BAB 1 Pengalaman Binal Rido: Di Terminal Bus
Rido
berangkat ke Jakarta menggunakan bus. Rido yang baru saja keluar dari
kampungnya langsung mengganti pakaiannya di terminal bus keberangkatan. Rido
mengenakan celana pendek tanpa celana dalam dan kaos yang cukup ketat dan tipis
hingga puttingnya menerawang.
Di dalam bus Rido duduk di dekat jendela. Saat Rido duduk,
celananya terangkat hingga ke pangkal paha memamerkan paha putih mulusnya. Rido
yang sudah ingin sekali melakukan hal ini sejak lama merasa terangsang dan
kontolnya tegang membentuk jendolan yang cukup besar di selangkangannya.
Kenek yang menarik tiket sempat memperhatikan Rido cukup lama
membuat Rido salah tingkah menarik kaosnya menutup sedikit selangkangannya dan
menarik celana pendeknya menutup pahanya yang gak ketutup juga. Rido berangkat
dengan bus pagi sehingga tubuhnya yang terkena cahaya matahari menjadi
perhatian beberapa orang di sana.
Rido yang sudah bertekad pun menepis rasa malunya dan dengan PD
mengambil posisi tidur mempersilahkan beberapa pasang mata menikmati
pemandangan tubuh indahnya.
Saat berhenti makan siang di rest area, Rido menyempatkan diri ke
WC untuk kencing. Rido membuka celananya dan menurunkan sedikit memperlihatkan
setengah pantat bulatnya untuk dijadikan tontonan bagi penumpang lain yang
sedang ke WC.
Sontak aksinya menjadi perhatian beberapa orang tak terkecuali
kenek bus yang saat itu juga ke WC. Diperhatikannya pantat bulat Rido yang
mengintip setengah itu dengan tatapan nakal. Kenek itu kencing di samping Rido,
kenek itu mengeluarkan kontol besarnya dan berdiri agak jauh dari urinoir
memperlihatkan kontolnya di samping Rido.
Rido sekilas mengintip dari mata sampingnya. Melihat itu Rido
sedikit sange dan kontolnya kini setengah ngaceng. Kenek itu bertanya “Udahan
bang kencingnya?”
Barulah Rido sadar sedari tadi air kencingnya sudah tidak
mengalir. Dengan gugup Rido menjawab dan segera membilas lalu memakai celananya
keluar.
Hatinya berdebar mengingat kejadian tadi membuat kontolnya kini
justru ngaceng membayangkan kontol kenek itu bisa ia sepong dan masuk ke
lubangnya. Kontolnya benar-benar besar.
Setelah selesai makan Rido kembali ke bus. Selama perjalanan itu
Rido selalu memperhatikan selangkangan kenek yang mondar-mandir. Pikirannya
tidak fokus, Rido sudah kepalang sange hanya dengan kejadian di rest area tadi.
Di waktu sore bus telah sampai di terminal Jakarta. Rido turun
dengan koper kecilnya, barang-barang lain sudah ia paketkan sebelumnya. Rido
mencari toilet dan mengantri karena ramai beberapa bus baru saja sampai.
Saat mengantri kenek yang menjadi perhatian Rido sebelumnya
tiba-tiba muncul dan ikut mengantri tepat di belakang Rido.
Kenek “Waduh ramai nih”
Rido “Eeh bang, iya nih kebelet bgt udah”
Kenek “Ikut saya aja ke wc belakang dsna sepi agak jauh memang”
Rido “Boleh bang” pikiran Rido tidak curiga sama sekali justru dia
semangat krn akan kencing bareng dan melihat kontol kenek itu lagi.
Tibalah Rido dan kenek itu di satu gedung terbengkalai yang ada di
belakang terminal. Bangunan itu merupakan kantor lama sebelum terminal di
renovasi. Mereka lalu menuju wc yang sudah cukup rusak sehingga tidak ada lagi
pembatas antara urinoir di sana.
Rido yang sedari tadi sudah cukup sange berinisiatif utk sedikit
menggoda kenek itu siapa tau kontol kenek ini bisa ia dapatkan.
Rido mulai membuka celananya dengan sengaja Rido berakting sedikit
tergesa-gesa seolah tidak sengaja melorotkan celananya hingga ke mata kaki.
Rido yang memang tidak mengenakan sempak sontak saja bagian bawahnya sudah
telanjang.
Rido lalu mulai kencing dengan kontol ngacengnya. Kenek itu cukup
terkejut dengan tingkah Rido tapi juga tertawa nakal penuh arti. Kenek itu
mengeluarkan kontolnya dari balik resleting celana jeansnya dan kencing sedikit
mereng menghadap ke Rido hingga air kencing keduanya bertabrakan.
