BAB 2 Pengalaman Binal Rido: Pijat di Gang
Di belakang apartemen Rido merupakan sebuah tempat perkampungan yang cukup padat. Beberapa kali Rido melewati tempat itu untuk sekedar mencari makan atau mencari jalan pintas menuju mall di sebelahnya.
Malam
itu Rido baru saja selesai menonton salah satu film di bioskop. Sekitar jam 11
malam Rido pulang melalui perkampungan itu. Di tengah jalan satu gang yang
harus dilewati oleh Rido, salah satu gang yang menjadi favorit Rido karena
sepanjang gang itu merupakan kos-kosan padat yang dihuni oleh laki-laki pekerja
kasar seperti tukang atau buruh.
Saat
Rido melewatinya, salah satu rumah kos ada yang menuliskan jasa pijat urut.
Berhubung Rido cukup pegal badannya, Rido mencoba menanyakan jasa tersebut
kepada orang yang sedang duduk di depan teras. Benar saja meski jam 11 malam
pijat urut itu masih buka.
Adi,
salah satu penghuni kos yang membuka jasa pijat urut adalah karyawan buruh yang
bekerja di siang hari dan malamnya dia buka jasa pijat urut untuk tambahan
uangnya. Kos tersebut bernama kos Beno, karena tingginya permintaan kamar kos
murah di Jakarta, Beno membuat teras rumah yang diberi sekat menjadi sebuah
kamar.
Inilah
yang menjadi kamar Adi dan membuatnya membuka jasa pijat urut karena posisi
kamarnya di pinggir jalan memudahkannya jika ada yang mengetuk untuk pijat.
Suasana di gang itu kira-kira seperti ini:
Adi
sendiri memiliki perawakan seperti tukang, hitam berotot tinggi kurus tapi
tidak krempeng. Saat Rido bertanya tentang pijat, Adi sendiri hanya mengenakan
sarung tanpa baju. Tubuhnya terpahat maskulin jantan, membuat Rido sedikit
tercengang dengan bentuk tubuh yang terbentuk alami dari pekerjaan kasar.
Rido
“Pijatnya dimana ini bang?”
Adi
“Di depan sini bang, abang buka baju sama celananya dulu ya, untuk minyak dan
handuknya saya ambil dulu” Adi menunjuk dipan di depan pagar yang cukup lebar
selebar kasur umum untuk 2 orang.
Rido
“Loh gakpapa ini bang disini?”
Adi
“Ya gpp bang biasanya emg disitu, gak usah malu di gang ini 100% cowok semua
isinya, paling ada cewek juga perek yang dibawa sama mereka hahahah”
Rido
“Oooh iya deh bang” Rido agak sedikit ragu, tapi juga merasa adrenalinnya
terpacu, karena dia akan memamerkan tubuh indahnya di gang yang padat ini.
Cukup menarik tapi Rido takut kontolnya berdiri saat dipijat dan akan dilihat
oleh orang-orang yang lewat.
Pemikiran
ini justru membuat Rido semakin terangsang dan belum apa-apa kontolnya sudah
setengah ngaceng. “Aaah sensitif amat ni kontol gak bisa diajak kerjasama” Rido
pun memutuskan untuk nekat dan gak usah mikir kemana-mana yang penting sekarang
dia mau pijat agar lebih segar.
Rido
membuka baju dan celananya, sialnya Rido lupa hari itu dia gak pakai celana
dalam. Akhirnya dia pakai lagi celana jeans panjangnya, hanya membuka baju, dan
berbaring di atas dipan menunggu Adi mengambil peralatan pijatnya.
Saat
Adi sampai, Adi cukup tercengang melihat bentuk tubuh Rido yang terpahat sangat
seksi, mulus dengan dada besar dan putting menonjol berwarna pink.
Adi
“Loh kok celananya gak dibuka bang”
Rido
“Ooh sory bang saya gak pakai celana dalam, ada celana pendek gak buat saya
pakai?”
Adi
“Waduh celana pendek gak ada yang bersih lagi bang”
Rido
“Ya udah gpp bang pijat kering aja” pikir Rido gak mungkin dia telanjang di
gang itu jadi memilih pijat kering untuk bagian kakinya.
Adi
“Pijat kering juga musti dibuka bang, susah kalau pakai celana, apa lagi jeans,
lepas aja bang gpp kan ditutup juga pakai handuk, org lewat juga gak sadar
kalau abang telanjang bulat” perkataan Adi membuat Rido semakin malu tapi juga
terangsang.
Rido
“Oooh gtu yah, ya udh gpp deh” Rido mulai membuka celana jeansnya dengan posisi
tengkurap alhasil dia harus sedikit nungging untuk melepasnya.
Adi
“Saya bantu ya bang” Adi membantu menarik celana jeans Rido, dan tercengang
melihat bentuk pantat Rido yang seksi putih mulus bahkan lubang pantat Rido
sempat mengintip bersih berwarna pink.
Rido
“Aduh malu saya bang”
Adi
“Gpp bang ini langsung saya tutup pakai handuk, tenang aja orang-orang disini
pada santai kok”
Setelah
celana jeans terlepas Rido tengkurap telanjang bulat dan Adi pun menutup bagian
pantat Rido. Yang membuat Rido cukup kaget adalah itu handuk leher yang biasa
buat lap keringat, jadilah bagian pantatnya tidak tertutup sempurna geser dikit
udah keliatan.
Dan
yang membuat Rido takut adalah kontolnya sudah ngaceng, pas nanti harus
telentang, handuk sekecil ini gak akan bisa menutupi ngacengnya kontol Rido.
Rido berusaha mengalihkan pikirannya.
Adi
melipat sarung yang dikenakannya ke atas agar lebih leluasa bergerak, kini
sarungnya lebih mirip rok dari pinggang sampai pas di atas lutut. Kemudian Adi
mulai pijatan kering dengan melangkahi tubuh Rido dan memijat bagian
punggungnya.
