi bang aaah jangan bang” Jaka sedikit kasar tarik-tarikan celana dengan Rido alhasil celana Rido berhasil dibuka oleh Jaka sampai ke lutut

Jaka “Udah pesan treatment gak bisa dibatalin ya” dengan wajah garang Jaka seperti memberi peringatan kepada Rido untuk menurut saja

Rido “Iii iii iiya bang ttaa tapi bang dii sini bang?” mendapat gertakan dari Jaka Rido sedikit kaget dan takut namun di sisi lain Rido sedikit terangsang, jiwanya seperti mengharapkan untuk ditundukkan oleh pejantan seperti Jaka

Jaka “Iya disini emg mau dimana lagi?”

Rido “Kalau ada orang masuk gimana bang?”

Jaka “Yaaa dia bakal liat kamu telanjang bulat dengan kontol yang mulai ngaceng hahahah” Rido hanya terdiam mendapati dirinya telanjang bulat di depan Jaka, Edo dan Erman, dengan kontol yang kini sudah mulai ngaceng lagi.

Edo “Anjing ngacengan banget ni kontol hahah”

Rido “Mmm bang aku malu bang”

Jaka “Kontolmu gak ada malu tapi nih ngaceng anjing” Jaka menggenggam kontol Rido kuat

Rido “Aaah bang jangan gitu bang aaah sssh” desah Rido

Jaka melepas celana Rido sepenuhnya, dan beranjak pergi mengambil alat cukur khusus jembut. Kini Rido telanjang bulat di kursi wastafel menghadap pintu masuk barbershop parahnya kontol Rido ngacung keras dan memerah.

Kondisi yang sangat memalukan ini membuat Rido membayangkan jika ada ramai orang datang mau potong rambut akan langsung disambut tubuh telanjang Rido.

Nafsu birahi Rido mulai bangkit sedikit demi sedikit menyingkirkan akal sehatnya. Rido pasrah membuka kakinya lebih lebar dan menelentangkan tangannya ke samping. Rido tidak lagi takut, pasalnya sepertinya ketiga barber ini justru lebih suka menjahili dan melecehkan tubuhnya dibanding jijik atau marah dengan kelainan Rido.

Jaka mendekati telinga Rido dari belakang dan membisikkan “Suka yah telanjang bulat di tempat umum gini?”

Rido diam dan hanya bisa mengeluh mengeluarkan desahan kecil yang menggoda. Jaka mulai mencukur jembut tipis Rido, bulu halus di sekitar kemaluan Rido hanya sedikit bahkan sebenarnya tidak perlu dicukur.

Jaka sengaja berlama-lama saat mencukur jembut Rido. Di sisi lain Edo terangsang dan hanya menonton dengan berdebar menunggu aksi-aksi Jaka mengerjai Rido.

Edo sudah paham gaya bos sekaligus sahabatnya ini saat bertemu boti yang menggoda, Jaka sangat suka memainkannya sampai si boti memohon-mohon dientot olehnya. Erman sendiri masih duduk di kursi cukur memperhatikan kegiatan Jaka melalui cermin besar yang memantulkan tubuh telanjang Rido kemana-mana.

Cukup lama sengaja Jaka mencukur jembut Rido dan akhirnya selesai.

Jaka “Oke Rido sekarang kamu ngangkang ya kakinya diangkat, Edo tolong pegangin kakinya do”

Rido “Hah buat apa bang bukannya udh selesai cukurnya?”

Jaka “Alat cukur gak bisa bersih sempurna jadi ini mau aku waxing selangkanganmu” Edo mengangkat kaki Rido dan kini posisi Rido mengangkang memamerkan lubang pantatnya di depan pintu barbershop

Edo memegang kaki kirinya dan Jaka dari sebelah kanan menaruh kaki Rido di pundaknya, membuat siapapun yang masuk dari pintu akan melihat lubang pantat Rido yang dihiasi kontol ngaceng dengan precum yang mulai mengalir.

Jaka “Anjing lubang pantat laki kok bisa bersih merah merona gini ya do?”

Edo “Hahah iya ya, mulus banget pantatnya gak ada bulu sama sekali anjing”

Jaka “Tadinya mau ku waxing juga ternyata bersih mulus, montok lagi hahahah” mendengar ucapan kedua pejantan itu, Rido semakin terangsang.

Saat Jaka sedang bersiap mengoleskan cairan waxing itu, tiba-tiba ada suara motor yang parkir di depan barbershop. Rido yang mendengar itu dadanya berdegup kencang, tubuhnya sedikit memberontak hendak pergi dari sana, namun Jaka dan Edo menahan Rido dan menyuruhnya untuk diam saja.

Jaka “Ssst santai Rido jangan panik, ini kan barbershop tempat cukur, apa yang aneh kalau kamu cukur jembut disini?” Jaka tersenyum nakal

Edo “Iya releks aja Rido kalau mereka masuk ya udah itung-itung pamer lubang bool hahah”

Jaka “Hahahah iya juga do”

Rido “Bang aku takut bang” Rido semakin deg-degan melihat kedua orang di luar sana sedang berjalan masuk. Herannya Jaka dan Edo biasa saja seperti ini adalah hal yang normal.

Jaka “Santaii lubang bool kamu cantik banget mereka liat itu juga bakal kagum kok, meskipun pasti bakal aneh dan ketawa liat kamu ngangkang pamer lubang bool dengan kontol ngaceng basah precum gini hahahah” Jaka semakin memprovokasi Rido dan sedikit memukul kontol Rido

Rido “Aaah bang please bang aku takut” dilema Rido antara berharap kedua orang itu masuk dan melihatnya ngangkang atau segera pergi dan menutupi tubuhnya.

Kedua pengunjung itu semakin dekat, anehnya kedua tangan Rido yang bebas, tidak bergerak sama sekali untuk menutupi kontolnya. Itu juga yang menguatkan keyakinan Jaka bahwa Rido sangat menyukai hal-hal ekshib seperti ini.

Cekreeek pintu terbuka lebar dan masuklah dua orang pria yang satunya membawa kamera seperti sedang membuat vlog. Rido semakin panik namun tubuhnya seperti membeku. Sensasi kepergok dalam keadaan yang sangat memalukan oleh pria yang membawa kamera ini membuat Rido justru semakin sange.