Rido yang sedikit kaget agak mundur namun justru Rido jatuh dengan
posisi mengangkang dan air kencing yang kini justru jadi seperti air mancur
membasahi celana serta bajunya. Kenek itu reflek mau menolong Rido namun justru
air kencingnya yang belum selesai membasahi tubuh Rido.
Kenek “Aduh sory sory bang reflek” ucap kenek itu namun tanpa
merasa bersalah dgn sisa-sisa kencingnya yang masih mengalir kenek itu
melangkahi badan Rido dan membantu Rido untuk duduk, alhasil sisa-sisa terakhir
kencing kenek itu justru mengenai wajah Rido.
Rido “Iya bg gpp kok” ucap Rido sambil menatap kontol ngaceng
kenek itu tepat di depan matanya.
Kenek “Aduh jadi basah kena kencing nih baju sama celananya,
dilepas aja bang biar saya bantu cucikan disini ada sabun juga kok di kamar
mandi situ” ucap kenek itu sambil berlutut melangkahi Rido dan mengusap-ngusap
baju Rido di bagian susunya sambil sedikit meremas, karena posisi kenek itu
yang berlutut menduduki paha mulus Rido, kontol ngaceng mereka bertemu saling
menggesek.
Rido “Ahh iya bang” Rido sedikit mendesah karena dadanya diremas,
lalu kenek itu berdiri dan membantu Rido melepas baju serta celananya yang
masih ada di mata kakinya.
Rido saat ini telanjang bulat di depan kenek yang kontolnya
ngacengnya tegak keluar dari resleting celana jeansnya. Keadaan ini bagaikan
mimpi jadi kenyataan, Rido merasa dirinya menjadi lonte binal krn telanjang
bulat di depan org yang baru dikenalnya, kejadian tak terduga yang sangat
diharapkan Rido sejak lama.
Kenek itu lalu mengambil air dengan ember bermaksud memandikan
Rido.
Kenek “Sini bang disiram dulu kena air kencing tadi” ucap kenek
itu seperti ayah yang akan memandikan anaknya
Rido “Aaah iya bang gpp sy bisa sendiri bang”
Kenek “Udah gpp sy bantu itung itung permintaan maaf” ucap kenek
itu sambil mulai menyiram tubuh Rido dan menggosok-gosokkan tangannya di susu
Rido, membuat Rido semakin sange, air precumnya kini mengalir deras, hingga
saat kenek itu menggosok bagian paha dan selangkangannya, seolah tidak melihat
kontol ngaceng Rido yang banjir precum kenek itu membuka lebar kaki Rido dan
menggosok sambil menyiramnya, Rido terdiam dimandikan seperti ini, malu tapi
juga sange berat.
Setelah bagian depan disiram, kenek itu meminta Rido untuk
berlutut membelakanginya karena mau menggosok bagian belakangnya. Tubuh indah
Rido dari bagian belakang membuat kenek itu sempat terdiam dan birahinya
memuncak, mulailah kenek itu menyiram punggung dan pantat Rido,
digosok-gosoknya punggung Rido, sesekali Rido merasakan kontol ngaceng kenek
itu menyentuh pantat bulatnya.
Kini Rido yakin kenek ini bisa ia dapatkan, mana mungkin pria
normal bisa ngaceng selama ini melihat tubuh telanjangnya kalau bukan karena
nafsu. Kenek itu mendorong tubuh Rido sehingga Rido bertumpu dengan kedua
tangannya membentuk posisi menungging memperlihatkan pantat bulatnya di hadapan
kenek yang dia sendiri tidak tau namanya.
Kenek itu lalu menyiram pantat Rido dan menggosok-gosok meremas
pantatnya memainkan jari-jarinya di belahan pantat Rido. Rido kini sudah sange
berat dan membuat gerakan menggeolkan pantatnya menggoda si kenek itu sambil
mendesah-desah.
Kenek itu sudah paham dengan yang diinginkan Rido, ditariknya
tubuh Rido dan dipeluk dari belakang, kenek itu memainkan susu dan memelintir
putting susu Rido, kontolnya masuk ke dalam celah paha Rido.
Kenek “Dari di rest area aku udah curiga kamu ini homo binal doyan
kontol kan?”