Sarung
yang dikenakannya menempel ke handuk kecil yang menutupi pantat Rido, hingga
saat pijatannya mulai turun sampai pinggang Adi mundur dan sarungnya justru
menyeret handuk kecil itu, membuat Rido kembali terlihat bugil tengkurap.
Adi
“Aduh maaf bang ketarik handuknya” Adi mengambil handuk yang terseret ke bawah,
namun belum sempat Adi menutup kembali bokong Rido, tiba-tiba motor lewat
pelan, sontak tubuh telanjang Rido jadi pusat perhatian.
Pemotor
“Mari bang Adi, loh lagi mijat bang?” pemotor itu menyapa dan berhenti sebentar
Adi
“Eeeh Dadang, iya nih ada pasien minta pijat lumayan lah dapat tambahan jam
segini hahah”
Dadang
“Oooh kok pijatnya telanjang bulat gitu bang hahah” mendengar itu kontol Rido
yang tadinya sudah lemas mulai ngaceng lagi, Rido bingung situasi yang
seharusnya membuat dia malu dan takut justru membuatnya terangsang hebat.
Adi
“Oooh ini dia gak pakai celana dalam Dang, jadi yahh terpaksa bugil sy tutup
pakai handuk, tapi handuknya kegeser tadi”
Dadang
“Oooh ya udah lanjut bang, gak usah ditutup handuk jga gpp bang lumayan cuci
mata buat yang lewat hahahah seksi bener pasiennya”
Adi
“Huss ngawur udah sana pulang”
Rido
“Aduh bang apa gak pijit di dalam aja bang?”
Adi
“Aaah maaf ya bang mulut anak-anak disini emg gitu suka ceplas-ceplos, jgn
diambil hati ya, kalau soal pijit didalam susah bang sempit banget”
Rido
“Oooh ya udh kalau gitu lanjut aja bang”
Adi
kembali menutup bokong Rido dengan handuk kecilnya. Adi sempat terpana melihat
bokong mulus Rido, bahkan diam-diam Adi sedikit terangsang, namun dia tidak mau
aneh-aneh karena ini pasiennya.
Setelah
ditutup handuk Adi mulai memijat pantat Rido ditekan-tekan dan Adi sempat lepas
kontrol sedikit meremas pantat Rido. Pikiran Adi sekarang tidak fokus, pantat
Rido benar-benar bulat kenyal montok.
Rido
yang ditekan-tekan bagian pantatnya semakin terangsang, kini kontolnya sudah
mengeluarkan sedikit precum, dan Rido juga mulai pasrah jika nanti Adi
melihatnya ngaceng, apapun akan dihadapi, sudah terlanjur pikirnya.
Adi
mulai turun memijat paha Rido dan sampai ke kakinya. Barulah Adi mulai pijat
basah dengan minyak zaitun dan body lotion. Mulai dari telapak kaki sampai
lutut bagian kanan dan kiri.
Saat
memijat kaki ini, Rido dapat sedikit lega dan kontolnya kembali lemas. Namun
tidak lama Adi mulai memijat bagian paha kanan, Adi mengangkat kaki kiri Rido
ditekuknya ke samping hingga handuknya sedikit tergeser dan bagian samping kiri
jadi tidak tertutup.
Sialnya
tiba-tiba ada lagi orang yang lewat itu Dadang dan 2 orang temannya yaitu Aji
dan Asep yang berniat ngopi di teras sambil bermain gitar. Mereka bertiga duduk
di kursi panjang seberang dipan tempat Rido dipijat, dan dari sana jelas
terlihat bahwa Rido di bawah handuk kecilnya tidak mengenakan apapun, Dadang
sudah mengetahui itu.
Asep
“Lah di itu yang lu pijit kagak pakek celana yak?”
Adi
“Iyaa dia kesini gak pake celana dalam ya udh adanya handuk ini doang” jawab
Adi santai
Dadang
“Tadi malah handuknya gak ada aku liat dia telanjang bulat beh mulus banget
cuyy kayak cewek hahahah”
Adi
“Heh jangan gitu ngomongnya Dang”
Aji
“Iyaa si Dang malu ntar ituu”
Dadang
“Hahah iyaa maaf ya bang”
Rido
“Iii iiya gpp bang” jadi topik pembicaraan 3 orang yang tidak dikenalnya di
depan langsung dengan kondisi bugil seperti itu membuat kontol Rido kembali
ngaceng hebat bahkan precumnya mengalir lagi.
Kali
ini tamat sudah Rido yakin tidak lama lagi ada saat mereka akan melihat kontol
ngacengnya banjir precum dan mereka akan menghina Rido sehina-hinanya. Pikiran
ini adalah ketakutan Rido tapi juga harapan Rido, perasaannya campur aduk.
Setelah
paha kanan dan kirinya selesai dipijat, Adi meluruskan kaki Rido dan
membenarkan posisi handuknya, lalu melangkahi Rido dan memijat dari pinggang
sampai ke leher belakang Rido, pantat Rido sedikit mengintip.
Kini
Adi tidak dapat memungkiri lagi, pantat Rido benar-benar seksi, kontol Adi di
balik sarungnya kini sudah setengah ngaceng terangsang dengan tubuh mulus Rido.
Sambil memijat pikiran Adi sudah kemana-mana.
Tidak
hanya Adi, ketiga pemuda yang asik bermain gitar pun pandangannya selalu
tertuju ke Rido.
Selesai
memijat punggung Rido, Adi mulai fokus memijat pinggang dan pantat Rido. Adi
mengangkangkan kaki Rido dan berlutut tepat di bagian selangkangannya, ini
membuat handuk yang tadinya cukup menutupi hingga ke bagian samping kini hanya
menutup bagian pantat atasnya saja.
Tangan
Adi mulai memijat pinggang Rido, biasanya saat memijat bagian ini Adi akan
menyikap kolor pasien sedikit ke bawah, tapi kali ini karena sudah bugil, Adi
hanya perlu menggesernya sedikit dan karena pantat Rido yang montok, handuk itu
justru turun ke paha nya dan bagian pantatnya terpampang jelas di depan Adi.