Kedua pria itu bernama Alek dan Andre, keduanya memiliki perawakan yang hampir sama dengan Jaka. Alek dan Andre terdiam mematung melihat pemandangan yang sangat tidak biasa di depan mereka, seorang pria telanjang bulat dengan kontol ngaceng mengangkang pamer lubang pantat menghadap pintu, di samping kanan kirinya ada pria yang sedang memegang kakinya.

Alek “Bangsat lagi pada ngapain kalian?”

Andre “Anjing apaan ni?” sambil menyorot kamera ke tubuh Rido

Jantung Rido berdegup kencang antara pasrah, takut, malu, sange bercampur aduk. Jaka dengan santainya justru tetap mengoleskan cairan waxing ke sekitar kontol Rido. Edo melepas kaki Rido dan menyambut kedua pengunjung tersebut.

Edo “Mari bang mau potong rambut atau gmn bang?” acting Edo, padahal kedua orang itu adalah teman mereka

Alek “Potong rambut bang, itu kenapa bang?”

Edo “Oooh ini yang lagi telanjang bulat ngangkang ini namanya Rido bang lagi treatment cukur jembut dan waxing”

Andre “Kok itu kontolnya ngaceng bang?”

Edo “Oooh ini sepertinya Rido ini agak unik aja bang, atau bisa dibilang cabul, masa dicukur jembutnya malah ngaceng hahahah”

Andre, Alek “Hahahahhah anjiing seru siii tapi hahahah”

Edo “Kalau mau nonton proses waxing silahkan bang sekalian kenalan sama orang cabul ini bang”

Alek “Halo bang saya Alek”

Andre “Saya Andre”

Rido “Saya Rido bang, maaf ya bang sy kayak gini” dengan malu Rido bingung menjelaskan keadaannya

Alek “Gpp bang mantap kok badanya bagus kontolnya juga keren ngaceng tegak lurus hahahah”

Andre “Ijin sy video ya bang, buat dokumentasi vlog kami bang”

Jaka “Sory ya Rido ini emang cabul orangnya suka telanjang pamer-pamer kontol sama lubang pantat” Jaka menjelaskan sambil menyiapkan kertas waxing, menempelkannya di cairan yang sudah dioleskan tadi.

Rido sudah tidak bisa mencerna keadaan ini, badannya sama sekali tidak memberontak bahkan seolah playing victim. Ketelanjangannya dikatai cabul oleh Jaka dan Edo, itu pun tidak membuat Rido marah. Rido seperti hilang akal sehat dan pasrah menikmati kondisinya yang membuatnya semakin cabul.

Alek dan Andre bukannya duduk untuk potong rambut kedua orang ini justru berlutut memandangi tubuh Rido dan melihat Jaka yang sedang melakukan waxing.

Jaka menarik kertas waxing dengan cepat dan kuat membuat Rido kesakitan “Aaaah sssh sakit bang ahhhh” kontol Rido semakin memerah dan berkedut terangsang dengan rasa sakit yang dirasakan.

Jaka menempelkan kertas waxing kedua kalinya, dan saat Jaka mencabut kertas waxing ini, tiba-tiba Rido mendesah “Aaaah bang yaahhh sssh aaaah sakiiit baaang aaaah” croooooot croooooot croooooot croooooot, Rido memuntahkan sperma sangat banyak dan cukup tinggi muncratannya hingga mengenai tubuh Jaka, Edo, Alek dan Andre.

Rido yang juga terkejut dengan reaksi tubuhnya langsung bangkit dan hendak pergi karena malu, namun langsung ditahan oleh Jaka.

Jaka “Eeeh mau kemana? hahahahahah anjing bangsatt muncrat cukk bangsat ni homo di waxing malah keenakan cabul anjing” Rido kembali terduduk dengan wajah yang memerah menahan malu.

Edo “Sange berat dia bang diliatin ama kita hahahah berasa jadi lonte anjing”

Andre “Bangsat pas banget lagi tadi gw video hahahah mantap anjing ni lonte”

Alek “Hahahah cabul anjing muncrat depan orang baru kenal hahah”

Erman “Anjing cokk bisa gitu yaa”

“Haaah aduh maaf bang kelepasan bang, aku pamit aja ya bang brpa jadi bang?” Rido merasa bersalah namun kondisi tadi saat kertas waxing ditarik, rasa sakitnya justru membuatnya terasa nikmat, ditambah 4 pasang mata yang menatapnya lekat sudah membuat birahinya memuncak.

Edo “Hahahah gpp Rido malah seru buat hiburan kita liat lonte homo kayak lu ngecrot hahahah”

Jaka “Hahah iyaa gpp, gak usah buru-buru km mau pulang telanjang gini emang? hahahah cabul bener sih hahahah”

Andre “Wah seru tuh nanti aku video ya hahahah”

Rido semakin dipermalukan bukannya berontak malah duduk terdiam membiarkan mereka terus menghinanya. Di sisi lain ada rasa lega dari Rido karena mereka tidak marah dengan Rido, soal dihina dan dipermalukan bagi Rido itu justru sebuah kenikmatan tersendiri.

Rido “Kamar mandi dimana bang? Aku bersih-bersih dulu aja”

Jaka “Loh ini belum selesai Ridooo”

Edo, Alek dan Andre antusias menunggu apa lagi yang akan Jaka lakukan sedangkan Erman dari tadi memperhatikan kegilaan ini dari kursi mulai sedikit tertarik untuk terus menonton.

Sejujurnya Edo, Alek dan Andre sudah terangsang, kontol mereka sudah tegang di dalam celana. Sebagai info Andre dan Alek juga seorang homo yang beberapa kali juga sering nongkrong bersama Jaka dan Edo, itu sebabnya saat kedua temannya itu datang hendak potong rambut mereka tidak panik namun justru semakin girang karena jadi semakin seru.

Jaka “Lu balik badan, abang mau liat pantatmu lebih jelas kalau ada bulu kita waxing juga”

Rido “Hah gak usah bang gpp”

Jaka “Gak bisa dong, musti beres semua, ini menyangkut kredibilitas treatment di barbershop ini” alasan Jaka yang sebenarnya hanya ingin melihat Rido nungging

Rido “Ii iya udah bang” Rido lalu membalikan badannya dan tengkurap di kursi wastafel.