Rido “Aaah bang” Rido hanya mendesah
Kenek “Ahahahah waktu di rest area aku liat pantatmu sexy putih
mulus, udah bikin sange eeh disini malah pamer telanjang bulat, kamu sengaja
kan? Hmm”
Rido “Aaah sssh nggak bang gak gitu” Rido pura-pura mengelak
Kenek “Halaaah aku udah sering ngadepin homo yang minta minta
kontol, jgn munafik dari tadi kontolmu banjir precum suka ya dilecehin sama
kenek? Hahahah”
Rido “Aaah bang sssh aaah” Rido malu menjawab dan hanya mendesah
Kenek “Kalau pengen kontol bilang, jangan mendesah kayak perek
anjing”
Rido “Aaah iyah bang aku pengen ngerasain kontol abang aahh sssh”
desah Rido takut kenek itu pergi
Kenek “Hahahah emang homo binal, dasar perek doyan kontol,” kenek
itu mulai menggesek-gesekkan kontolnya di belahan pantat Rido
Rido “Aaah ssh bang masukin bang aaahhh”
Kenek “Yg bener kalau minta dientot” plaakk kenek itu menampar
pantat Rido
Rido “Bang aku mohon bang entot aku sekarang bang aaah ssh please
bang aku pengen dientot”
Kenek “Hahahah anjing dasar lonte, nih rasain kontol kenek”
dimasuknya kontol itu ke dalam lubang pantat Rido, masih sempit dan sulit untuk
langsung masuk sepenuhnya.
Rido “Aaaaah bang pelan-pelan aaah sakiiit aaah”
Kenek “Anjing tadi minta dientot malah trik triak”
Rido “Aaah bang iyahh goyangin bang aaah” cukup sulit untuk
melesat masuk karena kenek itu hanya menggunakan air liurnya sebagai pelicin
dan selama ini Rido jarang sekali dientot hanya menggunakan dildo ukuran
sedang.
Perlahan namun pasti entotan kenek itu mulai nikmat dan Rido
mendesah keenakan. Pengalaman pertama ngentot di tempat umum dengan kenek yang
namanya saja tidak tahu, Rido merasa dirinya benar-benar jadi perek binal.
Rido “Aaah bang iyahh entot trus bang enak banget bang aaah sssh”
Kenek “Bangsat aaah anjing sempit banget bool ni lonte anjiing”
Rido “Aaah yahhh bang genjot trus bang haaah haaah ssh” di tengah
panasnya genjotan mereka, tiba-tiba hp kenek itu berbunyi
Kenek “Anjing siapa sih nelpon, gak tau lagi ngentot ap ya
bangsatt ganggu aja” diambilnya HP dan melihat bahwa supir bus lah yang
menelpon langsung diangkatnya. Sambil tetap bergoyang kenek itu menjawab telpon
dari sang supir.
Kenek “Halo bos kenapa sssh”
Supir “Lu dimana lama bet dah”
Kenek “Sory bos tadi nemu barang bagus lagi ngentot nih aah sssh
jgn ganggu dulu ah” Rido cukup kaget dengan kenek yang bicara apa adanya ini,
membuat Rido juga sedikit lebih santai dan tidak menahan desahanya lagi.
Supir “Bangsat gak bilang bilang, ngentot diman lu”
Kenek “Tempat biasa sssh” Rido menyadari bahwa ternyata kenek ini
membawanya ke sini sudah dengan maksud lain.
Supir “Ya udah gw kesana yakk”
Kenek “Terserah lu bos” dimatikannya telpon itu dan kembali
menggenjot lebih kencang
Rido “Aaah sssh bang aaah mentok bang enak aaahh ssh”
Supir yang tadi menelpon kenek itu akhirnya tiba dan terkejut
melihat keneknya sedang mengentoti laki-laki, meskipun si supir juga pernah
beberapa kali disepong oleh waria tapi tidak pernah terpikir untuk benar-benar
ngentot dengan laki-laki.
Supir “Anjing sep lu ngentotin laki laki, homo lu?”
Kenek “Hahah selagi bisa dinikmati bang ahh sssh, liat aja nih
laki laki tapi montok putih mulus mana sempit lubangnya enak banget bang ahh
sssh” jawab kenek itu sambil tetap menggenjot lubang Rido, Rido yang terkejut
dengan reaksi supir itu sempat terhenti dan malu namun karena mereka santai
saja Rido berusaha tetap santai.
Supir “Anjing iya juga sih hahah nemu aj lu sep”
Kenek “Nih liat susunya montok putting pink melenting gini uhhh”
ucap kenek itu sambil mengangkat Rido dipeluknya dari belakang sambil digenjot
dan meremas susunya memamerkan kepada si supir. Rido semakin sange diperlakukan
seperti ini hanya bisa mendesah dan memasang ekspresi lonte.