Kini
kontol Adi semakin keras di dalam sarungnya. Baru kali ini Adi terangsang
dengan laki-laki, meski Adi pernah disepong waria bahkan mengentoti waria, tapi
Adi dibayar dan sulit ngaceng saat itu.
Rido
yang menyadari handuknya melorot ke bawah berusaha mengangkat handuknya lagi
namun Adi menepis tangan Rido dan mengatakan bahwa gak perlu, karena kali ini
Adi mau pijat pinggang dan pantatnya.
Rido
pun membiarkan Adi dan memutuskan untuk menikmatinya saja, terserah apa yang
akan terjadi ke depan. 3 pemuda di sana pun masih tercengang melihat pantat
mulus Rido dan mulai berkomentar
Dadang
“Anjing ini laki-laki bagian pantatnya lebih mulus dari perempuan hahah,
perawatan apa bang?” tanya Dadang sambil menghampiri Rido dan duduk di sebelah
Adi memperhatikan Adi memijat pantat Rido.
Aji
“Iya yahh kok bisa mulus amat hahah bahaya ini mah” mengikuti Dadang duduk di
samping Rido, begitu juga si Asep yang ikut duduk di sana, membuat dipan jadi
penuh.
Rido
“Aaah nggak ada perawatan bang emg dari sananya” Rido semakin terangsang dan
mulai sedikit mengangkat pantatnya agar kontolnya tidak terlalu sakit.
Adi
memijat pantat Rido pelan dan sedikit meremas pantat Rido, jempol Adi beberapa
kali masuk ke sela pantat Rido, gerakannya diulang-ulang terus. Di tengah
pijatan itu, tetangga kos Adi bernama Sahrul keluar berniat gabung nongkrong.
Sahrul
“Anjing kirain lagi main kartu mau gabung malah nonton Adi mijat pantat bangsat
hahaha” yang lain ikut tertawa dan merasa aneh.
Dadang
“Hahahah abis mulus banget jadi betah nontonya hahah” Sahrul yang baru datang
pun memperhatikan pantat Rido dan mengiyakan pernyataan Dadang.
Jadilah
saat ini Rido sedang bugil dengan pantat yang sedang dipijat oleh Adi dan
ditonton oleh total 4 pria yang tak dikenal. Rido sudah sange berat kondisi
yang seharusnya membuat Rido malu dan segera menjauh justru membuat Rido banjir
precum.
Ditambah
lagi komentar para penonton tentang tubuhnya yang bahenol, mulus, kayak artis
bokep dan komentar vulgar lainnya membuat Rido hilang akal dan memilih untuk
membinal menggoda mereka semua, tidak peduli hasilnya seperti apa.
Adi
mulai menyadari hal yang aneh, beberapa kali Rido mengangkat pantatnya dan
membukanya semakin lebar, ditonton 4 orang temannya tapi gak protes. Adi mulai
berpikir kalau Rido ini mungkin homo dan ada kelainan.
Normalnya
orang akan protes dan harusnya menyudahi sesi pijat ini, dibanding protes Adi
menangkap kalau Rido seperti menikmati kondisi ini. Adi coba menurunkan
tangannya dari selangkangan Rido dan berpura-pura memijat selangkangan Rido
untuk memeriksa kontol Rido apakah ngaceng atau tidak.
Dan
betapa terkejutnya Adi merasakan tangannya menyenggol batang yang sangat keras
dan basah. Adi sudah yakin kalau Rido memiliki kelainan yang akan merasa nikmat
saat dipermalukan atau dilecehkan.
Rido
yang sadar bahwa tangan Adi sempat menyentuh kontolnya, sempat merasa takut,
tapi Adi tidak berhenti memijat pantat Rido justru jempol Adi semakin menekan
lubang pantat Rido. Ini menandakan bahwa Adi tidak akan mempermasalahkan
kelainan Rido secara serius, atau bahkan Adi juga terangsang.
Menyadari
hal itu, Rido mengangkat pantatnya lagi dan sedikit menggeolkan pantatnya
pura-pura merasa kesakitan dengan pijatan Adi dengan sedikit mengeluarkan
desahan.
Gerakan
Rido membuat teman-teman Adi tercengang, beberapa sudah mulai terangsang dan
berpikir yang tidak-tidak. Adi kemudian menggosok sela pantat Rido menggunakan
tangannya membuat gerakan seperti sedang menggergaji kayu.
Rido
justru semakin kuat mendesah, kini Adi yakin sudah dan mendengar desahan Rido
yang terkesan imut menggoda, Adi tidak tahan lagi lalu memukul pantat Rido,
plakk plakk
Adi
“Ssh sory ya bang kelepasan hahah gemas liat pantat montok gini iya gak weh?”
tanya Adi melempar ke teman-temannya yang masih tercengang dengan kelakuan Adi
dan reaksi Rido
Rido
“Aaah sakit bang” meski bilang sakit tapi kata-kata Rido justru terdengar
menggoda di telinga para pejantan yang sedang mengelilinginya.
Adi
“Oooh iya iyaa maaf yaa” ucap Adi sambil mengelus pantat Rido
Dadang
“Anjing, merah pantatnya bang” ucapnya ikut mengelus pantat Rido
Adi
“Dah balik badan bang” perintah Adi kepada Rido
Rido
“Hah mmm ttaa tapi bang”
Adi
“Tapi apa? udah gak usah malu, kita semua udah liat kamu bugil gini, santai
aajaa”
Dadang
“Iyaa santai ajaa rileks kalau di pijat ituu jangan tegang”
Rido
“Hmmm ii iyaa bang” Rido agak ragu tapi juga adrenalinnya terpacu, sebentar
lagi dia akan telentang mempertontonkan tubuh telanjangnya di depan 5 orang
yang bahkan tidak dikenalnya dengan kontolnya yang ngaceng banjir precum.
Rido
membalikan tubuhnya dan menutup kontolnya dengan kedua tangannya.
Dadang
“Anjing gak cuman pantatnya yang montok weh, susunya juga montok mulus lagi
hahah ini beneran laki-laki?”