Jaka “Angkat kakinya dong nungging biar jelas” plakkk ditamparnya pantat Rido, kontol Jaka sendiri sudah mau meledak melihat pantat Rido yang mulus dan montok

Rido “Maa maaalu bang”

Edo “Hahah malu kenapa lagi tadi aja udh muncrat depan kita semua hahahah”

Alek “Iyaaa hahahah udah lah gak usah gengsi, tubuhmu ini emang harus dipertontonkan”

Rido mengangkat kakinya dan nungging, pantatnya menghadap 4 pria di belakangnya yang menatap Rido dengan tatapan lapar seperti hewan buas yang mengincar mangsanya. Sedangkan Erman dari kursi melihat pantat Rido mulai sedikit tertarik dan bimbang “Bangsat itu cowok pantatnya mulus bener anjing gw yang normal aja sange liatnya apa lagi mereka 4 homo ini” kontol Erman bahkan mulai memberi reaksi.

Jaka memperhatikan lubang pantat Rido sambil diusap-usap memeriksa apakah ada bulu atau tidak. “Bangsatt ini pantat bener-bener mulus gak ada bulu cokk” plakkkk ditamparnya lagi pantat Rido.

Alek “Anjing perawatan kali yakk, bisa pink gini warnanya bersih lagi anjing memek aja gak gini cokk” plaaakkk Alek juga ikut menampar pantat montok Rido.

Andre “Anjing kok gerak-gerak gini lubang pantatnya kedut-kedutan hahahah” Andre menyorot kameranya ke lubang pantat Rido.

Edo mendekati pantat Rido membenamkan wajahnya di pantat Rido menghirup lubangnya “Anjingg wangi cokk gak kayak bau pantat ini anjing hahahah”

Jaka “Masa sih?”

Jaka ikut membenamkan wajahnya di pantat Rido bergantian Alek dan Andre, mereka tertegun dengan pantat Rido yang seperti surga tersembunyi benar-benar baru kali ini mereka melihat pantat seindah ini bersih wangi, bahkan boti yang kadang mereka sewa pun gak seindah ini.

Rido merasa kenikmatan dengan perlakuan keempat orang ini, kali ini Rido sudah yakin dirinya gak akan bisa kabur, jadi lebih baik membinal dan berusaha mendapatkan kontol mereka untuk dinikmati. Rido semakin menunggingkan pantatnya.

Keempat pria ini sudah tidak tahan dengan pemandangan di depannya, Jaka menghampiri Erman dan membisikkan sesuatu, Erman kemudian pergi keluar. Jaka mengambil pelumas dari tasnya lalu mengoleskan pelumas di lubang pantat Rido sambil meremas-remas menyolok lubang pantat Rido dengan jarinya.

Rido “Aaah bang aku diapain bang ssssh aaah”

Jaka “Kan udah dibilang lagi abang periksa ada bulu apa gak sepertinya memang gak ada sih, lu balik badan aja baring kayak tadi”

Rido kembali terbaring dengan pemandangan 4 pria yang berdiri mengelilinginya. Dalam hati Rido berkata “Anjing abang-abang ini ngeliatin aku gitu banget ya, loh loh selangkangan mereka kayaknya ngembung semua, pasti pada ngaceng liat pantatku barusan, njirrr gede-gede kayaknya yah, gimanapun caranya musti gw nikmatin semua kontol ini, bodo amat lah emang gw lonte haus kontol juga njirr”

Rido dengan inisiatif sendiri mengangkangkan kakinya lebar dan mengangkat tangannya ke atas dijadikan bantalan kepala. Posisi ini membuat Jaka, Edo, Alek dan Andre tersenyum nakal, mereka paham bahwa Rido sudah menyerahkan diri kepada mereka berempat dan tidak malu-malu lagi.

Jaka berlutut di depan selangkangan Rido mengoleskan baby oil di sekitar batang kontol Rido yang sedari tadi masih ngaceng, Rido hanya mengeluarkan desahan yang menggoda 4 pejantan ini, “Aaah bang ssssh aaah”.

Jaka kemudian menyuruh Edo mengangkat kaki Rido lebih tinggi dan lebar, Jaka bermain dengan pantat Rido diremas-remas pantatnya dan memasukkan jarinya di lubang pantat Rido, “Sssh aaah bang yahhh aaah”

Alek “Anjing hot banget ni lonte aaah sialll, ini spermanya gak dibersihin ka?” tanya Alek sambil mengusap-usap perut Rido

Jaka “Bersihin aja itu ada handuk kecil”

Andre terus mengambil video dari berbagai sudut, Rido tidak mempermasalahkan video itu tersebar atau tidak, bagi Rido semakin banyak yang melihat kebinalannya semakin bergairah.

Alek mengambil handuk dan membersihkan sperma di perut dan dada Rido. Erman yang tadi sempat keluar tiba-tiba masuk membuat semua yang ada di situ terkejut. Jantung Rido berdebar kencang birahinya meningkat lagi di sisi lain lega karena yang masuk Erman dan di sisi lain berharap jika yang masuk adalah pria lain yang mungkin bisa bergabung melecehkan tubuhnya.

Rido “Sssh aaah bang lubang bool ku diapain bang sssh aaah”

Jaka “Hmmm keenakan lu yakk hahahah”

Alek “Anjing susunya mantep bener yakk, pentilnya melenting tegang hahahah” Alek mulai meremas susu Rido dan memainkan pentilnya.

Edo “Anjing gw juga mau main disitu” dilepasnya kaki Rido dan bergabung di sebelah kanan Rido memainkan pentil kanannya.

Erman “Anjing itu pantat sekel amat ka, bisa bersih kenyal gitu ya” Erman bergabung memperhatikan pantat Rido yang sedang dimainkan Jaka

Andre menyorot susu Rido yang sedang dimainkan Alek dan Edo. Sedangkan Rido hanya mendesah tak karuan, dirinya kini jadi mainan untuk kesenangan mereka.

Jaka sudah memasukkan 3 jarinya, lubang Rido mulai sedikit longgar. Jaka sudah cukup menahan sabar lalu berdiri dan melepas celananya, kontol sepanjang 19 cm itu langsung dihantamkannya masuk ke lubang pantat Rido.