Supir “Iya siiiih anjing kenyal lagi” supir itu menyentuh dan
meremas susu Rido
Kenek “Liat ini yg paling mantep, pantat bahenol putih mulus
kenyal lubang sempit kayak ngentotin perawan bang hahahah” ucap kenek itu
sedikit mundur dan menurunkan intensitas goyangannya agar supir bus bisa
melihat dengan jelas, sambil ditampar pantat Rido plakk plakk.
Supir “Anjing iya bangsat ini lonte di warung aja kalah jauh sep
ahahhaah” supir itu ikut meremas pantat Rido dan menamparnya lagi plakk plakk
plakk.
Birahi Rido semakin memuncak diperlakukan seperti barang dagangan
yang sedang di review oleh penjual kepada pembeli. Supir itu akhirnya mulai
meraba-raba tubuh Rido dan meremas-remas susu dan pantatnya.
Kenek yang sedang mengentoti Rido mengajak Rido berdiri dan
mengentoti Rido sambil berdiri, lalu sang supir berada di hadapan Rido
memainkan susunya, kini Rido sedang telanjang bulat di tengah dua pria
berpakaian lengkap hanya sang kenek yang kontolnya sedang sibuk maju mundur.
Rido “Aaah sssh maaf sebelumnya nama kalian siapa yahh aaaah”
Kenek “Hahahah sampai lupa kenalan nama gw Asep”
Supir “Ahahahahah anjing belum kenalan udah ngentot kalian
bangsat” supir itu mengangkat tangannya mengajak salaman Rido untuk berkenalan
“Nama gw Aspri nama lu siapa” kenek itu menggenjot semakin kencang.
Rido “Aahhh sssh bang ahh nama aah nama aku sssh aaaah mentok bang
aaanjing”
Supir “Hahahah nama lu siapa? Masa mentok hahaha” goyangan kenek
justru semakin kencang berniat mengerjai si Rido
Rido “Aahh sssh namaa aah nama akuhhh sssh aaah bang ampun bang
aaah aahh sssh namaaah akuuuh aaaaah sssh akuhh sssh aaah keluar bang aaah aku
keluar sssh” croooot croooot croooot crooot crooot, Rido memuntahkan pejuhnya
dengan tangan yang masih bersalaman dengan si supir. Tanpa menyentuh kontolnya,
Rido ngecrot menembakan pejuh sampai mengenai sepatu si supir.
Sensasi berkenalan dengan orang asing sambil dientot brutal
membuatnya crot tanpa sempat menyebutkan namanya.
Supir “Hahahah namanya keluar ya sep? hahahah”
Kenek “Aaah sssh anjiiing enak bangsaaat lonte anjing lu gw entot”
crooot crooot crooot crooot crooot pejuh si kenek memenuhi lubang pantat Rido,
keduanya lemas dan terduduk dengan kontol kenek itu masih di dalam dan tangan
Rido masih bersalaman dengan si supir. Supir itu ikut jongkok
Supir “Hmm bangsat malah klimaks dua duanya hahahah, jadi nama lu
siapa sebenarnya? Mentok atau keluar?”
Rido “Hahhh hahhh ssshhh nama aku Rido bang haaah” dengan
ngos-ngosan Rido akhirnya dapat menyebut namanya.
Supir “Oooh Rido, sekarang lu hisap kontol gw, bangsat jadi
ngaceng liat kalian ngentot anjing”
Rido “Iyah bang sini aku hisap bang”
Supir “Hahahah bangsat lonte binal memang” supir itu mengeluarkan
kontolnya dari resleting celananya.
Saat Rido akan menghisap kontol si supir, kenek itu mengikuti
gerakan Rido karena kontolnya masih ngaceng dan tidak mau dicabutnya, sambil
Rido menghisap kontol supir yang tidak kalah besar, kenek itu kembali
menggenjot lubang bool Rido.
Supir “Anjiing enak banget hisapanmu bangsaat”
Kenek “Lebih enak lubangnya boss aaah anjiing masih sempit aja nih
lubang”
Rido “Hhmmm ahhh hmmrrrhh” desahan yang disumpal kontol besar
tidak terdengar jelas
Supir itu menjambak rambut Rido dengan kedua tangannya dan
mengentoti mulut Rido dengan kasar, begitupun kenek di belakang mengentoti Rido
dengan brutal, Rido bukannya capek justru semakin semangat diperlakukan kasar
dan hina seperti ini.
Supir “Aaah sssh ayokk sep jangan kelamaan udah jam berangkat ini
ditungguin penumpang kita”
Kenek “Anjiing ahhh enak banget lumayan lah dua ronde hahahah”
digenjotnya semakin kencang
Supir dan kenek itu sudah buru-buru karena 5 menit lagi mereka
sudah harus siap berangkat lagi, alhasil perngentotan itu semakin brutal agar
segera klimaks.