Semua
orang sempat terdiam melihat tubuh telanjang Rido terbaring di atas dipan polos
Adi
“Dang lu bantuin gw pijat tangannya dong biar cepat selesai”
Dadang
“Hahah siaap, permisi ya bang” Adi mengambil tangan kiri Rido yang sedang
menutup kontol ngacengnya.
Asep
“Aku bantu pijat tangan kanannya ya bang” teman Adi mengambil tangan kanan Rido
dan menariknya ke atas.
Adi
“Anjing ngaceng weh hahahahah” ledek Adi sambil menarik kedua kaki Rido
mengangkang
Semuanya
ikut tertawa dan heran dengan reaksi Rido yang seperti sange berat dilecehkan
seperti ini
Rido
“Mmaaf bang aku gak tau knp gini bang”
Adi
“Hahah ini berarti lu lagi sange”
Asep
“Iyaa liat aja tu kontol basah precumnya ngalir trus hahahah”
Aji
“Hahah iya weh, kok bisa ya”
Dadang
“Hahah kalian kayak gak tau aja, berarti dia ini homo suka digrepe-grepe sama
laki-laki”
Sahrul
“Hahah iya ni homo ni anak wkwkwk kita kerjain aja yuk” ide jahil di kepala
mereka langsung aktif melihat seorang pria imut telanjang bulat sedang sange
dilecehkan di tempat umum seperti ini
Adi
“Gak cuman homo, ini anak kelainan juga pasti, ditelanjangin dilecehkan malah
makin sange hahahah” ucap Adi sambil mengangkat kedua kakinya mengangkangkan
Rido selebar mungkin menunjukkan lubang pantatnya yang berkedut-kedut.
Rido
“Aaah sssh udah bang hahhh aku maluuu bang please sssh haaahhh” Rido menggeliat
mendesah tidak sesuai dengan kata-katanya.
Adi
“Hahahah tenang sayang ini pijatnya belum selesai main udah ajaa hahahah”
Adi
mulai memijat paha Rido yang mengangkang sampai jempolnya menyentuh bibir anus
Rido, Dadang memijat tangan Rido sampai ke dadanya dan meremas susu Rido, Asep
juga melakukan hal yang sama seperti Dadang.
Rido
sudah tidak tahan dengan perlakuan ketiga pejantan yang sedang melecehkannya
ini hingga mengeluarkan desahan-desahan yang cukup menggoda.
Adi
“Enak gak dipijat gini bang?”
Rido
“Aaah sssh enak bang” desahannya tak bisa dikontrol lagi, telanjang
dipermainkan seperti ini bagi Rido sangat menggairahkan.
Semua
orang yang melihatnya ikut terangsang dan memberi komentar-komentar vulgar
“Wahh homo ni anak sange dimainin laki hahah”, “Binal anjing”, “Bangsat sange
gw liatnya”, “Gak tau malu banget anjing bugil ngaceng dipijat malah ngedesah”,
komentar vulgar itu tidak menyurutkan Rido untuk berhenti mendesah, tubuhnya
justru menggeliat seperti cacing kepanasan.
Adi
“Weh angkatkan dulu kakinya aku mau pijit bagian pantatnya nih kayaknya pegel
banget dia kasian” Adi meminta Aji dan Sahrul untuk memegang kaki Rido dan
diangkat ke atas membuat Rido semakin ngangkang memamerkan lubang pantatnya
lebar.
Dadang
“Anjing mau lu apain di?”
Adi
“Ya di pijat lah” Adi mulai memijat pantat Rido dengan posisi saat ini 4 orang
memegang masing-masing tangan dan kakinya. Adi mulai memasukkan jarinya ke
dalam lubang pantat Rido.
Rido
“Aaah bang mau diapain bang sssh aaah”
Adi
“Udah lu diem aja, gw mau pijatin pantat lu dari dalam, lu desah aja udah
hahahah”
Sahrul
“Anjing lubang pantat mantep bener dah bersih pink begini”
Adi
“Enak gak di pijit lubang pantatnya?”
Rido
“Aaah sssh enak bang kurang dalem mijitnya bang”
Adi
“Hahhah denger gak kalian? keenakan kan dia dipijit lubangnya” Adi mulai
memasukkan dua sampai 3 jari, lubang pantat Rido diobok-obok sampai becek.
Rido
“Bang aaah sssh lebih kuat bang aaah sssh anjiiing enak baang”
Dadang
dan Asep memainkan putting susu Rido diremas dan dieplintir, Sahrul dan Aji
memegang kakinya sambil meraba-raba paha Rido. Rido sendiri mendesah gak
karuan, posisi ini sangat menggairahkan, kini Rido tidak lagi takut, toh
komentar mereka justru membuatnya semakin bersemangat.
Saat
sedang asik menikmati tubuh Rido, mereka dikejutkan dengan kedatangan 2 orang
teman Adi yang baru saja pulang dari tempat kerja mereka. Melihat aktivitas
tidak normal itu, kedua orang ini sempat terdiam dan langsung memahami bahwa
teman-temannya sedang memainkan lonte homo.
Adi
pun hanya menjelaskan situasinya dan menyuruh temannya untuk segera masuk kos.
Yah bagi penghuni kos di gang tersebut memang ngentot bukanlah hal yang tabu,
entah itu perempuan, waria dan homo sudah biasa mereka lihat.
Hanya
saja kali ini cukup berbeda karena dilakukan di depan kos di pinggir jalan gang
sempit. Mempermainkan seorang lonte homo beramai-ramai, tentu tidak mau
melewatkan tontonan gratis yang unik ini, kedua teman Adi ini pun bukannya
masuk ke dalam kos malah duduk di bangku seberang menonton aksi 5 temannya
mencabuli lonte homo sambil ngopi dan sebat.
Adi
tidak memperdulikan teman lainnya, kini tangan kirinya sedang memainkan lubang
pantat Rido semakin dalam, Rido mengangkat pantatnya semakin tinggi menggeliat
mengharapkan tangan Adi semakin dalam merojok lubang pantatnya.