Rido “Aaah bang sakit bang aaah ampun bang pelan-pelan sssh aaah”

Jaka “Aaarhh anjing sempit banget ni lubang lonte” digoyangkannya pelan-pelan

Alek mulai mengenyot susu Rido, begitu juga Edo, sedangkan Andre mengeluarkan kontolnya lalu melangkahi wastafel itu dan memberikan kontolnya untuk dihisap oleh Rido. Rido menjilati kontol Andre dan mengulum telurnya, sulit bagi Rido mengulum kontolnya karena posisinya menengadah ke atas, sambil sesekali mengeluarkan desahan “Aahah hmmmmppph slurrruppp”

Jaka “Anjing ngentottt mantep banget lubang ni lonte anjing sssh aaarghjhhh”

Edo “Gantian ka cepetan ah”

Alek “Abis Edo gw ya”

Andre “Gw terakhir dong sialan”

Erman hanya terdiam membeku melihat kontol Jaka keluar masuk lubang Rido, semakin cepat goyangan Jaka plakk plaakk plaak “Aararhggh bangsat ssshhh aaaarghhh” suara Jaka menggerang dan croooooooot crooooot crooooot croooot Jaka memuntahkan pejuhnya di lubang bool Rido, Jaka mencabut kontolnya dan terduduk di lantai sambil melihat lubang bool Rido mengalirkan spermanya.

Edo mengeluarkan kontol ngacengnya yang sedari tadi digosok-gosoknya, tidak sebesar milik Jaka, kontol Edo hanya sepanjang 17 cm, dan Edo langsung memasukkan kontolnya dengan lancar, tancap gasss Edo menggenjot lubang bool Rido dengan semangat membuat Rido yang baru saja merasakan hampa di lubangnya kembali penuh “Aaah bang sssh yaah entot aku bang sssh aaah”

Andre berpindah ke samping dan mengocok kontolnya menyodorkannya ke mulut Rido. Alek masih mengenyot susu Rido dan mengocok kontolnya di bawah.

Edo “Aaaarhgghh anjing masih sempit juga ni bool bangsattt” Edo tidak begitu lama mengentot pantat Rido, croooot croooot croooot crooooot, pejuh kontol kedua yang masuk ke lubang pantat Rido membuat lubangnya semakin becek.

Alek “Nunging lu anjing” ucap Alek sambil memelintir pentil Rido

Rido “Aaah sssh iyah bang aku nungging aaahhh” Rido melepas kontol Andre dan mengambil posisi nungging, sedangkan Andre duduk di wastafel menyodorkan kontolnya untuk tetap dihisap oleh Rido.

Alek memasukkan kontol 18 cm nya langsung mentok.

Rido “Aaaah bang sssh yaaah entot aku baaang ahhh sssh”

Alek “Bangsat rapet bener ni lubang udah dua kontol masuk masih sempit aja anjingg”

Andre “Bangsat aaahhh bentar jangan hisap lagi anjing gw mau keluar di lubang pantat lu aja” Andre mencabut kontolnya dan berpindah ke samping Alek menunggu giliran.

Rido sedikit kecewa karena tidak ada kontol yang bisa dihisapnya, saat Rido menoleh ke belakang Rido melihat Jaka duduk di lantai bersandarkan kursi dengan kontol yang masih ngaceng sambil menonton dan sesekali mengocok kontolnya.

Rido “Bang ahhh bentar bang ssssh” Rido memajukan tubuhnya dan melepas kontol Alek.

Alek “Bangsatt lagi enak malah dilepas”

Rido “Kita pindah ke lantai aja bang” Rido turun ke lantai dan nungging menggeolkan pantatnya

Alek “Bangsatt lonte binal anjing sini lu gw entot lubang murahan lu ini” palakkk plaaak plaaak Alek menampar pantat Rido

Rido “Aaah bang sssh ayok entot lagi kayak tadi bang sssh aaah”

Alek “Bangsattt makan nih kontol gw anjing” Alek mendorong kontolnya mentok di lubang Rido

Sambil dientot genjotan Alek dimanfaatkan Rido untuk merangkak sedikit demi sedikit menuju tempat Jaka sedang duduk. Andre masih memegang kameranya, Edo dan Erman duduk di kursi menonton tingkah binal Rido tanpa berkedip.

Rido “Aaah sssh entot teruss bang sssh aaah, bang aah bang Jaka, aku hisap kontol abang yahhh sssh aaahhh”

Jaka “Hahahaha bangsatt dia minta dientot di lantai biar bisa ngulum kontol gw anjingg”

Andre “Hahahah bangsattt gak bisa kosong ya itu mulut, gw takut crott tadi gw cabut sory yaaa gw mau croioott di lubang panas lu”

Alek “Lonteee anjinggg kontol doang yang lu pikirin nih gw kontolin bangsattt” goyangan Alek semakin kencang

Jaka mengambil posisi berlutut dan menjambak rambut Rido mengentoti mulut Rido sluuurrrpp sluuurrrppp clhloookkhhk ghukkkkkhhookk khuakkkk sluurrppp, dari belakang dan depan Rido saat ini dientot dengan brutal.

Jaka “Anjing enak juga mulut lu sssh aaarghhh”

Alek “Bangsattt gw mau keluar anjing pulen bett anjingg ssssh aarghh argghhhhhhh” croooooot crooooot crooooooot lubang Rido benar-benar penuh menampung pejuh ketiga ini, begitu Alek mencabut kontolnya,

blessss Andre langsung memasukkan kontolnya ke lubang becek Rido, memberikan kameranya kepada Edo untuk lanjut merekam. Rido hanya melotot karena kontol Andre langsung melesat mentok di lubang pantatnya membuat sperma yang ada di dalam muncrat keluar seiring kontol Andre menekan lubangnya.

Rido masih aktif mengulum kontol Jaka sambil tubuhnya bergoyang, goyangan Andre semakin kencang dan crooooot crooooot croooot Andre juga memuntahkan spermanya, Jaka mencabut kontolnya dan berbaring di lantai.

Rido langsung merangkak menduduki kontol Jaka dan menggoyangkan pantatnya sambil mendesah “Aahhhh sssh aaah enak banget kontolmu bang sssh” Jaka memegang pinggang Rido dan menggenjot lubang Rido dari bawah membuat Rido terguncang-guncang, “Aaah bang yahhhh anjing mentok aaah sssh argghhh abng sssshhh” crooooot crtoooot crooooot kontol Rido memuntahkan spermanya kemana-mana mengenai wajah Jaka dan lantai di sekitarnya.

Jaka membalikan tubuh Rido menungging dan menggenjot dengan gaya doggy style menggiring Rido menghadap pintu keluar menggenjot dengan kencang sambil melihat orang-orang berlalu lalang, dari luar tidak bisa melihat ke dalam, namun sensasi ini membuat Rido bergairah, kontolnya yang sudah muncrat dua kali masih tetap tegang.