Supir “Aaaahhh anjiing mulut lu enak banget anjiing anget siall
aaah sssh arrrhhh anjiiing lonteee” crooooot crooooot croooot croooot supir itu
memuntahkan pejuhnya di mulut dan wajah Rido.
Kenek “Aaahhh sssh anjiing lubang homo anjing enak bangettt
bansgaaat ahhhh ngentooot anjiing” crooooot crooooooot crooooot croooooot
kontol si kenek kembali crot kedua kalinya memenuhi lubang Rido yang bahkan
pejuh pertama tadi belum keluar. Rido yang dihadapkan dua pejuh dari mulut dan
lubangnya semakin menjadi sange.
Supir dan kenek itu mencabut kontolnya, Rido terduduk merasakan
lubang pantatnya mengeluarkan sperma yang cukup banyak. Rido masih sange namun
supir dan kenek itu harus berangkat, dengan rasa berat hati dan rasa sange yang
semakin berat, Rido memandangi kedua pejantan itu yang sedang ngos-ngosan
merapikan bajunya dengan kontol yang masih gelayutan.
Dengan binal Rido mengocok kontolnya dan memainkan putting susunya
sambil membayangkan kedua kontol di depannya itu bisa mengentotinya lagi
kapan-kapan.
Kenek “Hahhah anjing malah coli ni lonte masih sange ya? Wkwkkwk
bangsatt”
Supir “Hahahah anjing binal banget ni bocah maaf ya kkita udah
harus kerja ni anjing lah pengen ngentotin lu jg gw bangsattt”
Rido “Iyaa gpp bang aku ngerti kok sssh aahhh” Rido mengocok
kontolnya sambil menatap kontol mereka yang masih setengah ngaceng
bergelantungan,
Kenek “Hahahah kasian banget ngocok sambil liatin kontol orang
hahahah”
Supir “Lu demen banget ama kontol ni kita kasi liat deh sambil lu
ngocok kita tungguin sampe crot kasian hahahah perek binal emang”
Rido duduk mengangkang dan terus mengocok kontolnya sambil tangan
kirinya memainkan pentil susunya, dengan supir dan kenek di depannya memamerkan
kontol mereka.
Kenek “Anjing gw pengen kencing nih”
Supir “Iyah sama, woi lonte masih lama gak lu?”
Rido “Bentar bang ahhh kencingin aku aja bang sini aahh sssh” Rido
mendesah nikmat merasakan sensasi mengocok telanjang bulat ditonton dua pria
gagah di depannya.
Kenek “Hahahah anjing emang dasar lonte homo najisss, nih hadiah
buat lu air kencing dari kontol kesukaanmu hahahah” cuuuurrrrr cuuuurrr Rido
membuka mulutnya mengadah air kencing si kenek
Supir “Bangsaat bangsaat nih minum air kencing gw juga hahahah”
dua kontol sedang kencing di tubuh telanjang Rido yang sedang mengocok
kontolnya menggeliat kenikmatan
Rido “Aaaah sssh kencingin aku bang ahhh bangg aku mau keluar sssh
aaah aaah yahhhh” crooooot croooot croooot croooot Rido menembakan pejuhnya
cukup banyak. Kenek dan supir itu selesai kencing dan meminta Rido menjilat
kontol mereka menghabiskan sisa air kencing.
Setelahnya supir dan kenek itu memasukkan kontol mereka ke dalam
celana dan berpamitan dengan Rido yang telentang lemas bertelanjang bulat
dengan air kencing dan mani yang berceceran.
Supir “Kapan-kapan kesini aja kalau butuh kontol hahahah”
Kenek “Hahahah sisanya urus sendiri yakk hahahah”
Mereka berdua pergi sambil tertawa puas. Rido masih terlentang di
sana kontolnya masih ngaceng keras, pengalaman ini benar-benar memuaskan, meski
masih ingin sekali lebih lama dientot tapi bagi Rido ini sudah cukup.
Rido lalu memakai pakaiannya lagi yang sudah basah, tanpa mandi,
Rido pergi ke apartemennya dengan tubuh yang masih lengket dengan pejuh dan air
kencing. Selama perjalanan karena malam hanya sedikit orang yang menyadari Rido
dalam keadaan yang berantakan.
Sesampainya di apartemen Rido mandi dan terlelap tidur telanjang
bulat dengan kontol masih ngaceng sange mengingat kejadian yang baru saja ia
alami, namun karena lelah perjalanan dan melayani dua pejantan tadi, Rido
tertidur lelap begitu saja.

Komentar
Posting Komentar