Adi
semakin takjub melihat kontol Rido semakin mengkilap merah ngaceng keras dan
basah precum.
Adi
“Kasian banget ni kontol sampe merah gini hahahah” ditoelnya kontol Rido dengan
jari telunjuk Adi, Sahrul dan Aji tertawa dan ikut menyolek kontol Rido bahkan
sedikit menamparnya.
Asep
dan Dadang semakin gemas dengan susu Rido mulai menggigit dan menyedot pentil
Rido yang melenting seperti dua bayi yang sedang menyusui. Rido sudah tidak
tahan lagi dengan perlakuan para pejantan ini.
Rido
“Bang jangan digituin ahhh sssh bang yahhh aaah bang aku gak tahan lagi bangg
aarhhhggh” crooooot croooot croooot croooooot croooooot crooooot crooooooot
crooooooot Adi menyemprotkan pejuh yang sangat banyak, semua orang terkejut
dengan kejadian ini pasalnya kontol Rido bahkan tidak digenggam sama sekali apa
lagi dikocok, kenapa tiba-tiba muncrat.
Rido
“Aaah maaf bang haaah haaah enak banget bang sssh” ucap Rido ngos-ngosan
Dadang
“Hahahahahah anjing ngecrot ni anak” tawa Dadang memecahkan suasana dan membuat
semuanya tertawa tidak terkecuali dua teman Adi yang sedang duduk fokus
menonton aksi ini.
Adi
“Hahahah anjing keenakan ni lonte homo di mainin hahahah”
Rido
“Aaah sssh iyaah bang maaf yahhh abis pijatanya enak banget bang sssh”
Adi
“Iyaaa gpp sayang, hahah udah crot kan? kita lanjutin lagi ya pijatnya” Rido
agak heran bukannya semua bagian tubuhnya sudah dipijat?
Rido
“Haah bukannya udh di pijat smua bang”
Adi
“Loh ini kan belum selesai pijatnya” sambil Adi mengobok-obok lubang pantat
Rido
Rido
“Aaah ssh iyaaah terserah abang ajah kalau gitu shhh” desah Rido pasrah, meski
sudah crot, kontol Rido masih tegang, birahinya semakin meningkat, Rido hanya
berharap kalau pijatan selanjutnya akan lebih memuaskan nafsu binalnya.
Adi
sudah kepalang sange dengan Rido yang sedari tadi membinal menggeliat dipijat
dan dilecehkan 5 orang pria yang bahkan tidak ia kenal sebelumnya.
Adi
“Suka ya dipijit lubangnya? hahah”
Rido
“Suka bang aaah sssh kurang dalam bang mijitnyaaah”
Adi
“Oooh kurang dalam?, yah jari tangan cuman segini, gimana dong?”
Rido
“Aaahh ssh pakai yg lain ajaaah bang emmhh”
Dadang
“Hahahahah minta pakek yang lain dia di” Dadang langsung paham maksud Rido tapi
Adi masih mempermainkan Rido
Adi
“Waduh kalau gak pakai tangan trus pakai apa dong?” Adi membuka sarungnya dan
melingkarkan di lehernya, kini kontol Adi yang panjang dan besar ngaceng keras
terlihat jelas di depan mereka semua
Sahrul
“Hahahah minta dipijat pakai kontol lu dia di hahahah anjing lontee homo udah
muncrat masih sange ajaa ituuu”
Adi
“Beneran mau dipijat pakai kontol?” ucap Adi sambil menggesekkan kontolnya di
bibir anus Rido yang licin dan berkedut-kedut
Rido
“Aaaah sssh iya bang biar lebih terasa pijatanya bang shhh aaah masukin baaang”
Adi
“Kalau pakai kontol udah bukan pijit lagi namanya tapi ngentot hahahah”
Rido
“Iyaah bang gpp”
Adi
“Enak ajaa, kontol gw gak sembarangan masuk lubang yaaa wkwkwk”
Rido
“Please bang aku gak tahaan bang entot aku bang aku bakal lakuin apa ajah asal
dientot bangg shhh aaaah” Rido benar-benar kehilangan akal dan membinal seperti
lonte murahan yang haus entotan kontol.
Adi
“Hahahahah anjing binal banget lonte homo bangsatt, kalau pengen dientot ada
syaratnya” Adi sedikit menekan kontolnya di lubang anus Rido, membuat Rido
tersiksa dengan kenikmatan yang sedari tadi ia inginkan.
Rido
“Apa aja bang syaratnyaaah aaah yg penting abang entotin aku bang ssshh aaah
anjing pengen dientottt”
Dadang
“Bangsat sange banget ni homo anjing lu kalau gak mau gw aja yang ngentotin
sini di”
Adi
“Diem lu bangsat, ikutin aja alurnya ntar dapet lu”
Sahrul
“Iyaaa si Dang lu gak paham banget, kita musti bikin makin seruu iya gak di?”
Adi
“Hahahah paham aja lu Rul”
Asep
“Anjing udah sange gw liat ni lonte bangsaaat”
Rido
“Aaah sssh ayok bang masukiiin sssh aaaahh hmmm”
Adi
“Lu musti nurut ama gw, dijamin lu gak akan rugi makin enak lu gw bikin
hahahahah, syaratnya jgn bnyak protes apa lagi kabur hahahah”
Rido
“Aaah bang sssh aku bakal nurut bang aaah terserah abng mau apain aja yg
penting aku dientot yaah please udah gak tahan bang sssh aaah”
Adi
“Okee mohon mohon lebih binal lagi biar abang semangat ngentotnya hahahah”
Rido
“Aaah sssh bang entot aku baaang please bang lubang bool aku udah gatel pengen
dirojok kontol besar abang abang smuaaa aaaah sssh yaahh” Adi menggoda mereka
semua dengan menggeolkan pantatnya dan memeras susunya sendiri mendesah dengan
wajah sange yang sangat nakal.