Jaka “Aaah sssh anjing seneng lu kan, aahhh sssh anjing ngentot shhh arghhhh” crooooot crooooot croooooot Jaka memuntahkan pejuh untuk kedua kalinya “Aaah bangsattt cokk enak banget ngentotin lu anjjiiing dasar lonteee”

Rido “Ahhh sssh kontol abang juga enak bang sssh aaah” Rido masih menggoyangkan pantatnya di kontol Jaka yang sudah muncrat seakan tidak mau berakhir.

Jaka “Udah njingg ngilu kontol gw bangsatt masih minta di entot ni lonte anjing”

Edo “Sini gw enot lagi hahahah”

Rido “Aaah iyahh bang entot aku lagi bang please”

Edo lanjut ngentotin Rido, keempat orang ini bergantian mengentot lubang bool dan mulut Rido hingga jam menunjukkan pukul 11 malam. Masing-masing sudah ngecrot dua kali kecuali Jaka, dia sampai ngecrot ketiga kalinya di wajah Rido.

Kini Rido terkapar lemas di lantai dengan pejuh berceceran di wajah, perut punggung dengan tengkurap sedikit nungging, pantat Rido mengeluarkan sisa-sisa pejuh dari 4 pejantan yang menggenjotnya berkali-kali.

Hingga Jaka, Edo, Alek dan Andre bebersih memakai pakaiannya, Rido masih tengkurap lemas di lantai. Jaka pun membiarkannya saja dan mereka berempat ke depan ruko untuk ngopi dan merokok.

Erman yang sejak tadi memainkan hp-nya sambil sesekali menonton masih di dalam menyaksikan Rido tengkurap sendirian berlumuran pejuh kelelahan dan tertidur.

Rido tengah tengkurap telanjang bulat sedikit menungging dengan sperma dari 4 pejantan di dalam lubang boolnya mengalir keluar, tubuhnya lengket dengan pejuh yang belepotan di wajah, perut, dada, dan punggungnya.

Kondisi yang sangat cabul ini tidak membuat Rido beranjak bersih-bersih dan memakai pakaiannya. Justru Rido saat ini masih merasa sange dan menginginkan kontol lebih. Karena lelah Rido memejamkan mata tiduran di lantai namun masih bisa merasakan keadaan sekitar.

Erman yang melihat Rido sendirian memamerkan pantatnya yang penuh sperma itu merasa dilema, antara menjaga kewarasannya atau tancap gas menikmati lonte homo di depannya ini.

Sejujurnya Erman sendiri sejak tadi sudah tegang, dia duduk di kursi bukan tidak memperhatikan kebinalan Rido yang mendesah dan selalu meminta dientot oleh 4 temannya tadi. Erman merasa dirinya masih normal namun pesona tubuh Rido yang sangat menggoda menggoyahkan kewarasannya, bahkan kontolnya tidak lagi pandang bulu, saat ini benar-benar keras di dalam celananya.

Erman kemudian bangkit dan mendekati Rido menatap tubuhnya lekat, memandang wajahnya yang terpejam kelelahan, imut juga dipikir Erman, di sisi lain bisa binal dan liar tapi kalau lagi tidur gini imut manis.

Erman mencoba membangunkan Rido dengan menyentuh pantatnya dan digoyang-goyangkannya.

Erman “Dooo Ridooo bangun dooo, bersihkan badanmu ini udah malem gak pulang ta?”

Rido “Eeehmmm ooh bang Erman, bntr lagi bang masih capek”

Erman “Iyaa jangan gini juga, bahaya ntar dentot lagi lo” Erman semakin berdebar melihat Rido menggeliat terbangun dari tidur singkatnya

Rido “Aaah emmm itu yang Rido mau bang sssh masih pengen dientot bang hehe ahhh, tolongin Rido bang masih sange bang sssh aaah” Rido memasukkan jarinya ke dalam lubang pantatnya dan menungging.

Erman “Anjirr binal banget kamu jadi homo hahahah, emg gak puas dentot 4 kontol tadi?”

Rido “Puas bang tapi masih pengen lagi gimana dong? Bang Erman gak mau cobain?”

Erman “Aduh gimana ya sy masih normal doo jgn mancing-mancing bahaya” Erman menelan ludahnya melihat Rido menggeliat menyolok lubangnya sendiri dan mendesah memohon untuk dipuaskan.

Rido “Cobain dulu sih bang ahhh itu kontol abang juga tegang kayaknya, bantu Rido bang ahhh Rido masih sange pngen dientot lagi bang ssshhh aahhhh” Rido menyolek selangkangan Erman yang sedang berjongkok menghadap wajah Rido.

Erman “Ahhnnnjing kamu doo, bangsattt aku udh nahan dari tadi, jgn mancing2 atau km nyesel nanti do”

Rido “Nyesel kenapa sih bang aaah dientot kan enak bang sssh masukin sini bang ssssh aaah”

Erman “Kamu yakin mau saya entot? Hmmm?” Erman mencengkeram lengan Rido dengan kuat

Rido “Aaah bang sakiit”

Erman “Itu yang bakal km rasain kalau minta saya entot paham?”

Rido “Hmmm ii iyaah, abang suka main kasar ya?”

Erman “Gak cuman main kasar, pokoknya sebelum sy hilang kontrol kamu bersih2 pakai baju dan pulang sana” Erman mulai bicara dengan nada yang emosi karena menahan nafsunya, jujur Erman benar-benar sangat ingin menyiksa Rido mempermalukannya dan mengentotinya sampai Rido menangis minta ampun.

Erman sebenarnya bukan laki-laki normal pada umumnya. Erman merupakan seorang predator yang sering mencari mangsanya dan memperkosa perempuan yang dianggapnya menarik, hobi dan fetish Erman cukup ekstrim, Erman sangat suka bermain kasar dan menghina lawan mainnya.

Selama ini perempuan yang dia perkosa dan sewa, tidak ada yang benar-benar membuatnya puas. Pasalnya mereka banyak yang tidak tahan dengan ukuran kontol Erman dengan cara main yang brutal, biasanya ada yang tahan pun sampai menangis sesenggukan yang membuat Erman kesal karena tangisan itu seperti tangisan putus asa, bukan tangisan kenikmatan yang diharapkan Erman, bahkan ada juga perempuan yang pingsan sebelum Erman bisa mengeluarkan pejuhnya.

Erman sebenarnya cukup frustasi dengan nafsu birahinya dan fetishnya yang berlebihan, hingga hari ini Erman melihat Rido yang binal dan menikmati pelecehan seksual yang diterimanya. Itulah yang membuat Erman ngaceng keras, selain tubuh Rido yang memang menggoda, Erman merasa Rido memiliki fetish yang cocok dengan keinginannya.

Hingga saat ini Rido memohon kepadanya untuk dientot, dilema antara menolak kesempatan ini atau tancap gas dan akan membuatnya menjadi homo. Erman juga masih ragu apakah Rido benar-benar bisa memuaskannya, jangan sampai sudah di tancap gas rela jadi homo tapi tetap gak puas juga.

Itulah mengapa Erman masih menahan diri dan menyuruh Rido segera pulang agar dirinya bisa tenang. Namun bukannya tenang, Erman justru semakin terprovokasi dengan godaan Rido yang semakin binal.

Rido “Iii iyaa bang, tapi boleh gak bang Rido pegang selangkangan abang, Rido pengen crot bang sambil pegang kontol abang please ahhh ssssh”

Erman “Anjinggg binal banget kamu ya gak tau malu dasar lonte homo, perek murahan, pegang aja jangan dikeluarin atau kamu bakal nyesel”

Rido “Sssh iyaaah bang Rido cuman pegang sama cium cium aja kok bang aahhh” Rido seperti mabuk kontol, pikirannya kini hanya ingin kontol, bahkan memohon untuk sekedar meraba kontol Erman dari luar celananya pun dia rela dihina.

Erman yang sedari tadi diam kalem tiba-tiba garang dan penuh dominasi, justru membuat Rido semakin penasaran dan terangsang dengan sikap Erman.

Erman kemudian duduk mengangkang di lantai membiarkan Rido meraba-raba kontolnya dari dalam celana jeans yang ukurannya kebesaran di kaki Erman. Rido mendapatkan lampu hijau dari Erman, dalam hati Rido kegirangan “Akhirnya ada kontol yang bisa aku nikmatin lagi, anjing aku kenapa binal banget gini yahhh, bodo amat lah, lelaki straight seperti Erman yang terangsang melihat aku dientot gak mungkin aku biarkan aja. Gundukan selangkangannya juga gede banget aku yakin kontolnya sebesar milik Jaka, terserah deh nyesel apa gak, dia mau main kasar gimana sih emangnya, aku udah sering dikasarin juga, pokoknya pancing terus sampai dapat kontol straight pertamaku”

Rido mulai merangkak mendekati Erman dan mengelus kontol Erman dari luar celananya, Rido agak terkejut sepertinya kontol Erman lebih besar dari kontol Jaka. Sambil tangan kirinya memainkan susu dan puttingnya, Rido berlutut menghadap wajah Erman.

Erman yang melihat jalang binal sedang menggodanya bak pelacur haus kontol sudah tidak mampu menahan lagi, keraguannya sedikit demi sedikit mulai redup. Dengan pelan Rido menundukkan kepalanya menghirup selangkangan Erman dan bangkit menunjukkan wajah kesangean di depan Erman.

Diendus-endusnya lagi selangkangan Erman sambil tangan kanannya meremas-remas kontol Erman yang sudah ngaceng keras sekali.

Rido semakin yakin bisa mendapatkan kontol straight ini. “Bang boleh buka resletingnya aja nggak? Rido pengen hirup sempak bang Erman, please bang ssshh” Erman mulai sange berat, pikirannya sudah mau tancap gas aja tapi masih ditahannya.

Rido yang tidak mendapatkan jawaban dari Erman dengan nekat menurunkan resleting celana Erman lalu menghirup udara di dalam celananya, bau khas sempak lelaki jantan menyeruap ke dalam diri Rido membuatnya semakin bergairah.

Rido “Haaaaah bang Erman bau sempaknya jantan bangett bang ssssh aaah Rido suka”

Erman “Makin jadi ni anak, kamu yang mancing-mancing terus dari tadi yaaa, jangan nyesel kamu lonte anjing” Erman menyekek leher Rido dan meludahinya cuhhh.

Rido mendapatkan perlakuan kasar dan hina langsung terduduk lemas, dadanya berdebar, kontolnya mengeluarkan precum. Begitu Rido tersadar langsung kembali menghirup sempak Erman sambil nungging.

Erman yang melihat pantat Rido geol-geol langsung menamparnya dengan keras plakk plaak plaaak, Rido semakin berani, dilepasnya kancing celana Erman dan terlihatlah kontol yang menjiplak di balik sempak tipis Erman.

Erman “Malam ini kamu gak bisa lari sayang”

Rido “Sssh Rido gak akan lari bang ahhh lakukan apapun yang abang mau Rido pasrah bang”

Erman “Hahahah anjing dasar lonte, nungging njing” perintah Erman sambil berdiri, Erman berlutut di belakang Rido dan menampar pantat Rido lebih kuat plaaak plaaak plaaak dicolok-colok lubang Rido dengan jari kasar Erman.

Rido “Aaah bang sssh asal abang puas, Rido siap dikasarin bang aaaah yahhh sssh”

Erman “Bangsat, malam ini kamu jadi anjing budak sex ngerti?” Erman melepas ikat pinggangnya dan memasangnya di leher Rido seperti anjing.

Rido “Ngertiiih bang sshhhh aahhhh”

Erman “Bagus kamu kamu cium lagi sempak ku ini suka kan hmmm?” Erman menarik kepala Rido menempel ke selangkangannya

Rido “Hmmmppph ssshh haaaaaah enak baaang aaaahhh”

Erman “Dasar perek doyan kontol anjing” Erman menarik ikat pinggang di leher Rido dan menggiring Rido keluar ruko

Rido “Aaah bang mau kemana?”

Erman “Ngajak jalan-jalan anjing”

Rido “Ttaa tapi bang kalau ada yang lihat gimana?”

Erman “Bagus biar mereka bisa lihat anjing jenis cabul kayak kamu ini hahahahah” Erman yakin di luar sudah sepi paling ada beberapa motor lewat dan jika melihat pun mereka gak akan protes, komplek ini sudah terkenal dengan gaya sex bebasnya.

Begitu Erman keluar membawa Rido yang terikat di lehernya seperti anjing, keempat temannya melihat Erman dan Rido dengan takjub, terutama Jaka yang tidak menyangka Erman bisa melakukan hal seperti itu kepada Rido

Jaka “Anjing man lu bukannya normal yakkk”

Erman “Iyaa dan ini mungkin pertama kalinya aku bakal jadi homo”

Edo “Bangsat kok bisa?”