Adi
“Bangsat emang homo binal lu ya, dasar lonte anjing” Adi mulai memasukkan
kontolnya ke dalam lubang bool Rido yang sudah sedikit longgar karena jarinya
tadi.
Rido
“Aaah bang pelan-pelan bang sssh aaaaah baang”
Adi
“Anjing sempit banget cukk aarhhgg”
Dadang
“Anjing enak banget kayaknya nih hahahah gantian ya di”
Asep
“Anjing sange gw liat ni lonte hahah”
Aji
“Anjing disini banget nih ngentot?”
Sahrul
“Hahahah gpp ji malah makin seru weh”
Adi
“Buat yang doyan doyan aja terserah kalian mau ngapain ni lonte homo, yang ptg
bagian ngentot tunggu gw selesai, malam ini lu musti layani kita semua sampe
puas ngerti?” Adi sedikit mencekik Rido dan memberi perintah untuk bertahan
melayani dirinya dan teman-temannya sampai semuanya puas.
Rido
“Iyaah bang pakek aku sepuas kalian, malam ini aku lonte gratis buat smuanya
aaah anjing aaah sakit bang kontolnya gede banget anjing sssh, pelan bang aaah”
Adi
“Anjing kayak memek perawan bangsattt” Adi menambah minyak dan body lotion di
kontol dan pantat Rido.
Dadang
“Anjing abis Adi gw ya”
Asep
“Aku sange sih tapi ngocok aja lah hahahah blm bisa gw ngentot lubang pantat”
Sahrul
“Abis Dadang gw”
Aji
“Yaa terserah kalian gw minta disepong aja lah wkwkwk”
Adi
“Bebass yang doyan bool pasti nagih ni anjing enak banget boolnya cok pulen
banget anjing”
Rido
“Aaah sssh bang aaah anjing entot trus bang smpe mentok” kontol Adi baru masuk
setengahnya dan masih maju mundur untuk melonggarkan lubang Rido.
Adi
tidak menyangka bool Rido ternyata sangat sempit, tidak seperti waria yang
pernah dientotnya. Perlahan namun pasti lubang pantat Rido mulai terbiasa
dengan kontol Adi, goyangan Adi semakin dalam dan cepat, membuat tubuh Rido
ikut bergoyang dan mendesah semakin kuat.
Teman-teman
lain yang melihat Adi menikmati lubang Rido semakin iri. Dadang yang sudah
tidak tahan bangkit dan menyodorkan kontolnya ke mulut Rido. Tak perlu
basa-basi, Rido langsung mengulum kontol Dadang dan memainkan lidahnya di
lubang kencing Dadang.
Asep
ikut mengeluarkan kontolnya dan meminta Rido bergantian mengulum kontol mereka
berdua. Sedangkan Aji dan Sahrul menggiring tangan Rido mengocok kontol mereka
berdua.
Saat
ini Rido sedang menikmati 5 kontol secara bersamaan. Dua teman Adi di seberang
mulai sange dan mengocok kontol mereka sambil menonton aksi bejat itu lebih
dekat.
Goyangan
Adi saat ini semakin kencang dan mentok hingga jembutnya menempel di pantat
montok Rido.
Adi
“Aaarghh anjing pulen banget pantat ni lonte anjing sssh aaaah” diangkatnya
sedikit pantat Rido dan dipegang pinggangnya, Adi membuat gerakan ngentot yang
semakin brutal membuat Rido yang sedang mengulum kontol Dadang terlepas,
tubuhnya berguncang hebat.
Dadang,
Asep, Aji dan Sahrul sekarang hanya mengocok kontol mereka sambil melihat Rido
yang mendesah kenikmatan.
Rido
“Aaah bang sssh ampun bang gede banget kontolnya bang sssh aaah mentok bang
aaahhhnjiiingg sssh”
Adi
“Aaarhhh bangsattt” plaak plaak plaak bunyi paha Adi yang menampar pantat
montok becek Rido, entotannya semakin brutal
Dadang,
Asep, Aji dan Sahrul serta 2 teman lainnya menyemangati Adi dengan
bersorak-sorai seperti pendukung timnas di lapangan sepak bola, “Ayok di hajar
diii hahahah”, “Semangat diii”, Rido mendengar komentar teman-teman lainnya
yang mengelilingi dirinya sambil ngocok bukannya malu justru birahinya semakin
meningkat.
Keramaian
itu membuat 5 orang teman kos Adi di dalam keluar.
“Anjing
kirain lagi lomba apa rupanya ngentot bangsaat anjing”, “Ngentotin homo lagi
nih si Adi wkwkwkwk”, “Anjing mantep juga ni lonte homo di” beberapa komentar
tambahan dari teman-teman Adi yang baru keluar menambah keseruan perngentotan
Adi dan Rido.
Adi
“Anjing diem luuh gw lagi ngentot arrghh anjing enak banget lubang bool
rupanyaaa sshhhh”
Dadang
“Bangsat gak tahan gw, masih lama lu di”
“Wahh
wahh homo di gangbang ini mah gabung gw kalau homonya kyak gini hahahah”
teman-teman Adi yang baru keluar ikut mengelilingi Rido dan beberapa
mengeluarkan kontol ngocok, ada juga yang menggosok-gosok kontol dari dalam
celananya.
Beberapa
dari mereka bukan tidak pernah ngentot sama homo, kadang ada saja waria haus
kontol yang membayar mereka untuk nyepong atau ngentot, hanya saja mereka tidak
bergairah seperti sekarang, selain Rido terlihat sangat menggoda, suasana
ngentot gangbang di gang sempit menambah keseruan aksi bejat ini, beberapa yang
masih enggan ngentot bahkan setidaknya mengocok kontol mereka di depan tubuh
Rido.
Rido
“Aaaah bang aku mau kencing aaah ampun baaang yaaah ahhh yaaaahh sssssh aaah”
cuuuuuur cuuuuur cuuuuur kencing Rido membasahi tubuhnya sendiri berantakan
karena tubuhnya terus bergoyang.