Erman “Aku udah nahan sange liat kalian ngentot dari tadi, si anjing cabul ini malah mohon-mohon minta dientot, dipikir-pikir mantep juga ya udah hahahah”

Alek “Wooow ekstrim cara mainmu man”

Erman “Gaya main aku emang gini, selama ini belum ada cewek yang tahan dan bikin aku puas, aku mau liat ni homo bisa bikin aku puas gak hahah, kalian udah puas kan nonton aja jangan ganggu”

Andre “Hahahah boleh aku video gak man”

Erman “Asal jangan lu sebarin aja”

Mereka berempat berbisik-bisik dan dengan asik menonton pertunjukan Erman, baru kali ini mereka melihat Erman ngentot, bahkan selama ini mereka tidak pernah melihat Erman buka baju.

Rido yang diseret seperti anjing di depan ruko melihat sekeliling dan was-was, kontolnya meneteskan precum sangat banyak, gairahnya meningkat. Digiringnya Rido sampai depan dekat pagar, dan menyuruh Rido diam.

Erman bergabung dengan keempat temannya dengan celana yang kancing dan resletingnya terbuka, keempat temannya cukup kaget melihat gundukan di dalam sempak itu terlihat sangat besar.

Erman lalu duduk di tengah menghadap pagar. “Eeeh anjing ck ck ck sini”, Rido yang sudah jadi anjing cabul merangkak dan mengeluarkan lidahnya mendatangi Erman yang dikelilingi 4 temannya.

Seperti budak yang datang menghadap raja, Rido semakin terhinakan.

Erman “Pinteeer, lidahnya sampai keluar hahahahah emang anjing kamu ya”

Rido “Sssh aaah iyaaah bang Rido mau hadiah please”

Erman “Hahahah bangsat anjing cabul, hadiah buat anjing yang nurut, Rido boleh hisap kontol abang ini” Erman berdiri mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang keras menantang, membuat semua terkejut, pasalnya ukuran kontol Erman benar-benar besar dan panjang, sekitar 26 cm.

Rido melihat kontol raksasa ini langsung menyambut dengan lidah dan mulutnya yang berusaha mengulum namun tetap tidak muat. Erman menjambak rambut Rido dan memaksa kontolnya masuk membuat Rido merasa mau muntah dan mengeluarkan air mata.

Keempat temannya tercengang dengan gaya Erman yang liar dan brutal. Rido merasakan sakit di mulutnya dan rambutnya terus dijambak maju mundur.

Sluuurppp sluuurrrpp sluuurrrppppp hukkkh hukjhhh cloghghh dan tiba-tiba crooooot crooooot crooooot croooot Rido memuncratkan pejuhnya di lantai hanya karena menghisap kontol raksasa Erman.

Jaka “Bangsat ni anjing lontee ngcrooott lagi cokkk”

Erman menghentikan jambakannya dan melihat kontol Rido yang berdenyut-denyut masih mengeluarkan sisa-sisa pejuhnya. Sensasi dipaksa mengulum kontol jumbo di luar dan ditonton banyak orang membuatnya muncrat, mengundang tawa dari semuanya.

Erman “Bangsatt suka bgt ya sama kontol abang sampe gak dikocok aja muncrat haaa?”

Rido “Aaahhh sssh iyaaah bang kontol abang gede bangettt enaaak bang aaaah haaah haaah”

Erman “Hahahah anjing padahal gak dikocok kok bisa muncrat gegara nyepong kontol”

Alek “Itu sensasi man, dia kesenengan dikasarin di luar ruangan gini dijadikan anjing, ditonton ramai orang, tadi aja pas waxing ngecrott cokk hahahah”

Erman “Ahhahah emang lontee binal, abang udah bilang ya dari awal jangan nyesel, abang gak peduli kamu udah ngecrot atau belum, selama abang belum puas abang gak akan berhenti, ngerti?”

Rido “Ngerti bang ahhh sssh lanjut aja bang Rido udah jadi lonte buat abang ahhhh meskipun Rido ngecrooot Rido masih sange bang ahhhh sssh”

Erman menjambak rambut Rido dan mengentoti mulutnya kasar hingga Rido menangis dan tersedak, dengan cepat Erman menggenjot tanpa peduli keadaan Rido, “Aaarghhh anjing enak juga mulut homo bangsaaat aaarhghhhh ssshs” croooooort crooooot crooooot crooooot croooooooooot croooooooooooooooooooot Erman memuntahkan pejuhnya di dalam mulut Rido, begitu banyaknya pejuh yang dimuncratkan membuat Rido tersedak mundur dan menumpahkan pejuh Erman ke tubuhnya.

Sisa-sisa crot Erman masih keluar mengenai wajah dan rambut Rido.

Erman “Anjing enak cokkk gak nyesel aku nekat main sama homo hahahahh”

Jaka “Dari dulu kemana ajaa lu man hahahah nikmatilah man kita nonton aja hahahah”

Erman “Baring kamu!” Perintah Erman sambil kakinya menendang Rido, dan membuat Rido terbaring sambil mulutnya masih menelan pejuh Erman, “Ngangkang njing!” Rido mengangkangkan kakinya lebar memamerkan lubang pantatnya

Rido “Aaaah banggg pelan-pelan yahh bang kontol abang gede bangettt”

Erman “Jangan ngatur! Dasar anjing cabul”

Erman memasukkan kontolnya ke dalam lubang pantat Rido sambil menyaksikan ekspresi Rido yang kesakitan

Rido “Aaaah bang pelan yahhh sakiiit bang anjing aaaah ammmpuuun bang gede banget baaang aaaah”

Erman “Diem anjing ini yang kamu mau kan lonteee”

Rido “Aaarghh bang yahhh sakiiit bang ammmpuuun aaaahhhh” Rido menangis memohon ampun, sensasi dirojok kontol sebesar itu masih terasa sulit bagi Rido, meski lubangnya sudah cukup longgar digenjot 4 kontol sebelumnya, apa jadinya jika sebelumnya lubang Rido belum dilonggarkan.

Erman “Aaahnnjiiing sempit kaliii aaaah bangsat lubang udah dirojok 4 kontol masih sempit aja bajingaaaan sssh arrghhh dijepit cokk kontol ku aaaah” Erman pelan-pelan menggoyangkan pinggulnya maju mundur.

Rido “Aaaah bangg enak bang ssssh entot Rido bang sssh aaah anjing ssssh yaaah aaah gede anjing”

Erman “Aaarghhh ssssh enak cookkkk bangsat legit banget lubangmu anjing” Erman mulai mempercepat goyangannya membuat tubuh Rido terguncang hebat

Rido “Aaaah bangg ampuun bang aaah gede banget anjiiing mentokkk aaaah sssh yaaah aaah yaaah ehmmm aaahbaaanggghhh” cuuuuurrrr cuuuurrrr cuuuuuuurrrr Rido memancurkan air kencingnya yang tidak bisa ditahan lagi, dan berceceran kemana-mana

Erman “Bangsattt enak banget yaaa dientot hahah sampai tekencing kencing aaarghhh sssh enak bangsaaaat anjiiing” ditariknya kontol Erman sampai menyisakan kepala dan diorongnya masuk sampai mentok

Rido “Aaaah aahbaang ammpuuun kontolmu gede bangett baaaang aaahhh anjiing aaaah” Erman mendorong lagi dan “Aaaah yaaah sssh aaaah” Rido sampai geleng-geleng meminta Erman untuk tidak menghujam seperti itu.

Erman “Sssh aaaaaaahhh ni kontol yang dari tadi boolmu pengen kan hmmm sssh arghh” Erman dengan sigap mengencangkan genjotannya dengan brutal

Rido “Aahhhh bang sssh pelan bang aah yaaah ehmm ihhhh yahhh aahh ammmpuuun aaah aahmmpuuun bang ssssh yaaah entot bang ahhhh”

Erman “Arghhhhhhhhh lonte anjiiiiinggggggg arhhh sssshshhh” croooooooot croooooort crooooot crooooot crooooot croooooooooot croooooooooooooooooooot, pejuh Erman muncrat di dalam lubang bool Rido dan masih terasa sangat banyak, lubangnya sampai mengeluarkan pejuh Erman dengan sendirinya.

Rido “Haaaah haaah ammpuuun bang enak bang aaah gede banget sumpahhh”

Erman “Nungging anjing!” Erman membalikan tubuh Rido dengan kasar tanpa mengeluarkan kontolnya, dalam sekejap Erman langsung menggenjot lubang Rido lagi

Rido “Aaah baaang anjing ammmpuuunn istirahat dly bang aaahhh mentoook baaang ahhh yahhh entottt trus bangg ahhh”

Erman “Ahhhh ssssh ehhmm ehmmm ehhmmm” Erman terus menggenjot Rido tanpa ampun

Jaka “Bangsat ngeri kali si Erman weh ngecrot 2 kali masih lanjut ngentot cukk kontolnya kagak lemes-lemes”

Edo “Iyaaa anjingg mampus ni lonte boti hahahahah”

Alek “Gak nyangka Erman sebrutal ini cokkk hahahah”

Andre “Bangsattt lain kali boleh lah kita berlima hajar ni boti bareng-bareng hahahaah”

Erman akhirnya memuntahkan pejuhnya untuk yang ketiga kalinya, jam sudah menunjukkan pukul 3 subuh, tubuh Rido benar-benar lemas, 3 kali Erman memuntahkan pejuhnya tanpa istirahat sama sekali, goyangannya kasar dan brutal, Rido terbaring lemas berlumuran pejuh.

Erman duduk dan merokok memandang Rido yang masih terbaring lemas di teras ruko, keempat temannya masih ngobrol dan main game, terkagum-kagum dengan kejantanan Erman.

Erman “Bangsattt enak banget ngentotin homo njirrr, sampai 3 kali crot aku dia masih desah cokkk, blm ada cewek yang mampu muaskan aku bahkan untuk sekedar 2 ronde hahahah”

Jaka “Anjing gak nyangka gw man lu jantan bener sumpah”

Erman “Hahahah iyaa beda lah bang ngentot sama kerja, wajar kalian kaget hahahah”

Edo “Anjing best ketua hahahah, gila kontolmu masih ngaceng man”

Andre “Jangan bilang mau tancap lagi nih?”

Erman “Hahahah santai dulu cokk sebattt hahahah, kasian tu boti anjing lemes dah”

Rido “Haaah bang Erman mantep banget kontolmu bang ssssh ahhh“ Rido mengesot menuju Erman yang duduk di kursi dan menenggelamkan wajahnya di kontol Erman “Aku numpang istirahat disini yahhh bang shhh”

Erman “Ahahahahahh anjing lonte binal masih minta kontol aja bangsattt”

Edo “Lu emang hebat man, tapi ni boti lebih hebat lagi cokkk hahahahah”

Andre “Jadi lanjut gak ni man?”

Erman “Hahahah lanjut lahhh kasian lonte anjing ini masih pengen kontol”

Rido meletakkan tangannya di paha Erman dan wajahnya mengendus menjilat lubang Erman dengan pelan dan lemas tapi masih sange, Erman menjambak rambut Rido dan menyuruhnya mengulum kontol dengan benar.

Rido dengan lelah mengulum kontol Erman sambil mengocoknya, Erman dengan santai mengobrol dan sebat bersama 4 teman lainnya, hingga Erman kembali memuntahkan pejuhnya di mulut dan wajah Rido.

Kali ini Rido benar-benar sudah lemas dan meminta Erman untuk mengantarnya bebersih agar dia bisa pulang. Erman dengan senang hati memapah Rido berdiri dan membawanya ke dalam ruko, tepatnya di kamar.

Erman membaringkan tubuh Rido yang masih belepotan pejuh dan memeluk Rido dari belakang dengan kontolnya masuk ke lubang bool Rido. Rido yang sudah lemas dan ngantuk pasrah membiarkan Erman, namun Erman juga hanya diam dan mulai tidur.

Keempat temannya hanya geleng-geleng melihat Erman yang ketagihan ngentotin Rido, Alek dan Andre pulang, sedangkan Edo bergabung di kamar begitu juga Jaka yang memilih menginap di ruko bersama mereka.

Saat masuk kamar Jaka dan Edo melihat Erman dan Rido yang tertidur berpelukan dengan kontol Erman di dalam lubang pantat Rido. Hingga di pagi hari Rido terbangun mendapati Erman yang tidur telentang dengan kontol jumbonya yang mengacung keras, langsung Rido menduduki kontol Erman dan menggoyangkannya.

Erman terbangun dan tersenyum, pagi itu Rido kembali dientot oleh Erman, Jaka dan Edo sampai malam, hingga Rido bebersih dan kembali ke apartemen tidur pulas dengan perasaan yang sangat puas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Gangbang Bocil bocil sepak bola (Spin Off Diperbudak Junior)

Diperbudak junior

BAB 11 pengalaman Binal Rido: Kurir Paket, COD sex dulu