Dadang
“Anjing smpe tekencing kencing dientot bangsattt sssh” komentar Dadang sambil
mengocok kontolnya di depan wajah Rido
Sahrul
“Hahahah keenakan dia dientot sambil ditonton ramai-ramai, suka lu yah
dikelilingi kontol-kontol jantan gini? Hahhah” mereka ikut tertawa melihat
kebinalan Rido.
Rido
“Aahhh iyaah bang anjing enak bangett bang sssh tumpahin pejuh kalian bang aaah
sssh yaaah bang Adiiii pelan bang aaaah ampun banggg sssh yahh” Adi semakin
kencang mengentoti Rido, keringat Adi mengucur basah di seluruh tubuh telanjang
maskulinnya.
Adi
“Anjing ni lonte homo makan nih pejuh gw bangsaaat aaarhhh sssh aaaarrghhhh”
croooooot croooooot croooooot crooooot croooot pejuh Adi memenuhi lubang pantat
Rido bersamaan dengan goyangan Adi yang terhenti tepat saat kontolnya mentok di
dalam.
Asep
“Anjing gw jga gak tahan bangsaaat aaah sssh hisap kontol gw anjiiing” Asep
yang sedari tadi ngoocok kontolnya ternyata sudah mencapai puncak karena
melihat adegan yang sangat panas antara Adi dan Rido. Dijambaknya rambut Rido,
Asep langsung mengentoti mulut Rido dan tak lama croooot croooot croooot, pejuh
Asep muncrat di mulut dan wajah Rido.
Aji
“Aahh sssh bangsat hot bangt anjing aaaah, crooooot crooooot crooooot croooot
mandi pejuh lu malam ini anjing” Aji ikut muncrat di perut Rido, Rido yang
merasakan muncratan itu langsung mengusap pejuh Aji ke dada dan perutnya
bercampur dengan air kencingnya.
Adi
“Anjiiing enak banget cokkk lebih enak dari memek bangsaaat” ucap Adi
mengeluarkan kontolnya yang masih tegang dan dengan tetap bertelanjang bulat
mengambil kopi dan rokok, dengan santai, Adi duduk beristirahat sambil menonton
pasiennya lanjut digarap oleh teman-temannya.
Dadang
“Anjing giliran gw ngentot” Dadang langsung membalikan tubuh Rido, dengan
posisi nungging, Dadang langsung memasukkan kontolnya dengan lancar, lubang
Rido masih becek, pejuh Adi di dalam masih cukup banyak hingga saat Dadang
mulai menghajar lubang pantat Rido, pejuh di dalamnya muncrat keluar.
Sahrul
langsung menyodorkan kontol untuk dihisap oleh Rido ditambah teman-teman kos
Adi yang lain, secara bergantian Rido mengulum 3 kontol sambil pantatnya terus
dirojok oleh Dadang yang semakin bersemangat.
Dadang
“Anjing masih sempit aja ni bool bangsattt”
Asep
“Masa sih? perasan kontol Adi lebih gede” ucap Asep sambil ikut Adi di seberang
duduk merokok dengan kontolnya yang masih keluar dari resleting celananya.
Adi
“Lubang pantat emg beda hahahahah”
Teman
Adi yang lain kini mengocok kontol mereka di sebelah kanan dan kiri pantat
Rido. Tidak lama kemudian datang lagi dua orang teman Adi dari kos sebelah,
melihat aksi ngentot ramai-ramai di gang sempit ini mereka berhenti dan menyapa
Adi.
“Anjing
di ngentot ramai-ramai kagak ngajak-ngajak lu”
Adi
“Hahah kagak sengaja ini pasien pijet tadi rupanya lonte homo hahahah” Rido
yang sedang sibuk mengulum dua kontol mendengar percakapan Adi dan temannya
yang baru datang semakin bergairah.
“Lah
ngentotin homo rupanya? hahahaha”, “Gabung boleh kali di, gw pernah ngentotin
homo jga seru wehhh”
Adi
“Hahahah yang ini beda cok liat aja sana gabung tuh ramai-ramai giliran dah lu
pada hahahah”
Rido
kini dikelilingi total 13 laki-laki jantan, Dadang masih ngentotin lubang Rido
dengan brutal, dalam posisi nungging Rido mengulum kontol Sahrul dan mengocok 2
kontol lain di kanan kiri Sahrul, 6 orang pria masih mengocok kontol di kanan
dan kiri Rido mengarahkan kontol mereka ke punggung dan pantat bahenol Rido.
Dan
3 orang yang sudah muncrat sedang merokok menonton Rido di gilir.
Dadang
“Aaahhh anjing beneran enak banget ngentot bool bangsaaat, aarghh” crooooot
croooooot croooot croooot. Dadang menyemprotkan pejuhnya di lubang bool Rido.
Sahrul
“Anjing gw dah gak tahan cokkk” Sahrul menyadari Dadang sudah muncrat dan
langsung pindah posisi mengentot Rido. Bersamaan dengan itu 2 kontol di
depannya memuncratkan pejuh di wajah Rido.
Malam
itu Rido digilir oleh 13 pria jantan namun hanya Adi, Dadang, Sahrul, dan 5
temannya yang mengentoti lubang Rido, 5 pria lainnya sekedar mengocok atau
minta disepong terangsang dengan kegiatan cabul ini.
Selama
masa perngentotan itu terkadang ada saja motor lewat yang menyoraki kegiatan
gangbang akamsi ini, paling hanya berhenti sebentar mengamati situasi atau
sekedar mengambil foto perngentotan itu.
Rido
pun tidak memperdulikan kalau aksi dirinya digilir ini tersebar di media
sosial, justru itu membuatnya bergairah berarti akan semakin banyak orang yang
melihat dirinya telanjang bahkan dientot ramai-ramai.
Satu
persatu teman-teman Adi pulang harus beristirahat. Hingga jam 3 pagi menyisakan
Adi, Dadang dan Sahrul, 3 pria ini yang paling antusias dengan tubuh Rido dan
sudah mengentoti Rido masing-masing 2 kali.
Saat
ini Adi sedang mengentoti Rido untuk yang ketiga kalinya, sedangkan Dadang dan
Sahrul menemani Adi sambil ngopi dan merokok.
Adi
“Bangsattt ampe jam segini kuat juga lu dientot yahh hahahah”
Dadang
“Iyaa njing cewe aja gak mampu digangbang apa lagi berjam-jam hahah”
Sahrul
“Hyper ni anak kelainan wkwkwkwk”
Rido
“Aaah sssh iyahhh bang gak tau knp masih pengen aja dientot haaaah haaah” Rido
menimpali perkataan mereka sambil badannya lemas telentang dengan pantat masih
dirojok dengan ritme santai oleh Adi.
Adi
“Anjing kalau lu butuh kontol buat ngentot lubang bool lu yang murah ini kesini
aja ya hahahahah”
Rido
“Aaah iyaah bang pasti bang disini banyak kontol sssh aaah”
Adi
“Hahahah anjing gw mau muncrat lagi bangsatttt aaaarhhh anjiiing kebas kontol
gw malam ini ngecrot 3 kali anjiiing aaahh hisap nih pejuh tukang pijat anjiing
sssh aaaarghhh” croooooot crooooot croooot croooot
Rido
kembali menerima pejuh Adi di dalam lubang pantatnya, kontol Rido masih tegang,
selama di gangbang ini Rido sudah memuncratkan pejuhnya sebanyak 5 kali. Dan
seakan masih haus dientot, kontol Rido masih ngaceng, namun badannya lemas
karena guncangan hebat 8 pria dan mengulum 5 kontol bergantian.
Rido
telentang dengan kontol ngacengnya berlumuran pejuh dan air kencingnya sendiri
yang selalu ngceeer saat dientot brutal oleh pejantan di gang tersebut.
Adi
“Anjing lu hebat banget bisa bikin kita semua puas hahahah”
Sahrul
“Udah jam 3 lebih ni gila wwkkwkwk”
Rido
“Haaah capek bgt nglayanin banyak kontol hahahah”
Adi
“Lu tinggal dmn?”
Rido
“Di apartemen situ bang” Rido menunjukkan apartemen mewah
Adi
“Anjing orang kaya lu yaaa hahahah pantes ngelonte gratisan hahahah”
Dadang
“Hahahahah, udah lu balik keburu pagi ntar banyak yang lewat sange lagi lu
hahahah”
Sahrul
“Hahahah lu pulang telanjang aja kali ya biar di entot orang di jalan hahahah”
Adi
“Hahah ide bagus tuh, baju sama celana lu tinggalin disini, besok lu ambil
lagi”
Rido
“Ta taapi bang ntar di jalan kalau ada orang gmn bang”
Dadang
“Hahahh ya lu ajak ngentot ajaa hahahah gak peduli gw lu pulang telanjang
bulat”
Adi
“Inget udah gw entot lu musti nurut, jadi lonte jangan banyak protes”
Rido
“Hmmm iii iiiya bang ttaa pi takut bang nnti kalau di tangkap satpam atau
polisi gmn bang”
Adi
“Hmmm ya udh kita antar sekalian mau liat homo cabul telanjang di jalanan
hahahah”
Rido
pasrah dan heran kenapa dia nurut aja disuruh telanjang jalan kaki pulang ke
apartemen, pikirannya sudah gila, kini kontol Rido ngaceng keras lagi, Rido
kini sadar bahwa dia memiliki fetish ekshib dan suka diperbudak atau
dipermalukan.
Rido
kemudian bangkit dan hendak pulang, Sahrul berjalan lebih dulu memastikan tidak
ada anggota kepolisian atau satpam, sedangkan Adi dan Dadang di belakang agak
jauh mengamati tingkah binal Rido berjalan telanjang bulat dengan kontol
ngaceng sambil tertawa.
Di
sepanjang jalan gang sangat sepi di jam 3 pagi namun saat sudah mau sampai
apartemen, suasana mulai ramai mobil dan motor lewat di depan apartemen. Rido
terus berjalan melipir sembunyi di balik pohon, begitu sampai di samping
apartemen, Dadang memastikan satpam apartemen sedang tidur dan Rido pun segera
berlari menuju lift.
Adi
Dadang dan Sahrul kembali pulang dengan tertawa lepas menyaksikan Rido
berlarian ketakutan dengan kontol ngaceng.
Begitu
Rido masuk lift kontolnya benar-benar keras dan merah, Rido sange berat
memikirkan kondisi cabulnya saat ini. Sesampainya di lantai 17 dan lift
terbuka, Rido kaget dan terdiam pasalnya di depan lift ada seorang pria hendak
masuk lift.
Rido
langsung menutup kontol ngacengnya dan meminta maaf menjelaskan bahwa dia habis
kerampokan. Pria yang menatap Rido sempat terdiam dan aneh di jam 3 malam
melihat seorang pria dewasa telanjang bulat dengan kontol ngaceng.
Begitu
pria itu masuk lift dan pergi, Rido jatuh berlutut lemas, dadanya berdegup
kencang, adrenalinnya memuncak, kontolnya hampir muncrat.
Sesampainya
di apartemen Rido membuka pintu dan masuk, tanpa ditutup Rido mengocok
kontolnya menghadap pintu yang terbuka. Rido sange berat kondisinya masih
berlumuran pejuh kini seakan belum puas Rido malah ngocok di depan pintu.
Tiba-tiba
saja ada yang lewat, untungnya tidak melihat Rido yang sedang ngocok, namun
Rido yang semakin deg-degan justru mencapai puncak dan crooooot croooot
croooot, untuk kesekian kalinya Rido ngecrot dalam kondisi yang memalukan.
Rido
bangkit dan mengunci pintu kamarnya lalu mandi dan tidur dengan perasaan yang
lega. Rido selalu tidur telanjang bulat, mengingat kejadian tadi Rido
sebenarnya masih sange, kontolnya kembali ngaceng, namun bagi Rido sudah cukup
memuaskan. Rido pun terlelap tidur menantikan petualangan berikutnya.
.png)
Komentar
Posting Komentar